Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Ini, Idul Adha 2026 Diprediksi Jatuh 27 Mei

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sidang isbat 2026, Idul Adha 2026, awal Zulhijah 1447 H, Kemenag, jadwal Idul Adha, BRIN, Thomas Djamaluddin, rukyatul hilal, Muhammadiyah, Hari Raya Kurban. (Posnews/Kemenag)

sidang isbat 2026, Idul Adha 2026, awal Zulhijah 1447 H, Kemenag, jadwal Idul Adha, BRIN, Thomas Djamaluddin, rukyatul hilal, Muhammadiyah, Hari Raya Kurban. (Posnews/Kemenag)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 Hijriah pada Minggu (17/5/2026).

Hasil sidang ini akan menentukan jadwal resmi Hari Raya Idul Adha 2026 di Indonesia.

Sidang isbat berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta.

Pemerintah melibatkan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam, pakar falak, hingga ahli astronomi untuk memastikan keputusan yang akurat dan kredibel.

Kemenag Gabungkan Hisab dan Rukyat

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad menjelaskan sidang isbat menjadi forum musyawarah dalam menetapkan awal bulan Hijriah.

Menurutnya, pemerintah menggabungkan metode hisab atau perhitungan astronomi dengan rukyat atau pemantauan hilal secara langsung di berbagai wilayah Indonesia.

“Sidang isbat mempertemukan pemerintah, ormas Islam, serta ahli falak dan astronomi dalam menentukan awal bulan Hijriah,” ujar Abu Rokhmad.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Hari Ini Senin 5 Januari 2026: Berawan Tebal, Hujan Ringan Siang–Sore

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, tim hisab rukyat Kemenag akan memaparkan posisi hilal berdasarkan data astronomi.

Setelah itu, pemerintah menerima laporan hasil pemantauan hilal dari sejumlah titik observasi dari wilayah barat hingga timur Indonesia.

Menteri Agama Pimpin Penetapan

Setelah seluruh data terkumpul, Menteri Agama akan memimpin sidang tertutup sebelum mengumumkan hasil resmi penetapan awal Zulhijah 1447 Hijriah kepada publik.

Keputusan tersebut sekaligus menentukan tanggal pelaksanaan Hari Raya Idul Adha dan jadwal puasa Arafah bagi umat Islam di Indonesia.

Sementara itu, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional, Thomas Djamaluddin, memprediksi Idul Adha 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada 27 Mei 2026.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat SPBE Cimuning Bekasi, 12 Orang Luka Bakar Parah hingga 70 Persen

Menurut Thomas, posisi hilal saat matahari terbenam pada 17 Mei 2026 diperkirakan sudah memenuhi kriteria pemerintah, Muhammadiyah, hingga standar Arab Saudi.

“Awal Zulhijah diperkirakan jatuh pada 18 Mei 2026, sehingga Idul Adha berpotensi berlangsung serentak pada 27 Mei 2026,” ujar Thomas.

Potensi Idul Adha Serentak

Jika hasil rukyat sesuai prediksi astronomi, pemerintah, Muhammadiyah, dan Arab Saudi diperkirakan menetapkan Hari Raya Idul Adha pada tanggal yang sama.

Meski demikian, masyarakat diminta tetap menunggu hasil resmi sidang isbat pemerintah yang diumumkan malam ini.

Keputusan final dari Kementerian Agama Republik Indonesia akan menjadi acuan resmi pelaksanaan Idul Adha 2026 di Tanah Air. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Teknologi mRNA Menjadi Revolusi Dunia Medis?
Bagaimana Teknologi 2026 Mendeteksi Kehidupan di Luar Tata Surya?
Autofagi: Mekanisme Tubuh Membersihkan Sel Rusak
Mengapa Kita Bermimpi? Menelisik Sains di Balik Aktivitas Bawah Sadar
Apakah Energi Bersih Akhirnya Menjadi Kenyataan?
PSK di Bandar Lampung Ditusuk Tamu Usai Tagih Uang Kencan, Pelaku Kabur Naik Motor
Hadiri Panen Raya Jagung di Tuban, Prabowo Sanjung Prestasi Kapolri Listyo Sigit
Mengapa Palung Mariana Menyimpan Kunci Kehidupan Bumi?

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:18 WIB

Mengapa Teknologi mRNA Menjadi Revolusi Dunia Medis?

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:33 WIB

Bagaimana Teknologi 2026 Mendeteksi Kehidupan di Luar Tata Surya?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:27 WIB

Autofagi: Mekanisme Tubuh Membersihkan Sel Rusak

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:46 WIB

Mengapa Kita Bermimpi? Menelisik Sains di Balik Aktivitas Bawah Sadar

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:35 WIB

Apakah Energi Bersih Akhirnya Menjadi Kenyataan?

Berita Terbaru

Ilustrasi, Lompatan besar abad ke-21. Teknologi mRNA telah bertransformasi dari solusi pandemi menjadi platform pengobatan canggih yang mampu memprogram ulang sistem imun manusia untuk melawan kanker dan memperbaiki kerusakan genetik dari dalam. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Mengapa Teknologi mRNA Menjadi Revolusi Dunia Medis?

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:18 WIB

Sistem daur ulang internal. Ilmu pengetahuan modern mengungkap bahwa tubuh manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk

KESEHATAN

Autofagi: Mekanisme Tubuh Membersihkan Sel Rusak

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:27 WIB

Ilustrasi, Lompatan besar peradaban. Komputasi kuantum bukan sekadar komputer yang lebih cepat, melainkan paradigma baru dalam pengolahan informasi yang mampu memecahkan misteri alam semesta dan merombak total sistem keamanan digital dunia. Dok: Istimewa.

Blog

Mengapa Komputasi Ini Bisa Mengubah Segalanya?

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:37 WIB