China Sepakat Beli Produk Tani AS $17 Miliar dan 200 Pesawat Boeing

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Babak baru hubungan G2. Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping menyepakati komitmen komersial bernilai miliaran dolar di Beijing guna meredakan perang dagang, di tengah ketegangan geopolitik yang masih belum terselesaikan. Dok: Istimewa.

Babak baru hubungan G2. Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping menyepakati komitmen komersial bernilai miliaran dolar di Beijing guna meredakan perang dagang, di tengah ketegangan geopolitik yang masih belum terselesaikan. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah China menyepakati pembelian produk pertanian Amerika Serikat senilai minimal USD 17 miliar (sekitar Rp272 triliun) setiap tahun hingga 2028. Komitmen besar ini lahir setelah pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Beijing baru-baru ini.

Namun, dokumen resmi Gedung Putih sama sekali tidak menyebutkan nasib Taiwan. Padahal, Presiden Xi sebelumnya memperingatkan risiko konflik bersenjata jika kedua negara salah menangani isu pulau demokratis tersebut. Oleh karena itu, absennya pembahasan Taiwan mengindikasikan bahwa perbedaan pandangan yang mendalam masih membayangi hubungan kedua negara adidaya.

Kesepakatan Komersial Raksasa dan Ketahanan Pangan

Selain itu, maskapai penerbangan China juga menyetujui pembelian awal 200 unit pesawat Boeing buatan Amerika Serikat. Langkah komersial ini tentunya sangat membantu posisi politik Trump menjelang pemilihan paruh waktu pada November mendatang. Selanjutnya, kementerian perdagangan kedua negara menyepakati pakta untuk menurunkan tarif secara setara guna mengatasi hambatan non-tarif.

Sebagai bagian dari kompromi, China juga berkomitmen mengimpor setidaknya 25 juta ton kedelai AS per tahun dari 2026 hingga 2028. Beijing juga akan bekerja sama dengan regulator AS untuk memulihkan seluruh suspensi fasilitas daging sapi. Selanjutnya, mereka akan melanjutkan impor unggas dari wilayah-wilayah Amerika Serikat yang bebas dari wabah flu burung.

Baca Juga :  Takaichi: Pintu Dialog Tak Pernah Tertutup

Pembentukan Lembaga Baru dan Isu Mineral Kritis

Untuk memperkuat ekonomi, kedua negara sepakat membentuk dua lembaga baru, yaitu Board of Trade dan Board of Investment. Lembaga pertama bertugas mengelola perdagangan barang non-sensitif, sedangkan lembaga kedua memfasilitasi forum investasi antarpemerintah.

Di sisi lain, China berkomitmen mengatasi kelangkaan rantai pasok tanah jarang (rare earths). Mereka juga akan melonggarkan pembatasan ekspor teknologi pemrosesan mineral kritis tersebut. Langkah ini sangat krusial bagi industri manufaktur teknologi tinggi di Amerika Serikat.

Diplomasi Regional: Selat Hormuz dan Korea Utara

Mengenai stabilitas regional, Trump dan Xi menyepakati target bersama untuk denuklirisasi Semenanjung Korea. Meskipun demikian, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan posisi Beijing dalam masalah ini tetap konsisten dan stabil.

Baca Juga :  Melania Trump Bersuara: Bantah Kaitan dengan Jeffrey Epstein

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua pemimpin juga menolak pengenaan biaya tol di Selat Hormuz yang saat ini lumpuh akibat perang AS-Israel melawan Iran. Washington berharap Beijing bersedia menggunakan pengaruhnya terhadap Teheran guna membantu mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Konsolidasi Aliansi di Asia Timur

Setelah KTT selesai, Trump segera melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, pada hari Minggu. Dalam kesempatan itu, Presiden Lee menyampaikan apresiasi mendalam atas diskusi konstruktif mengenai denuklirisasi tersebut. Trump pun berjanji untuk terus memainkan peran penting dalam menjaga perdamaian di Semenanjung Korea.

Singkatnya, pertemuan di Beijing ini membuka jalan bagi hubungan kemitraan strategis yang lebih stabil atas dasar keadilan. Dengan demikian, Trump berencana menyambut kunjungan Xi ke Washington pada musim gugur mendatang. Kedua negara juga akan saling mendukung sebagai tuan rumah KTT G20 dan APEC tahun ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas Haji Polri Tetapkan 13 Tersangka Haji Non-Prosedural, 320 Korban Rugi Rp10 Miliar
BNN Gempur Kampung Narkoba, Ungkap Jaringan Aceh-Bogor hingga Transnasional Golden Triangle
Polairud Polda Metro Kembangkan Tambak Pesisir Bekasi, 300 Ribu Benih Udang Ditebar
Krisis Energi Selat Hormuz: India dan Asia Tenggara Pacu Transisi Biofuel
Ilmuwan Ungkap Nagatitan, Dinosaurus Terbesar di Asia Tenggara
Dentuman Keras Gegerkan Gereja di Intan Jaya, Empat Warga Terluka
Presiden Marcos Jr. Temui PM Sanae Takaichi Bahas Militer
Insiden Maut di Tempat Biliar Grogol, Polisi Kantongi Identitas Pelaku Utama

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:58 WIB

Satgas Haji Polri Tetapkan 13 Tersangka Haji Non-Prosedural, 320 Korban Rugi Rp10 Miliar

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:44 WIB

BNN Gempur Kampung Narkoba, Ungkap Jaringan Aceh-Bogor hingga Transnasional Golden Triangle

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:23 WIB

Polairud Polda Metro Kembangkan Tambak Pesisir Bekasi, 300 Ribu Benih Udang Ditebar

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:22 WIB

Krisis Energi Selat Hormuz: India dan Asia Tenggara Pacu Transisi Biofuel

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:17 WIB

Ilmuwan Ungkap Nagatitan, Dinosaurus Terbesar di Asia Tenggara

Berita Terbaru

Raksasa dari Chaiyaphum. Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi Nagatitan chaiyaphumensis, spesies sauropoda sepanjang 27 meter yang menjadikannya dinosaurus terbesar yang pernah ada di kawasan Asia Tenggara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ilmuwan Ungkap Nagatitan, Dinosaurus Terbesar di Asia Tenggara

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:17 WIB