Penumpang MV Hondius Dievakuasi Melalui Koridor Ketat di Tenerife

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penyelidikan medis di Arad. Institut Kesehatan Masyarakat Nasional (INSP) Rumania mengonfirmasi satu kasus hantavirus lokal, menegaskan bahwa strain yang ditemukan berbeda dari wabah mematikan di kapal pesiar MV Hondius. Dok: Istimewa.

Penyelidikan medis di Arad. Institut Kesehatan Masyarakat Nasional (INSP) Rumania mengonfirmasi satu kasus hantavirus lokal, menegaskan bahwa strain yang ditemukan berbeda dari wabah mematikan di kapal pesiar MV Hondius. Dok: Istimewa.

TENERIFE, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah berbagai negara di dunia kini sedang melakukan persiapan akhir guna menjemput warga mereka dari kapal pesiar MV Hondius. Kapal yang membawa beban wabah hantavirus mematikan tersebut dijadwalkan akan membuang sauh di dekat Tenerife pada Minggu pagi waktu setempat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan pengarahan khusus kepada negara-negara anggota pada hari Sabtu. Oleh karena itu, protokol evakuasi akan menerapkan standar keamanan hayati yang sangat ketat guna melindungi penduduk lokal Spanyol serta memastikan kepulangan yang aman bagi ratusan penumpang.

Koridor Steril dan Jaminan Keamanan WHO

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengambil langkah luar biasa dengan merilis surat terbuka untuk meredam kecemasan masyarakat. Tedros menegaskan bahwa dunia tidak perlu khawatir akan terjadinya pandemi baru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya ingin Anda mendengar saya dengan jelas: ini bukan COVID berikutnya. Risiko kesehatan masyarakat saat ini dari hantavirus tetap rendah,” tulis Tedros melalui platform X. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa otoritas akan menyeberangkan penumpang ke daratan di pelabuhan industri Granadilla—lokasi yang jauh dari pemukiman warga. Penumpang akan berpindah menggunakan kendaraan terjaga yang tertutup rapat melalui koridor yang steril untuk langsung menuju pesawat repatriasi.

Baca Juga :  Dubes Eropa Temui Wamenlu Rusia demi Upaya Damai

Statistik Wabah dan Korban Jiwa

Wabah ini tercatat telah menelan tiga korban jiwa selama pelayaran dari Cape Verde. Korban tersebut meliputi sepasang suami istri asal Belanda dan seorang warga negara Jerman. Hingga Jumat malam, WHO mengonfirmasi rincian medis sebagai berikut:

  • Kasus Terkonfirmasi: 6 orang.
  • Kasus Suspek: 2 orang.
  • Total Terinfeksi: 8 orang.

Hantavirus umumnya menyebar melalui hewan pengerat. Namun demikian, strain tertentu dalam kasus ini memiliki kemampuan transmisi antarmanusia dalam situasi yang sangat langka. Maka dari itu, otoritas kesehatan mewajibkan masa pemantauan selama 42 hari sejak paparan terakhir bagi seluruh penumpang dan kru.

Mobilisasi Pesawat Repatriasi Internasional

Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska, mengonfirmasi bahwa Belgia, Prancis, Jerman, Irlandia, dan Belanda akan mengirimkan pesawat khusus ke Tenerife. Uni Eropa juga mengerahkan dua pesawat tambahan untuk mengevakuasi warga negara Eropa lainnya yang masih tersisa di atas kapal.

Selain itu, Amerika Serikat dan Inggris telah menyiapkan rencana kontingensi bagi warga mereka. Rincian penanganan setelah ketibaan meliputi:

  1. Inggris: Penumpang dan staf akan langsung menuju rumah sakit di wilayah barat laut Inggris untuk menjalani masa isolasi awal.
  2. Amerika Serikat: Warga AS akan terbang menuju Nebraska guna menjalani proses karantina dan pengujian medis intensif.
  3. Spanyol: Warga Spanyol mendapatkan prioritas pertama untuk turun dari kapal sebelum menuju fasilitas militer di Madrid.
Baca Juga :  Sidang Panas DHS: Markwayne Mullin Berdebat dengan Rand Paul dan Ubah Visi ICE

Status Kapal dan Kru yang Bertahan

Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, menyatakan bahwa seluruh penumpang dan 17 anggota kru akan meninggalkan kapal. Meskipun begitu, sebanyak 30 awak kapal akan tetap berada di atas kapal untuk melanjutkan perjalanan menuju Belanda setelah proses evakuasi tuntas.

Kapal MV Hondius akan menjalani disinfeksi total setibanya di pelabuhan. Otoritas juga memutuskan untuk tetap menyimpan jenazah korban meninggal dan bagasi penumpang di dalam kapal selama proses sterilisasi berlangsung. Singkatnya, tidak ada barang atau orang yang diperbolehkan meninggalkan area pelabuhan sebelum pemeriksaan medis selesai.

Perlombaan Melawan Cuaca

Otoritas setempat menekankan bahwa seluruh proses evakuasi harus selesai antara Minggu siang hingga Senin siang. Hal ini terjadi karena perkiraan cuaca menunjukkan kondisi laut akan memburuk dan menjadi badai di sepanjang sisa bulan Mei.

Dengan demikian, keberhasilan operasi logistik di pelabuhan Granadilla ini menjadi krusial bagi keselamatan semua pihak. Dunia kini memantau ketat proses penurunan penumpang pertama pada Minggu besok sebagai bukti ketangguhan protokol kesehatan internasional di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun Peradaban HAM dari Desa, Kementerian HAM Siapkan 200 Penggerak
Kemendag Perluas Ekspor UMKM Perempuan Lewat Program Dari Lokal untuk Global
Bareskrim Serahkan 2 Tersangka Narkoba Koko Erwin dan Akhsan ke Kejari Bima
Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Hujan Mengintai Jakarta, Bogor, Depok hingga Bekasi
Crimea Terisolasi Drone: Ukraina Gempur Jembatan
PM Keir Starmer Janji Permudah Transisi Kekuasaan
Rusia Tuding Amerika Serikat Ingkar Janji
Prabowo Mengaku Tahu Aktor Demo Berbayar, Singgung Peserta Dibayar Rp200 Ribu

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:19 WIB

Bangun Peradaban HAM dari Desa, Kementerian HAM Siapkan 200 Penggerak

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:04 WIB

Kemendag Perluas Ekspor UMKM Perempuan Lewat Program Dari Lokal untuk Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 04:49 WIB

Bareskrim Serahkan 2 Tersangka Narkoba Koko Erwin dan Akhsan ke Kejari Bima

Kamis, 25 Juni 2026 - 04:06 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Hujan Mengintai Jakarta, Bogor, Depok hingga Bekasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:31 WIB

Crimea Terisolasi Drone: Ukraina Gempur Jembatan

Berita Terbaru

Lumpuhnya pertahanan di Laut Hitam. Ukraina meluncurkan serangan drone masif untuk mengisolasi jalur logistik militer Rusia di Crimea. Dok: (AP Photo/Efrem Lukatsky)

INTERNASIONAL

Crimea Terisolasi Drone: Ukraina Gempur Jembatan

Rabu, 24 Jun 2026 - 17:31 WIB