Perang Ekonomi: AS Sasar Armada Bayangan Iran

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi di tengah hujan rudal. Tim negosiasi AS dan Iran tiba di Doha saat eskalasi militer di Selat Hormuz mengancam kesepakatan damai. Dok: Istimewa.

Diplomasi di tengah hujan rudal. Tim negosiasi AS dan Iran tiba di Doha saat eskalasi militer di Selat Hormuz mengancam kesepakatan damai. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat meningkatkan tekanan ekonomi secara drastis terhadap Iran. Departemen Keuangan mengumumkan gelombang sanksi baru yang menyasar infrastruktur perdagangan minyak mentah dan jaringan produksi senjata Teheran.

Langkah ini mencakup sanksi terhadap lebih dari 30 target, termasuk kapal-kapal dalam jaringan “armada bayangan”. Oleh karena itu, Washington berupaya memutus aliran dana yang mengalir ke program rudal balistik serta pendanaan proksi militan Iran di kawasan tersebut.

Menyasar Jaringan “Armada Bayangan”

Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) mengidentifikasi 12 kapal armada bayangan beserta pemilik dan operatornya. Kapal-kapal ini petugas nilai telah mengangkut produk minyak dan petrokimia Iran senilai ratusan juta dolar secara ilegal.

Istilah armada bayangan merujuk pada kapal-kapal tua dengan kepemilikan yang tidak transparan. Kapal-kapal ini biasanya berlayar tanpa perlindungan asuransi standar internasional guna menghindari pemantauan otoritas global. “Iran mengeksploitasi sistem keuangan untuk menjual minyak ilegal, mencuci hasil keuntungannya, serta membeli komponen untuk program senjata konvensional maupun nuklir mereka,” tegas Sekretaris Keuangan AS, Scott Bessent.

Kampanye “Clamp Down” dan Sinyal Militer Trump

Langkah ekonomi ini merupakan bagian dari kampanye besar Presiden Donald Trump untuk melumpuhkan ekonomi Iran. Trump telah mengirimkan pasukan militer tambahan ke Timur Tengah dan memberikan peringatan keras mengenai kemungkinan serangan udara.

Dalam pidato kenegaraannya pada Selasa malam, Trump menegaskan posisi Washington. Ia menyatakan bahwa tindakan militer tetap menjadi opsi nyata jika Iran menolak untuk menyelesaikan sengketa program nuklirnya secara diplomatik. Bahkan, Trump secara eksplisit memaparkan alasan di balik potensi serangan tersebut di hadapan anggota Kongres guna membangun dukungan domestik.

Baca Juga :  Pakistan Tegaskan Tidak Akan Bergabung dengan Abraham Accords

Kebuntuan Diplomasi dan Kebutuhan Energi Sipil

Di sisi lain, pemerintah Iran tetap bersikeras bahwa aktivitas nuklir mereka murni bertujuan untuk pembangkitan energi sipil. Seorang pejabat senior Iran mengakui bahwa Teheran dan Washington masih terpecah tajam mengenai rincian penghapusan sanksi.

Hingga saat ini, pihak Teheran belum memberikan tanggapan resmi terhadap sanksi terbaru ini. Namun demikian, ketegangan di lapangan terus meningkat seiring dengan pengerahan kapal induk AS ke perairan sekitar Teluk. Dunia kini menanti apakah tekanan ekonomi dan militer yang simultan ini mampu memaksa Iran ke meja perundingan atau justru memicu konfrontasi bersenjata yang lebih luas di awal tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB
Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk
Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa
Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:24 WIB

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 September 2026 - 07:24 WIB

Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk

Selasa, 15 September 2026 - 06:19 WIB

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Berita Terbaru

Tomokazu dan Miwa Harimoto bersiap membela Jepang di Asian Games Nagoya. Simak profil kakak beradik tenis meja. Dok: Istimewa.

SPORT

Tomokazu dan Miwa Harimoto Bintang Tenis Meja

Rabu, 16 Sep 2026 - 06:28 WIB

Ilustrasi, prakiraan cuaca Jabodetabek BMKG 16 September 2026. (Posnews/Net)

JABODETABEK

Cuaca Jabodetabek Rabu 16 September 2026, Bogor Berpotensi Hujan

Rabu, 16 Sep 2026 - 05:56 WIB

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

NASIONAL

OTT KPK BPN Bogor: Bos Summarecon dan 7 Orang Jadi Tersangka

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:16 WIB