INTAN JAYA, POSNEWS.CO.ID – Ledakan misterius mengguncang kawasan Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni di Mbamogo, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Dentuman keras di dekat rumah ibadah itu memicu kepanikan warga dan menyebabkan empat orang mengalami luka-luka.
Peristiwa yang terjadi di wilayah rawan konflik tersebut kini dalam penyelidikan aparat gabungan TNI.
Hingga Selasa (19/5/2026), tim di lapangan masih melakukan pendalaman untuk memastikan sumber ledakan dan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Kapen Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengatakan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan benda yang ditemukan di lokasi tidak sesuai dengan spesifikasi granat standar milik TNI.
“Granat yang ditemukan memiliki karakteristik yang tidak sesuai dengan granat standar yang digunakan TNI,” ujar Wirya.
TNI Tegaskan Tidak Terlibat Ledakan
Selanjutnya, TNI membantah keras tuduhan yang beredar di media sosial terkait dugaan keterlibatan aparat dalam ledakan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wirya menegaskan TNI tidak pernah menggunakan drone bersenjata untuk menyerang warga sipil, terlebih di kawasan rumah ibadah.
Menurutnya, seluruh operasi pengamanan di Papua tetap mengedepankan pendekatan humanis dan perlindungan masyarakat sipil.
“TNI tidak menggunakan drone bersenjata untuk menyerang warga sipil, apalagi di area ibadah,” tegasnya.
Ia juga menyayangkan munculnya informasi liar yang langsung menuding aparat sebelum hasil investigasi resmi diumumkan.
“Kami tegaskan bahwa TNI bukan pelaku pengeboman tersebut,” lanjut Wirya.
Diduga Upaya Provokasi di Papua Tengah
Lebih jauh, TNI menduga ledakan di Intan Jaya berpotensi menjadi bagian dari aksi provokasi untuk memperkeruh situasi keamanan di Papua Tengah.
Aparat menilai ada pihak tertentu yang mencoba memecah hubungan masyarakat dengan aparat keamanan melalui penyebaran isu yang belum terverifikasi.
Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi provokatif yang beredar di media sosial.
“Insiden ini sangat mungkin merupakan aksi provokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah TNI dengan masyarakat Papua,” kata Wirya.
Patroli Diperketat, Korban Dapat Pendampingan
Saat ini, Satgas Koops Habema meningkatkan patroli dan pengamanan di sekitar Distrik Agisiga guna mencegah gangguan keamanan susulan.
Aparat juga berkoordinasi dengan pihak gereja, tenaga medis, dan tokoh masyarakat untuk membantu penanganan korban luka.
Selain itu, TNI memastikan perkembangan kasus ledakan di Intan Jaya akan disampaikan secara terbuka sesuai hasil investigasi di lapangan. **
Editor : Hadwan












