PM Takaichi Bentuk Kelompok Riset Baru di Internal LDP

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komitmen kuat Tokyo. Jepang melanjutkan sanksi keras terhadap Rusia dan mempererat kerja sama taktis rekonstruksi bersama Ukraina. Dok: Istimewa.

Komitmen kuat Tokyo. Jepang melanjutkan sanksi keras terhadap Rusia dan mempererat kerja sama taktis rekonstruksi bersama Ukraina. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Partai Demokrat Liberal (LDP) Jepang meluncurkan kelompok riset baru pada hari Kamis. Kelompok ini melibatkan sebagian besar anggota parlemen dari partai berkuasa tersebut. Mereka berupaya mempromosikan agenda kebijakan keamanan nasional dan ekonomi Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Taro Aso, mantan perdana menteri sekaligus Wakil Presiden LDP, memimpin inisiatif ini. Oleh karena itu, langkah tersebut membantu Takaichi mengonsolidasikan basis kekuasaannya dalam partai yang ia pimpin sejak Oktober lalu. Selain itu, sebanyak 347 dari 417 anggota parlemen LDP secara resmi bergabung dalam kelompok ini.

Dukungan Lintas Rival Politik

Kelompok ini mencakup anggota parlemen yang mendukung Takaichi saat pemilihan ketua partai tahun lalu. Bahkan, beberapa rival politik yang sempat bersaing dengannya pun turut bergabung. Mantan Menteri Keuangan Katsunobu Kato memimpin kelompok tersebut sebagai ketua pelaksana.

Kato menyampaikan tujuan utama kelompok ini dalam acara peluncuran di parlemen. Mereka akan mendukung pemerintah melalui upaya terpadu guna mencari jawaban atas berbagai tantangan yang ada. Selanjutnya, Taro Aso akan menjabat sebagai penasihat tertinggi. Aso tetap mempertahankan pengaruh besar di internal partai dan membantu Takaichi memenangkan pemilihan presiden LDP pada Oktober lalu.

Tokoh Kunci dan Pembersihan Skandal

Para inisiator lainnya mencakup petinggi LDP. Beberapa nama di antaranya adalah Koichi Hagiuda selaku Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal, Masaji Matsuyama, dan Sekretaris Kabinet Minoru Kihara.

Namun, Koichi Hagiuda sebelumnya terlibat dalam skandal dana ilegal yang terungkap akhir 2023. Kasus tersebut memberikan pukulan berat bagi reputasi partai. Hagiuda juga dikenal sebagai mantan ajudan dekat mendiang mantan PM Shinzo Abe, mentor politik Takaichi. Di sisi lain, mantan rival Takaichi dalam pemilihan ketua partai—seperti Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi, Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi, dan kepala pembuat kebijakan Takayuki Kobayashi—turut tercatat sebagai anggota pendiri.

Perubahan Dinamika Faksi LDP

Pasca-skandal dana ilegal, LDP membubarkan faksi-faksi internal yang selama ini mendominasi politik Jepang. Meskipun demikian, faksi yang dipimpin oleh Taro Aso tetap bertahan. Kelompok baru ini seolah menjadi wujud baru dari konsolidasi kekuasaan yang lebih terpusat.

Baca Juga :  Pedro Sánchez Desak Dunia Tinggalkan Pola Pikir Zero-Sum

Masa jabatan Takaichi sebagai pemimpin LDP akan berlangsung hingga September 2027. Oleh sebab itu, kontes pemilihan ketua LDP berikutnya kemungkinan besar akan terjadi pada musim gugur tahun depan. Sebagai simbol dukungan, Duta Besar AS untuk Jepang, George Glass, hadir dalam pertemuan pertama sebagai tamu kehormatan dan memberikan kuliah mengenai aliansi Jepang-AS.

Menatap Pemilu Mendatang

Langkah ini menunjukkan upaya Takaichi untuk menciptakan stabilitas di dalam LDP. Singkatnya, dukungan mayoritas anggota parlemen menjadi modal besar bagi pemerintahannya dalam mengawal agenda nasional.

Dengan demikian, masyarakat kini memantau apakah kelompok riset ini mampu meredam perbedaan pandangan di internal partai. Di tahun 2026 yang penuh gejolak, soliditas dukungan parlemen menjadi kunci utama bagi keberhasilan kebijakan keamanan nasional di Tokyo.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Batalkan Latihan Militer Amfibi Ssangyong dengan Korsel
Selandia Baru Rancang Undang-Undang Larangan Media Sosial
Jepang Janjikan Dukungan untuk Presiden ICC Tomoko
Serangan Drone Rusia Hantam Pusat Perbelanjaan Ukraina
AS Berlakukan Tarif 50% ke Kanada, Ottawa Langsung Balas
Tabrakan Maut di Inggris Utara Tewaskan Tujuh Orang
Hakim Federal AS Batalkan Kebijakan Larangan Visa
Serangan Drone Ukraina Tewaskan 10 Orang di Rusia

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:42 WIB

AS Batalkan Latihan Militer Amfibi Ssangyong dengan Korsel

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Selandia Baru Rancang Undang-Undang Larangan Media Sosial

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Jepang Janjikan Dukungan untuk Presiden ICC Tomoko

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Serangan Drone Rusia Hantam Pusat Perbelanjaan Ukraina

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:00 WIB

AS Berlakukan Tarif 50% ke Kanada, Ottawa Langsung Balas

Berita Terbaru

Polemik Rekening Aktivis AMPB Berakhir, Bank Mandiri Buka Kembali Akses Dana. (Posnews/Ist)

NASIONAL

Rekening Botok Dibuka Lagi, Bank Mandiri Minta Maaf

Rabu, 26 Agu 2026 - 16:07 WIB