PONTIANAK, POSNEWS.CO.ID – Nilai Tukar Petani (NTP) di wilayah Provinsi Kalimantan Barat mengalami kenaikan signifikan pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar mencatat angka NTP kini menyentuh level 178,38 poin.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 1,97 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya sebesar 174,93 poin. Dengan demikian, kenaikan ini mengindikasikan adanya perbaikan daya beli masyarakat tani secara nyata di wilayah pedesaan.
Peran Karet dan Sawit sebagai Penopang Pendapatan
Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin, menjelaskan bahwa penguatan harga komoditas menjadi motor penggerak utama. Secara spesifik, kenaikan harga jual karet dan kelapa sawit memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan petani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Indeks harga hasil produksi petani tumbuh jauh lebih cepat daripada pengeluaran mereka,” ujar Saichudin pada Selasa, 2 Juni 2026. Sebagai contoh, indeks harga yang diterima petani (It) naik 2,47 persen hingga mencapai level 226,79 poin.
Sementara itu, indeks harga yang harus petani bayar (Ib) hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,49 persen. Oleh sebab itu, para petani subsektor perkebunan rakyat dapat menikmati margin keuntungan yang jauh lebih tebal.
Variasi Kesejahteraan Antar Subsektor
Kenaikan NTP ini tidak hanya memanjakan petani perkebunan yang subsektornya tumbuh subur sebesar 2,35 persen. Selanjutnya, petani tanaman pangan dan hortikultura juga mencatatkan pertumbuhan positif masing-masing sebesar 0,93 persen dan 0,68 persen.
Akan tetapi, peternak dan nelayan lokal masih harus menghadapi tekanan ekonomi yang cukup berat. Subsektor peternakan justru merosot sebesar 1,16 persen akibat pelemahan harga ayam pedaging dan telur di pasar.
Di sisi lain, sektor perikanan juga mengalami penurunan NTP sebesar 0,17 persen karena kenaikan biaya operasional. Akibatnya, para nelayan harus mengeluarkan modal operasional lebih besar dibandingkan nilai hasil tangkapan mereka di laut.
Pertumbuhan Tertinggi di Pulau Kalimantan
Pencapaian positif ini menempatkan Kalimantan Barat di posisi teratas dalam peta pertumbuhan NTP regional Kalimantan. Kenaikan Kalbar sebesar 1,97 persen berhasil mengalahkan kinerja seluruh provinsi tetangga di pulau tersebut.
Sebagai perbandingan, Provinsi Kalimantan Tengah mencatatkan pertumbuhan terendah yang hanya menyentuh angka 0,21 persen. Dengan begitu, pemerintah daerah berharap momentum positif ini dapat terus menjaga daya beli masyarakat perdesaan secara berkelanjutan.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












