Perang Ekonomi: AS Sasar Armada Bayangan Iran

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumpah perlawanan di Enghelab Square. Ribuan warga Teheran melepas kepergian arsitek penutupan Selat Hormuz, Alireza Tangsiri, bertepatan dengan hari jadi Republik Islam ke-47 di bawah bayang-bayang bombardir udara. Dok: Istimewa.

Sumpah perlawanan di Enghelab Square. Ribuan warga Teheran melepas kepergian arsitek penutupan Selat Hormuz, Alireza Tangsiri, bertepatan dengan hari jadi Republik Islam ke-47 di bawah bayang-bayang bombardir udara. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat meningkatkan tekanan ekonomi secara drastis terhadap Iran. Departemen Keuangan mengumumkan gelombang sanksi baru yang menyasar infrastruktur perdagangan minyak mentah dan jaringan produksi senjata Teheran.

Langkah ini mencakup sanksi terhadap lebih dari 30 target, termasuk kapal-kapal dalam jaringan “armada bayangan”. Oleh karena itu, Washington berupaya memutus aliran dana yang mengalir ke program rudal balistik serta pendanaan proksi militan Iran di kawasan tersebut.

Menyasar Jaringan “Armada Bayangan”

Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) mengidentifikasi 12 kapal armada bayangan beserta pemilik dan operatornya. Kapal-kapal ini petugas nilai telah mengangkut produk minyak dan petrokimia Iran senilai ratusan juta dolar secara ilegal.

Istilah armada bayangan merujuk pada kapal-kapal tua dengan kepemilikan yang tidak transparan. Kapal-kapal ini biasanya berlayar tanpa perlindungan asuransi standar internasional guna menghindari pemantauan otoritas global. “Iran mengeksploitasi sistem keuangan untuk menjual minyak ilegal, mencuci hasil keuntungannya, serta membeli komponen untuk program senjata konvensional maupun nuklir mereka,” tegas Sekretaris Keuangan AS, Scott Bessent.

Baca Juga :  Satgas PKH Sikat Mafia Lahan, 4 Juta Hektare Hutan Kembali ke Negara - Prabowo Beri Hormat

Kampanye “Clamp Down” dan Sinyal Militer Trump

Langkah ekonomi ini merupakan bagian dari kampanye besar Presiden Donald Trump untuk melumpuhkan ekonomi Iran. Trump telah mengirimkan pasukan militer tambahan ke Timur Tengah dan memberikan peringatan keras mengenai kemungkinan serangan udara.

Dalam pidato kenegaraannya pada Selasa malam, Trump menegaskan posisi Washington. Ia menyatakan bahwa tindakan militer tetap menjadi opsi nyata jika Iran menolak untuk menyelesaikan sengketa program nuklirnya secara diplomatik. Bahkan, Trump secara eksplisit memaparkan alasan di balik potensi serangan tersebut di hadapan anggota Kongres guna membangun dukungan domestik.

Baca Juga :  Macron Peringatkan Zelenskyy, AS Berpotensi Khianati Ukraina Demi Wilayah

Kebuntuan Diplomasi dan Kebutuhan Energi Sipil

Di sisi lain, pemerintah Iran tetap bersikeras bahwa aktivitas nuklir mereka murni bertujuan untuk pembangkitan energi sipil. Seorang pejabat senior Iran mengakui bahwa Teheran dan Washington masih terpecah tajam mengenai rincian penghapusan sanksi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga saat ini, pihak Teheran belum memberikan tanggapan resmi terhadap sanksi terbaru ini. Namun demikian, ketegangan di lapangan terus meningkat seiring dengan pengerahan kapal induk AS ke perairan sekitar Teluk. Dunia kini menanti apakah tekanan ekonomi dan militer yang simultan ini mampu memaksa Iran ke meja perundingan atau justru memicu konfrontasi bersenjata yang lebih luas di awal tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

5 Kelurahan Rawan Kebakaran di Jakarta Terungkap, Korsleting Listrik Penyebab Utama
Istri dan Anak Koh Erwin Ditangkap, Bareskrim Sita Aset TPPU Bandar Narkoba
Ancol Gelar Jazz Night & Pameran Seni, Andien Meriahkan International Jazz Day 2026
White Rabbit PIK Ditutup, Pemprov DKI Cabut Izin Usai Kasus Narkoba
Mobil HR-V Hantam Depot Air di Grogol, Pejalan Kaki Terseret dan Luka Parah
Dua PRT Lompat dari Lantai 4 di Benhil, Polisi Periksa Agen Penyalur PRT
Erdogan Desak KTT Rusia-Ukraina dan Peringatkan Pelemahan Eropa
Begal Celurit Gunung Sahari, 4 Pelaku Dibekuk Polisi Usai Rampas Motor & HP Korban

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:47 WIB

5 Kelurahan Rawan Kebakaran di Jakarta Terungkap, Korsleting Listrik Penyebab Utama

Jumat, 24 April 2026 - 19:30 WIB

Istri dan Anak Koh Erwin Ditangkap, Bareskrim Sita Aset TPPU Bandar Narkoba

Jumat, 24 April 2026 - 18:12 WIB

Ancol Gelar Jazz Night & Pameran Seni, Andien Meriahkan International Jazz Day 2026

Jumat, 24 April 2026 - 17:57 WIB

White Rabbit PIK Ditutup, Pemprov DKI Cabut Izin Usai Kasus Narkoba

Jumat, 24 April 2026 - 17:25 WIB

Mobil HR-V Hantam Depot Air di Grogol, Pejalan Kaki Terseret dan Luka Parah

Berita Terbaru