JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sebanyak 10 warga negara Indonesia (WNI) ditangkap aparat Arab Saudi dalam sepekan terakhir karena diduga terlibat praktik promosi dan jual beli haji ilegal.
Pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan mencampuri proses hukum yang sedang berjalan di Arab Saudi.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaff, mengatakan penangkapan itu berdasarkan laporan dari KJRI Jeddah.
Menurutnya, Arab Saudi saat ini memperketat pengawasan pelaksanaan ibadah haji melalui kebijakan “La Haj bila Tasrih” atau tidak ada haji tanpa izin resmi.
“Jika ada WNI yang menghadapi proses hukum, penanganannya sepenuhnya kami serahkan kepada otoritas Arab Saudi. Pemerintah Indonesia tidak akan melakukan intervensi,” kata Maria, Rabu (6/5/2026).
Arab Saudi Sikat Jaringan Haji Ilegal
Penindakan tidak hanya menyasar calon jemaah, tetapi juga pihak yang mengatur, mempromosikan, hingga mengambil keuntungan dari praktik haji ilegal.
Pemerintah Indonesia bersama Polri dan Kementerian Imigrasi kini memperketat pengawasan keberangkatan jemaah melalui Satgas Haji Ilegal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah upaya keberangkatan ilegal bahkan berhasil digagalkan di beberapa titik keberangkatan.
“Ini bentuk perlindungan negara agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan berkedok haji tanpa antre,” ujar Maria.
Risiko Berat: Deportasi hingga Blacklist 10 Tahun
Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran haji instan melalui jalur ilegal.
Selain berisiko kehilangan uang, pelaku juga dapat dikenai sanksi pidana, deportasi, hingga larangan masuk Arab Saudi selama 10 tahun.
Karena itu, pemerintah meminta masyarakat memastikan seluruh proses keberangkatan haji dilakukan melalui jalur resmi.
Operasional Haji 2026 Berjalan Lancar
Di tengah penindakan haji ilegal, pemerintah memastikan operasional haji reguler Indonesia berjalan lancar.
Hingga Selasa (5/5/2026), tercatat:
- 229 kloter sudah diberangkatkan
- 89.051 jemaah tiba di Tanah Suci
- 912 petugas haji turut diberangkatkan
Sementara itu:
- 219 kloter telah tiba di Madinah
- 68 kloter bergerak ke Makkah untuk umrah wajib
Pemerintah juga mengingatkan jemaah menjaga kesehatan karena suhu di Madinah dan Makkah mencapai 37 hingga 39 derajat Celsius. (red)
Editor : Hadwan











