PROBOLINGGO, POSNEWS.CO.ID – Kecelakaan beruntun bikin panik jalur wisata menuju Gunung Bromo. Empat minibus terlibat tabrakan beruntun di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (10/5/2026).
Insiden itu diduga dipicu rem blong pada minibus yang membawa rombongan wisatawan asal Singapore saat turun dari kawasan wisata Bromo.
Akibat kecelakaan tersebut, 11 orang terluka dan empat kendaraan rusak parah.
Turis Asing Jadi Korban
Enam korban merupakan wisatawan asal Singapore. Selain itu, sopir minibus dan pemandu wisata juga mengalami luka-luka.
Tiga penumpang jeep offroad yang berada di belakang kendaraan tersebut ikut menjadi korban setelah kendaraan mereka tertabrak.
Petugas langsung mengevakuasi delapan korban ke Puskesmas Sukapura, sementara korban lainnya dirawat di Rumah Sakit Ar Rozy.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mayoritas korban mengalami luka memar dan luka sobek. Hingga kini, kondisi mereka masih dipantau tim medis.
Rem Panas, Mobil Meluncur Tak Terkendali
Pemandu wisata, Yopi, mengungkapkan minibus mengalami masalah rem sekitar 300 meter sebelum lokasi kecelakaan.
Saat itu kendaraan baru berjalan sekitar 10 menit usai meninggalkan kawasan wisata Bromo.
Namun tiba-tiba rem tidak berfungsi dan mobil meluncur liar di jalan menurun dengan kecepatan tinggi.
“Rem tiba-tiba tidak berfungsi karena panas. Mobil melaju sekitar 60 sampai 70 kilometer per jam,” kata Yopi.
Sopir Tabrak Tiang Demi Selamatkan Warga
Situasi makin mencekam saat sopir melihat ada kerumunan warga yang sedang menghadiri hajatan di depan jalan.
Agar tidak menabrak warga, sopir mengambil keputusan nekat dengan membanting setir lalu menabrakkan mobil ke tiang listrik.
Namun nahas, tiga kendaraan di belakang tak sempat menghindar dan akhirnya ikut bertabrakan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Aditya Wikrama mengatakan polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.
“Hasil olah TKP sementara mengarah pada dugaan kegagalan fungsi rem pada salah satu kendaraan,” ujarnya.
Polisi juga mengingatkan seluruh operator wisata dan sopir agar rutin memeriksa kondisi kendaraan sebelum melintas di jalur ekstrem menuju Bromo. (red)
Editor : Hadwan












