Trump Umumkan Gencatan Senjata 3 Hari dan Pertukaran 2.000 Tawanan

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinyal pengakhiran perang. Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina untuk memperingati Hari Kemenangan, yang mencakup penghentian total aktivitas militer dan pemulangan massal ribuan tawanan perang. Dok: Istimewa.

Sinyal pengakhiran perang. Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina untuk memperingati Hari Kemenangan, yang mencakup penghentian total aktivitas militer dan pemulangan massal ribuan tawanan perang. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Harapan untuk mengakhiri konflik terpanjang di Eropa abad ini mulai muncul dari Washington. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pemimpin Rusia dan Ukraina telah menyetujui permintaannya untuk melakukan gencatan senjata selama tiga hari dan pertukaran tawanan massal.

Trump menyampaikan pengumuman tersebut melalui media sosial pada Jumat sore. Ia menyebut penghentian permusuhan ini sebagai “awal dari akhir” perang mematikan yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun.

Gencatan Senjata Hari Kemenangan: 9-11 Mei

Periode gencatan senjata ini akan berlangsung mulai Sabtu hingga Senin mendatang. Momentum tersebut bertepatan dengan perayaan Hari Kemenangan di Rusia, sebuah hari libur nasional yang memperingati kemenangan Uni Soviet atas Jerman Nazi pada Perang Dunia II.

“Saya dengan senang hati mengumumkan adanya gencatan senjata tiga hari (9, 10, dan 11 Mei) dalam perang antara Rusia dan Ukraina,” tulis Trump. Ia menekankan bahwa perayaan ini memiliki makna historis bagi kedua negara karena baik Rusia maupun Ukraina merupakan aktor besar dalam kemenangan Perang Dunia II. Kesepakatan ini mencakup penangguhan seluruh aktivitas militer kinetik di sepanjang garis depan.

Pertukaran 2.000 Tawanan Perang

Poin krusial dalam negosiasi ini adalah pembebasan tawanan perang secara besar-besaran. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Rusia dan Ukraina masing-masing akan membebaskan 1.000 tawanan perang.

Baca Juga :  Iran Siap Bidik Musuh: Menlu Araghchi Tantang Ancaman

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengungkapkan bahwa keputusan Kyiv untuk menyetujui jeda tempur ini didorong oleh aspek kemanusiaan. “Bagi kami, Lapangan Merah tidak lebih penting daripada nyawa tawanan perang Ukraina yang bisa dibawa pulang ke rumah,” tegas Zelenskyy melalui saluran Telegram. Langkah ini sekaligus menjawab tuntutan domestik Ukraina yang menjadikan pemulangan tentara sebagai agenda utama pemerintah.

Perang Saraf Diplomatik: Izin Parade di Red Square

Meskipun gencatan senjata berlaku, ketegangan simbolis tetap terlihat nyata. Segera setelah pengumuman tersebut, Zelenskyy mengeluarkan dekrit kepresidenan formal yang secara retoris “mengizinkan” Rusia untuk menggelar parade militer di Lapangan Merah, Moskow.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dekrit tersebut menyatakan bahwa Lapangan Merah berada di luar jangkauan serangan Ukraina selama acara berlangsung. Langkah Zelenskyy ini bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa militer Ukraina sebenarnya memiliki kemampuan untuk menyerang ibu kota Rusia kapan saja. Namun, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menepis dekrit tersebut dan menyebutnya sebagai “lelucon konyol”. Peskov menegaskan bahwa Rusia tidak membutuhkan izin dari siapa pun untuk merayakan hari bersejarah mereka.

Baca Juga :  Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz dan Kecam Sekutu NATO-Asia

Peran Mediasi AS dan Stagnasi Rubio

Kesepakatan ini tercapai melalui proses diplomasi yang intens di bawah arahan langsung Presiden Trump. Zelenskyy secara khusus berterima kasih kepada tim diplomatik Amerika Serikat atas keterlibatan mereka yang efektif. Ia mendesak Washington untuk memastikan Rusia tetap mematuhi komitmen tersebut selama 72 jam ke depan.

Pengumuman Trump ini muncul hanya beberapa jam setelah Sekretaris Negara Marco Rubio memberikan penilaian yang kontras. Sebelumnya di Roma, Rubio sempat menyatakan bahwa upaya mediasi AS berada dalam kondisi stagnan. Namun, manuver langsung Trump terhadap kedua presiden tampaknya berhasil memecah kebuntuan tersebut pada detik-detik terakhir sebelum peringatan 9 Mei dimulai.

Menuju Perdamaian Permanen?

Gencatan senjata ini menjadi ujian penting bagi kredibilitas diplomatik administrasi Trump di tahun 2026. Meskipun gencatan senjata sebelumnya sering kali runtuh dalam hitungan jam, skala pertukaran tawanan kali ini memberikan optimisme baru bagi penyelesaian konflik secara menyeluruh.

Singkatnya, dunia kini menanti apakah jeda tiga hari ini benar-benar akan menjadi fondasi bagi penghentian perang secara permanen. Keberhasilan implementasi di lapangan selama akhir pekan ini akan menentukan arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Eropa Timur di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polri Tak Mau Indonesia Jadi Sarang Bandar Judi Online Asing
di Bawah Bayang-Bayang Perang: Putin Sebut Konflik Ukraina Mulai Berakhir
321 WNA Sindikat Judi Online di Jakarta Barat Dipindah ke Imigrasi, 275 Jadi Tersangka
CIA Prediksi Iran Bertahan 4 Bulan Saat AS Bidik Jaringan
Biennale Venesia 2026 Dibuka Tanpa Juri Akibat Protes Geopolitik
Jepang Siapkan Delegasi Bisnis ke Rusia guna Amankan Energi
Keir Starmer Bertahan Saat Partai Buruh Kehilangan Ribuan Kursi
Balap Liar di Pamulang Dibubarkan Polisi, Sejumlah Remaja Diamankan

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:20 WIB

Polri Tak Mau Indonesia Jadi Sarang Bandar Judi Online Asing

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:14 WIB

di Bawah Bayang-Bayang Perang: Putin Sebut Konflik Ukraina Mulai Berakhir

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:00 WIB

321 WNA Sindikat Judi Online di Jakarta Barat Dipindah ke Imigrasi, 275 Jadi Tersangka

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:49 WIB

Trump Umumkan Gencatan Senjata 3 Hari dan Pertukaran 2.000 Tawanan

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:46 WIB

CIA Prediksi Iran Bertahan 4 Bulan Saat AS Bidik Jaringan

Berita Terbaru

Ratusan WNA terduga pelaku judi online internasional saat diamankan polisi di Jakarta Barat. (Posnews/Ist)

HUKRIM

Polri Tak Mau Indonesia Jadi Sarang Bandar Judi Online Asing

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:20 WIB

Sinyal pengakhiran perang. Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina untuk memperingati Hari Kemenangan, yang mencakup penghentian total aktivitas militer dan pemulangan massal ribuan tawanan perang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Umumkan Gencatan Senjata 3 Hari dan Pertukaran 2.000 Tawanan

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:49 WIB

Perang saraf di Teluk. CIA menilai Iran mampu menghadapi blokade laut selama berbulan-bulan, sementara Washington menjatuhkan sanksi baru terhadap entitas China guna melumpuhkan produksi drone Shahed di tengah eskalasi serangan ke UEA. Dok: Xinhua.

INTERNASIONAL

CIA Prediksi Iran Bertahan 4 Bulan Saat AS Bidik Jaringan

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:46 WIB