KYIV, POSNEWS.CO.ID – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memberikan bantuan sistem pertahanan udara. Ia menyampaikan permohonan tersebut secara resmi melalui surat bersama kepada Trump dan Kongres AS pada hari Kamis.
Zelenskyy menegaskan bahwa rudal balistik kini menjadi andalan utama militer Rusia. Akibatnya, Moskow terus memiliki keunggulan konvensional di medan tempur. Oleh sebab itu, ia meminta bantuan mendesak berupa baterai Patriot beserta rudal pencegatnya (interceptor).
Keterbatasan Amunisi di Tengah Krisis Selat Hormuz
Ukraina saat ini hanya mengandalkan sistem Patriot buatan AS untuk meredam serangan udara Rusia. Namun, pasukan Kyiv terus menghadapi krisis amunisi rudal pencegat yang sangat parah. Meskipun demikian, perang Iran di Timur Tengah kini berpotensi membuat pasokan global semakin langka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama ini, Ukraina membeli rudal Patriot melalui program PURL milik aliansi pertahanan NATO. Selanjutnya, para sekutu Eropa bertindak sebagai penyedia dana utama dalam skema pembelian tersebut. Akan tetapi, Zelenskyy menilai kecepatan pengiriman program PURL saat ini sudah tidak mampu mengimbangi ancaman udara Rusia.
Serangan Rudal Oreshnik dan Desakan Diplomasi
Rusia baru saja meluncurkan serangan udara secara besar-besaran dengan menggunakan $30$ rudal balistik. Sayangnya, sistem pertahanan udara Ukraina hanya mampu menembak jatuh $11$ rudal di antaranya. Selain itu, militer Rusia juga menembakkan dua rudal balistik jarak menengah Oreshnik berkemampuan nuklir.
Satu rudal Oreshnik menghantam wilayah Kyiv. Sementara itu, rudal lainnya jatuh di wilayah pendudukan Donetsk. Dengan demikian, ancaman kehancuran infrastruktur sipil kini semakin meningkat tajam.
Zelenskyy berargumen bahwa penutupan celah pertahanan udara akan memaksa Putin untuk bernegosiasi secara jujur. Sebab, Rusia tidak akan tertarik pada jalur diplomasi selama mereka masih memiliki keunggulan militer. Oleh karena itu, ia berharap Washington segera memberikan tanggapan positif demi menyelamatkan masa depan negaranya.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












