JENEWA, POSNEWS.CO.ID – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis detail terbaru mengenai krisis kesehatan di atas kapal pesiar MV Hondius. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan lima individu positif terinfeksi hantavirus strain Andes.
Wabah mematikan ini telah menginfeksi delapan orang dan mengakibatkan tiga kematian selama pelayaran. Selain itu, tiga individu lainnya saat ini masih berstatus sebagai kasus suspek. Tim medis internasional terus memantau ketat kondisi hampir 150 penumpang dan awak yang masih berada di atas kapal.
Karakteristik Virus Andes dan Jejak di Amerika Selatan
Virus Andes merupakan varian hantavirus yang sangat langka. Peneliti umumnya menemukan virus ini di wilayah Amerika Selatan. Berbeda dengan jenis hantavirus lainnya, strain Andes memiliki kapasitas terbatas untuk menular antarmanusia melalui kontak fisik yang dekat dan lama.
Penyelidikan awal mengungkap bahwa dua dari tiga korban tewas memiliki riwayat perjalanan di Argentina sebelum naik ke kapal pada 1 April. Korban ketiga adalah seorang wanita dewasa yang meninggal pada 2 Mei. Sebelumnya, tim medis memberikan diagnosis bahwa pasien menderita pneumonia berat. “Mengingat masa inkubasi virus ini bisa mencapai enam minggu, kemungkinan adanya laporan kasus baru masih tetap terbuka,” tegas Tedros dalam pengarahan daring pada hari Kamis.
Evakuasi Lintas Negara dan Penanganan Medis
Otoritas menuntaskan proses evakuasi medis besar-besaran guna menyelamatkan nyawa para penumpang yang kritis. Tim medis memindahkan tiga pasien berkebangsaan Belanda, Inggris, dan Jerman ke fasilitas kesehatan spesialis di Eropa.
Selanjutnya, otoritas Swiss mengonfirmasi satu kasus baru pada hari Rabu. Pasien pria tersebut kini menjalani perawatan isolasi di sebuah rumah sakit di Zurich. Istrinya, yang ikut dalam pelayaran, memilih untuk mengisolasi diri secara mandiri meskipun belum menunjukkan gejala apa pun. Di Amerika Serikat, otoritas kesehatan di tiga negara bagian juga sedang memantau sejumlah individu yang kemungkinan terpapar selama berada di kapal tersebut.
Perspektif Pakar: Dampak Perubahan Iklim
Insiden di MV Hondius ini menjadi sorotan tajam para ahli epidemiologi dunia. Profesor Zhang Wenhong dari Universitas Fudan menilai wabah ini sebagai contoh klasik dari dampak perubahan iklim terhadap kesehatan global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, perubahan ekologis memaksa patogen untuk berulang kali mencoba menembus penghalang spesies dan memasuki populasi manusia. “Iklim yang berubah sedang menggambar ulang batas-batas geografis penyakit menular secara sistemik,” ujar Zhang kepada Yicai. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa aktivitas manusia dan gangguan lingkungan menjadi faktor pendorong utama munculnya wabah di lokasi yang tidak terduga pada tahun 2026 ini.
Pencegahan dan Langkah Mitigasi
Hantavirus biasanya menular melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Hingga saat ini, belum ada obat khusus untuk infeksi ini. Maka dari itu, penanganan pasien sangat bergantung pada dukungan medis dini terhadap fungsi pernapasan dan jantung.
Otoritas kesehatan menyarankan langkah-langkah praktis guna mengurangi risiko:
- Menjaga kebersihan lingkungan rumah dan tempat kerja secara rutin.
- Menutup semua celah yang berpotensi menjadi akses masuk tikus.
- Menghindari penghirupan debu saat membersihkan area yang terkontaminasi.
- Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci menggunakan sabun secara teratur.
Kesimpulan: Menuju Pelabuhan Tenerife
Kapal MV Hondius bersiap segera bersandar di Tenerife, Kepulauan Kanari, Spanyol. Pemerintah Spanyol telah menyiapkan protokol karantina ketat untuk menerima kedatangan kapal tersebut.
Singkatnya, keberhasilan penanganan krisis ini akan menjadi preseden penting bagi manajemen kesehatan industri pariwisata maritim di masa depan. Masyarakat internasional kini menanti hasil akhir penyelidikan mengenai sumber pasti penularan guna memastikan keamanan rute pelayaran internasional di tahun-tahun mendatang.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












