KYIV, POSNEWS.CO.ID – Atmosfer peperangan di Eropa Timur semakin memanas menjelang peringatan Hari Kemenangan Rusia pada 9 Mei. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, secara resmi memperingatkan negara-negara sahabat Rusia agar menjauh dari Lapangan Merah di Moskow.
Zelenskyy menyampaikan pesan tersebut melalui pidato video rutin dari pusat kota Kyiv pada Kamis sore. Ia menilai kehadiran perwakilan asing dalam acara patriotik Vladimir Putin tersebut sebagai sebuah “keinginan yang aneh” di tengah situasi konflik yang masih berkecamuk.
Ancaman Serangan Masif ke Ibu Kota Kyiv
Beberapa menit sebelum pidato Zelenskyy, Kementerian Pertahanan Rusia merilis pernyataan yang sangat mengkhawatirkan. Otoritas militer Moskow mendesak warga sipil dan staf misi diplomatik asing untuk segera mengevakuasi diri dari Kyiv.
Moskow mengeklaim serangan balasan tersebut merupakan opsi nyata jika Ukraina mengganggu periode gencatan senjata sepihak yang Rusia tetapkan pada 8 hingga 10 Mei. “Kami mengingatkan penduduk sipil dan staf diplomatik akan kebutuhan untuk meninggalkan kota pada waktu yang tepat,” tulis pernyataan resmi tersebut. Inggris segera mengecam ancaman itu sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat dibenarkan.
Parade Tanpa Tank dan Pemadaman Internet
Parade tahun 2026 ini akan terlihat sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah Rusia secara mengejutkan memutuskan untuk tidak menyertakan perangkat keras militer, seperti tank dan sistem rudal, dalam prosesi kali ini. Ini merupakan pertama kalinya dalam hampir 20 tahun parade berlangsung tanpa alat tempur berat.
Keputusan tersebut muncul setelah Kyiv meningkatkan intensitas serangan drone yang mampu menjangkau ratusan mil hingga ke jantung wilayah Rusia. Selain itu, otoritas Moskow mulai memberlakukan pemadaman internet kota secara berkala hingga hari Sabtu. Langkah ini bertujuan untuk mengganggu navigasi drone dan komunikasi koordinasi serangan jarak jauh dari pihak Ukraina.
Loyalitas Sekutu dan Posisi Diplomat
Laporan terbaru menunjukkan penyusutan drastis pada daftar tamu asing Rusia. Berdasarkan data Kremlin, hanya pemimpin dari Belarus, Malaysia, dan Laos yang telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Tokoh-tokoh dari wilayah pecahan Georgia yang tidak mendapatkan pengakuan PBB juga akan mengisi kursi kehormatan sesuai jadwal acara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, perlawanan diplomatik tetap terlihat di Kyiv. Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menegaskan bahwa Berlin tidak akan menarik staf kedutaan mereka keluar dari ibu kota Ukraina meskipun terdapat ancaman rudal. Sumber kepresidenan menyebut Zelenskyy tetap bertahan di posisinya di Kyiv selama akhir pekan perayaan tersebut berlangsung.
Kebuntuan Politik dan Prioritas Global
Dunia masih belum menemukan titik temu untuk mengakhiri konflik terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II ini. Konflik di Iran yang saat ini menyerap perhatian dunia meminggirkan proses negosiasi antara Rusia dan Ukraina.
Rusia tetap pada tuntutan kaku agar Ukraina menarik diri dari empat wilayah yang Moskow klaim secara sepihak. Maka dari itu, Kyiv menolak syarat tersebut karena menganggapnya sebagai pelanggaran kedaulatan yang tidak dapat diterima. Singkatnya, peringatan 9 Mei mendatang bukan lagi sekadar seremoni kemenangan masa lalu, melainkan barometer ketegangan militer paling berbahaya di tahun 2026.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












