WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki pada awal Juli mendatang. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengonfirmasi kepastian tersebut dalam rapat dengar pendapat Kongres pada hari Rabu.
Akibatnya, pengumuman penting ini langsung memberikan napas lega bagi para pemimpin negara sekutu di Eropa. Sebab, publik sebelumnya meragukan kehadiran Trump akibat perselisihan tajam mengenai keterlibatan militer dalam perang Iran.
Frustrasi Trump Terhadap Sekutu Eropa
Rubio menjelaskan bahwa kejengkelan utama Trump berpusat pada pembatasan akses pangkalan militer luar negeri saat krisis terjadi. Beberapa negara sekutu melarang jet tempur AS melintasi wilayah udara mereka secara sepihak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, mereka juga menolak mengirimkan armada kapal perang untuk membantu mengamankan Selat Hormuz. Para pemimpin Eropa memang enggan terlibat langsung dalam operasi militer bersama AS dan Israel di Timur Tengah. Sebab, mereka khawatir aksi tersebut akan memicu gelombang protes yang tidak populer dari warga domestik mereka.
Ketegangan di Dalam Tubuh Aliansi
Trump bahkan sempat menjuluki aliansi pertahanan transatlantik yang berusia 77 tahun tersebut sebagai “macan kertas”. Oleh karena itu, ia sempat mengancam akan menarik keluar Amerika Serikat dari keanggotaan NATO pada awal tahun ini.
Trump menilai negara sekutu Eropa terlalu bergantung pada jaminan keamanan AS tanpa memberikan kontribusi nyata. Meskipun begitu, Rubio memastikan bahwa Amerika Serikat tidak akan meninggalkan sekutu dekat mereka begitu saja.
“Presiden sendiri akan hadir untuk memperjelas semua poin perselisihan ini kepada para sekutu,” tegas Rubio kepada anggota dewan.
Momen Krusial dalam Sejarah NATO
Pertemuan puncak para kepala negara ini akan berlangsung di ibu kota Turki, Ankara, pada 7 dan 8 Juli mendatang. Rubio menilai KTT tahun ini akan menjadi pertemuan paling penting dalam sejarah panjang aliansi tersebut. Sebab, para pemimpin harus segera menyelaraskan kembali visi pertahanan global mereka di tengah ketidakpastian keamanan dunia.
Sementara itu, beberapa pejabat internal NATO kabarnya mulai mempertimbangkan penghapusan agenda KTT tahunan berikutnya. Dengan demikian, mereka dapat menghindari potensi ketegangan diplomatik dengan Trump menjelang akhir masa jabatannya pada tahun 2028.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












