Google Resmi Luncurkan Asisten Proaktif Gemini Spark

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Melampaui obrolan biasa. Google resmi memasuki era

Melampaui obrolan biasa. Google resmi memasuki era "Agentic AI" dengan meluncurkan Gemini Spark, asisten cerdas yang bekerja secara proaktif di latar belakang untuk menyelesaikan tugas pengguna, serta kacamata pintar yang siap meluncur tahun ini. Dok: Istimewa.

MOUNTAIN VIEW, POSNEWS.CO.ID – Google resmi memulai era “Agentic AI”. CEO Sundar Pichai memperkenalkan asisten cerdas terbaru, Gemini Spark, dalam konferensi pengembang tahunan Google I/O, Selasa (19/5/2026). Asisten ini mampu melakukan tugas secara proaktif demi kepentingan pengguna.

Sebelumnya, asisten AI hanya sekadar menjawab pertanyaan. Namun, Gemini Spark kini bekerja di balik layar. Sistem ini mampu mengelola catatan rapat, surel, dan pesan secara mandiri. Oleh karena itu, pengguna dapat merasakan bantuan yang nyata dalam aktivitas sehari-hari.

Gemini 3.5: Kecepatan dan Efisiensi Baru

Google meluncurkan keluarga model terbaru, Gemini 3.5. Tahap awalnya, perusahaan merilis model “Flash” untuk pengguna global. Google mengklaim model ini memiliki kecepatan empat kali lipat lebih tinggi dari kompetitor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, model Flash menjadi standar bawaan untuk aplikasi Gemini dan fitur “AI mode” di Google Search. Tidak hanya itu, Google juga sedang menyiapkan model Gemini Pro versi 3.5. Mereka berencana merilis versi ini kepada publik pada bulan depan.

Baca Juga :  Ekspor Minyak Venezuela Terjun Bebas: Kapal Tanker Terjebak, AS Siap Sita Lebih Banyak

Selain itu, model-model ini telah melalui pelatihan keamanan yang jauh lebih ketat. Dengan demikian, AI akan lebih jarang menghasilkan konten berbahaya atau menolak menjawab pertanyaan yang aman bagi pengguna.

Gemini Omni: Kreasi Video Realistis

Google turut memperkenalkan model Gemini Omni. Alat ini memungkinkan pengguna membuat konten video berkualitas tinggi melalui perintah teks, gambar, atau audio. Pengguna bahkan dapat menyunting video tersebut melalui percakapan alami dengan AI.

Di samping itu, Omni memiliki pemahaman mendalam tentang gaya gravitasi dan dinamika fluida. Oleh sebab itu, video yang dihasilkan terlihat jauh lebih realistis dibanding model lainnya. Google akan menyematkan tanda air digital “SynthID” pada setiap video yang tercipta guna menjamin verifikasi keaslian konten.

Kacamata Pintar dan Masa Depan Pencarian

Google menghidupkan kembali proyek kacamata pintar mereka. Perusahaan bekerja sama dengan Samsung dan merek eyewear seperti Gentle Monster dan Warby Parker. Rencananya, dua jenis kacamata akan hadir pada musim gugur nanti.

  • Audio Glasses: Memberikan bantuan suara langsung ke telinga pengguna.
  • Display Glasses: Menyediakan informasi visual langsung di depan mata.
Baca Juga :  Bagaimana Soft Power Budaya Mengatur Ulang Diplomasi?

Selain itu, mesin pencari Google kini mendapatkan pembaruan terbesar dalam 25 tahun terakhir. “AI mode” pada Google Search akan menyajikan jawaban yang lebih bersifat percakapan bagi pengguna. Fitur ini telah melayani lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia.

Mengelola Ekspektasi dan Keamanan

Investasi Alphabet Inc. dalam pengembangan AI mencapai angka yang fantastis, yakni $190 miliar tahun ini. Maka dari itu, perusahaan harus membuktikan nilai investasi tersebut melalui pertumbuhan pendapatan yang kuat.

Singkatnya, langkah Google ini menegaskan posisi mereka dalam perlombaan AI. Di tahun 2026 yang penuh gejolak teknologi, kemampuan AI untuk membantu manusia secara proaktif akan menjadi standar baru industri. Dengan demikian, dunia kini menanti bagaimana asisten proaktif ini mengubah produktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita
SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan
Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark
Dendam Lama Meledak di Panggung Nikahan, Lansia Tanjung Priok Ditangkap
AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal
Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun
Ini Tampang Kecot Rampok Wanita Bogor, Mobil Dijual Murah buat Judol dan Foya-foya

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:03 WIB

Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:44 WIB

Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:30 WIB

SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:57 WIB

Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:57 WIB

Dendam Lama Meledak di Panggung Nikahan, Lansia Tanjung Priok Ditangkap

Berita Terbaru

Pintu perdamaian terbuka. Presiden Donald Trump mengeklaim negosiasi dengan Iran telah mencapai tahap akhir, meski isu nuklir dan kontrol Selat Hormuz masih menjadi ganjalan besar bagi tercapainya perdamaian permanen. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:03 WIB

Era baru eksplorasi ruang angkasa. SpaceX sukses meluncurkan Starship V3, roket paling kuat yang pernah dibuat manusia, sebagai langkah krusial bagi ambisi NASA mendaratkan astronot di Bulan dan rencana perjalanan manusia ke Mars. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:30 WIB

Taylor Swift hingga Matthew McConaughey kini menggunakan hukum merek dagang untuk melindungi wajah dan suara mereka dari kloning kecerdasan buatan. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:57 WIB