Hasan Nasbi Ungkap Praktik Curang Komoditas Selama 40 Tahun

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mengakhiri kebocoran ekonomi nasional. Penasihat Khusus Presiden Hasan Nasbi membongkar berbagai modus curang ekspor komoditas strategis yang kini diberantas lewat sistem satu pintu Danantara. Dok: Istimewa.

Mengakhiri kebocoran ekonomi nasional. Penasihat Khusus Presiden Hasan Nasbi membongkar berbagai modus curang ekspor komoditas strategis yang kini diberantas lewat sistem satu pintu Danantara. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Indonesia membongkar praktik kecurangan sistemik dalam perdagangan komoditas strategis nasional yang berlangsung selama 40 tahun. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, mengungkapkan bahwa kejahatan ekonomi ini merugikan negara dalam jumlah fantastis.

Hasan menyebut banyak pihak di sektor komoditas sebenarnya sudah mengetahui modus lancung tersebut sejak lama. Namun, mereka tidak memiliki keberanian untuk membicarakannya atau mencari solusi atas persoalan krusial ini. Selanjutnya, ia menegaskan hanya Presiden Prabowo Subianto yang berani bersikap tegas untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

Modus Manipulasi Volume dan Nilai Ekspor

Hasan menjelaskan secara rinci modus kecurangan dalam ekspor batubara dan kelapa sawit ke luar negeri. Secara spesifik, salah satu praktik yang paling sering terjadi adalah undercounting atau manipulasi jumlah barang ekspor.

Dalam modus ini, pelaku sengaja mencatat volume barang jauh lebih rendah daripada jumlah ekspor yang sebenarnya. “Sebagai contoh, mereka mengekspor 10 unit barang tetapi hanya mencatatkan 5 unit saja,” kata Hasan pada Selasa, 2 Juni 2026. Akibatnya, sisa barang yang tidak tercatat dikirim secara ilegal tanpa memberikan kontribusi pajak kepada negara.

Selain itu, pelaku juga menerapkan praktik underinvoicing dengan memanipulasi nilai faktur tagihan ekspor. Sebagai contoh, nilai ekspor asli sebuah perusahaan mencapai Rp 100 miliar. Namun, mereka hanya mengklaim nilai transaksi sebesar Rp 50 miliar kepada otoritas bea cukai nasional.

Permainan Transfer Pricing Lewat Singapura

Hasan juga menyoroti praktik transfer pricing yang memindahkan margin keuntungan perusahaan ke luar negeri. Pelaku biasanya mendirikan perusahaan afiliasi di negara suaka pajak seperti Singapura untuk memainkan harga jual.

Dalam skema ini, perusahaan di Indonesia menjual komoditas ke afiliasinya di Singapura dengan harga di bawah pasar. Komoditas yang seharusnya bernilai Rp 15.000 hanya dijual seharga Rp 10.000 saja. Selanjutnya, perusahaan afiliasi di Singapura menjual kembali barang tersebut ke pembeli akhir dengan harga normal Rp 15.000.

Baca Juga :  Keluarga Korban Konfrontasi Pemilik Bar Swiss

Dengan demikian, keuntungan selisih sebesar Rp 5.000 sepenuhnya menetap di Singapura dan tidak masuk ke Indonesia. “Uangnya tidak ada di Indonesia, lalu siapa yang memegang uang tersebut? Bukan kita,” tegas Hasan secara lugas.

Langkah Berani Prabowo dan Danantara

Seluruh praktik manipulasi tersebut menelan potensi pendapatan negara hingga mencapai Rp 2.600 triliun setiap tahunnya. Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah radikal untuk menghentikan kebocoran kas negara tersebut.

Pemerintah kini menata ulang sistem tata niaga ekspor melalui pembentukan ekspor satu pintu. Sementara itu, lembaga Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan mengendalikan penuh seluruh perdagangan luar negeri untuk komoditas strategis. Prabowo mengambil langkah berani ini demi mengembalikan hak-hak rakyat serta menegakkan kedaulatan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapal Bawa 1,16 Ton Ketamin, Kapolri Ingatkan Modus Narkotika Cair lewat Vape
Izin Tambang Emas PT KEL di Nabire Dicabut, Satgas Temukan Pelanggaran
25.338 Titik Panas Terdeteksi di Enam Provinsi, Kalteng Terbanyak
Sengketa Lahan Summarecon Berujung Dugaan Suap, KPK Telusuri Uang Rp800 Juta
Aduan Warga Berujung Razia Kalibata City, 45 WNA Jalani Pemeriksaan Imigrasi
Badan Kapal Masih Panas, Polisi Belum Bisa Olah TKP KMP Batumandi
103 Siswa Diduga Keracunan MBG di Bogor, Dapur Penyedia Disetop 20 Hari
11 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Tiga Perusahaan Bermodal Asing

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Kapal Bawa 1,16 Ton Ketamin, Kapolri Ingatkan Modus Narkotika Cair lewat Vape

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Izin Tambang Emas PT KEL di Nabire Dicabut, Satgas Temukan Pelanggaran

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:27 WIB

25.338 Titik Panas Terdeteksi di Enam Provinsi, Kalteng Terbanyak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Sengketa Lahan Summarecon Berujung Dugaan Suap, KPK Telusuri Uang Rp800 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Aduan Warga Berujung Razia Kalibata City, 45 WNA Jalani Pemeriksaan Imigrasi

Berita Terbaru

Ilustrasi, Serangan ruyung di kantor Hannah Beazley dan insiden mobil terhadap Helen Haines memicu kekhawatiran keselamatan politisi perempuan Australia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran

Sabtu, 24 Okt 2026 - 11:25 WIB

BYD meluncurkan mobil listrik ultra-ringkas Racco di Makau dan Sri Lanka. Simak strategi BYD mengekspansi EV spesifikasi kei car Jepang ke Asia. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

BYD Ekspansi Mobil Listrik Ultra-Ringkas Racco ke Makau

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WIB

Ribuan pelajar dan guru menggelar demonstrasi di Athena Yunani untuk menuntut hunian murah dan kenaikan anggaran pendidikan di tengah inflasi Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Sabtu, 24 Okt 2026 - 08:21 WIB