MUI Kecam Pemerkosaan Santriwati di Pati, Desak Pendiri Ponpes Dihukum Berat

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua MUI Anwar Abbas mengecam kasus pemerkosaan santriwati oleh pendiri pondok pesantren di Pati, Jawa Tengah. (Posnews/MUI)

Wakil Ketua MUI Anwar Abbas mengecam kasus pemerkosaan santriwati oleh pendiri pondok pesantren di Pati, Jawa Tengah. (Posnews/MUI)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengecam keras kasus dugaan pemerkosaan santriwati yang dilakukan pendiri pondok pesantren berinisial AS di Pati.

Ia menilai tindakan tersebut biadab, mencoreng dunia pesantren, dan merusak masa depan korban.

Anwar menegaskan perbuatan pelaku sangat bertentangan dengan ajaran agama. Terlebih, pelaku diduga menipu para santriwati dengan berbagai kebohongan demi melancarkan aksi bejatnya.

“Ini perbuatan sangat terkutuk, tidak bermoral, tidak berakhlak, dan jelas dilarang agama. Pelaku juga diduga memanipulasi korban demi memenuhi nafsunya,” kata Anwar kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).

MUI Desak Polisi Hukum Berat Pelaku

Selain mengecam, Anwar mendesak kepolisian segera menuntaskan kasus tersebut dan menjatuhkan hukuman maksimal kepada pelaku.

Menurut dia, aksi AS tak hanya menghancurkan masa depan korban, tetapi juga merusak nama baik pondok pesantren di Indonesia.

Baca Juga :  Polres Metro Jakarta Barat Latih Pengurus Masjid Jadi Ahli Pemulasaran Jenazah

“Polisi harus memproses kasus ini secepat mungkin dan memberi hukuman seberat-beratnya karena pelaku telah menghancurkan masa depan para santrinya,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini kini ditangani Kepolisian Negara Republik Indonesia setelah polisi menetapkan AS sebagai tersangka dugaan pemerkosaan santriwati di Kecamatan Tlogowungu, Pati.

Korban Diduga Capai 50 Santriwati

Sementara itu, kuasa hukum korban, Ali Yusron, mengungkap jumlah korban diduga jauh lebih banyak dari laporan resmi.

Hingga saat ini, delapan korban telah melapor ke polisi. Namun, berdasarkan keterangan saksi, jumlah korban diduga mencapai 30 hingga 50 santriwati yang sebagian besar masih di bawah umur.

Baca Juga :  Prabowo Tiba di Monas Naik Maung, Joget Bareng Buruh di May Day 2026

“Korban yang melapor ada delapan orang. Namun dari keterangan saksi, jumlah korban diduga lebih dari 30 hingga 50 santriwati tingkat SMP,” ujar Ali, Selasa (5/5/2026).

MUI Usul Aturan Ketat di Pesantren

Selain itu, Anwar meminta seluruh pesantren memperketat pengawasan internal agar kasus serupa tidak terulang.

Ia mengusulkan penerapan kode etik ketat bagi pimpinan pesantren, guru, hingga karyawan laki-laki agar tidak bertemu santriwati tanpa pendamping.

Menurutnya, langkah itu penting untuk melindungi santriwati dari potensi kekerasan seksual di lingkungan pendidikan agama.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan lembaga pendidikan berbasis agama yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para santri.

Polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain dalam kasus tersebut. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WHO Konfirmasi Virus Andes pada MV Hondius: Alarm Krisis Iklim
Ayah Tiri Aniaya Bocah 4 Tahun di Langkat, Istri Diikat hingga Pagi
Premier Li Qiang Tegaskan Garis Merah Taiwan kepada Senat AS
Kapolri Mutasi 9 Kapolda, Ini Daftar Lengkap Pejabat Baru
Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Jakarta Berawan dan Bogor Diguyur Hujan
Zelenskyy Peringatkan Sekutu Rusia Saat Moskow Ancam Bom Kyiv
Tim SAR Evakuasi 17 Pendaki dari Gunung Dukono, 2 WNA dan 1 WNI Belum Ditemukan
Hakim AS Batalkan Pemotongan Hibah $100 Juta oleh Trump

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:10 WIB

WHO Konfirmasi Virus Andes pada MV Hondius: Alarm Krisis Iklim

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:14 WIB

Ayah Tiri Aniaya Bocah 4 Tahun di Langkat, Istri Diikat hingga Pagi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:10 WIB

Premier Li Qiang Tegaskan Garis Merah Taiwan kepada Senat AS

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:02 WIB

Kapolri Mutasi 9 Kapolda, Ini Daftar Lengkap Pejabat Baru

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:42 WIB

Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Jakarta Berawan dan Bogor Diguyur Hujan

Berita Terbaru

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengonfirmasi kasus hantavirus pada warga negaranya di pulau terpencil Tristan da Cunha. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

WHO Konfirmasi Virus Andes pada MV Hondius: Alarm Krisis Iklim

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:10 WIB

Navigasi hubungan adidaya. Premier China Li Qiang menyerukan dialog konstruktif dan penguatan ekonomi bilateral saat menerima kunjungan delegasi Senat AS, sembari memperingatkan Washington agar tidak melanggar kedaulatan China terkait isu Taiwan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Premier Li Qiang Tegaskan Garis Merah Taiwan kepada Senat AS

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:10 WIB

Daftar 9 Kapolda Baru Hasil Mutasi Kapolri Mei 2026. (Posnews/Ist)

NASIONAL

Kapolri Mutasi 9 Kapolda, Ini Daftar Lengkap Pejabat Baru

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:02 WIB