Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ambisi menguasai pasar yang terhalang hukum. Hakim federal menghentikan sementara proses akuisisi raksasa Paramount terhadap Warner Bros akibat kekhawatiran monopoli. Dok: Istimewa.

Ambisi menguasai pasar yang terhalang hukum. Hakim federal menghentikan sementara proses akuisisi raksasa Paramount terhadap Warner Bros akibat kekhawatiran monopoli. Dok: Istimewa.

LOS ANGELES, POSNEWS.CO.ID – Dunia hiburan Hollywood menghadapi guncangan besar hari ini.

Hakim federal menghentikan sementara rencana penggabungan raksasa Paramount dan Warner Bros. Keputusan ini merusak ambisi kedua perusahaan untuk merampungkan transaksi pekan ini.

Intervensi Hukum Menghentikan Penyatuan Raksasa

Hakim federal Araceli Martinez-Olguin menerbitkan perintah larangan sementara pada Selasa kemarin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koalisi dua belas negara bagian mendesak penghentian langkah merger tersebut. Mereka menilai transaksi raksasa ini melanggar undang-undang antimonopoli federal Amerika Serikat.

Pemerintah daerah mengkhawatirkan dampak buruk penggabungan usaha ini bagi konsumen. Langkah penggabungan berpotensi memicu lonjakan harga tiket dan layanan. Selain itu, publik juga akan menghadapi pengurangan produksi film dan acara televisi.

Baca Juga :  Legislator AS Tekan Pentagon: Cairkan Bantuan Keamanan

Paramount sebenarnya menargetkan penyelesaian transaksi penuh pada hari Rabu ini. Namun, keputusan hakim mengunci proses finalisasi selama empat belas hari ke depan. Pengadilan bahkan berpeluang memperpanjang masa penundaan hingga dua puluh delapan hari.

Pertarungan Argumen Hukum di Meja Hijau

Kuasa hukum Paramount Jeffrey Kessler membantah keras tuduhan monopoli pasar tersebut. Kessler menilai koalisi negara bagian gagal menyajikan bukti persaingan tidak sehat.

Meskipun demikian, Hakim Martinez-Olguin tetap memihak kepada kepentingan publik. Ia mewajibkan kedua perusahaan tetap beroperasi secara terpisah saat ini. Keduanya harus bersaing secara sehat sepanjang proses persidangan berjalan.

Jaksa Agung California Rob Bonta menyambut gembira keputusan taktis hakim tersebut. Bonta mengklaim kemenangan awal ini sangat penting bagi ekosistem kreatif.

“Kami menginginkan pasar bebas yang adil bagi seluruh pelaku industri,” tegas Bonta. Ia menilai merger ilegal ini hanya akan merugikan bioskop dan penonton.

Baca Juga :  Dua Kobaran Api Raksasa Bersiap Menyatu di Barat Madrid

Drama Panjang Perebutan Mahkota Warner Bros

Saga akuisisi ini menyajikan banyak kejutan dramatis sejak tahun lalu.

Raksasa teknologi Netflix awalnya menawarkan dana fantastis untuk membeli perusahaan. Netflix menyiapkan dana delapan puluh dua miliar dolar pada Desember silam.

Namun, rencana tersebut berantakan setelah Paramount mengajukan penawaran tandingan. Paramount meluncurkan penawaran tunai agresif senilai seratus sepuluh miliar dolar AS.

Warner Bros akhirnya memilih bernegosiasi ulang bersama pihak Paramount. Langkah berani ini memaksa Netflix mundur dari persaingan pada Februari lalu.

Kini, Paramount memprotes keras keputusan penundaan transaksi oleh pengadilan federal. Manajemen menyebut gugatan antimonopoli tersebut sebagai kasus paling lemah dalam sejarah. Mereka berjanji akan melawan seluruh tuduhan demi menyelamatkan transaksi raksasa ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Futures Sawit Malaysia Naik, Ikuti Kinerja Bursa Dalian
Kebakaran Hutan Landa Belgia dan Yunani, Dua Tewas
Trump Perintahkan Pentagon Kurangi Latihan Militer
Menteri Israel Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30-40 Orang
Serangan Drone dan Rudal Tewaskan 19 Orang di Rusia-Ukraina
Panglima AS Puji USS Lincoln, Kushner Gelar Pertemuan
Impor Minyak Nabati India Capai Level Tertinggi 10 Bulan
Trump Tuduh Vandal Rusak Rumput National Mall

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Futures Sawit Malaysia Naik, Ikuti Kinerja Bursa Dalian

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Kebakaran Hutan Landa Belgia dan Yunani, Dua Tewas

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Trump Perintahkan Pentagon Kurangi Latihan Militer

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Menteri Israel Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30-40 Orang

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:15 WIB

Serangan Drone dan Rudal Tewaskan 19 Orang di Rusia-Ukraina

Berita Terbaru

PC Partner Group memperingatkan GPU entry-level akan menghadapi kelangkaan lebih parah pada paruh kedua 2026, mendorong harga upgrade PC gaming. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

GPU Entry-Level Terancam Langka Paruh Kedua 2026

Rabu, 19 Agu 2026 - 13:18 WIB

Xiaomi resmi meluncurkan Mijia Refrigerator Pro 600L Cross-Door Automatic Ice Maker di Tiongkok. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Xiaomi Rilis Kulkas Mijia Pro 600L dengan Ice Maker

Rabu, 19 Agu 2026 - 11:07 WIB

Ugreen resmi mengumumkan penjualan charger Nexode Pro 100W four-port GaN di pasar Inggris, dilengkapi layar TFT dan dukungan pengisian cepat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Ugreen Rilis Charger Nexode Pro 100W Four-Port GaN

Rabu, 19 Agu 2026 - 10:54 WIB

Samsung dikabarkan bakal semakin agresif di pasar hape layar lipat tahun depan, dengan rencana menghadirkan lima model foldable sekaligus pada 2027. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Samsung Dikabarkan Rilis Lima Hape Layar Lipat Sekaligus

Rabu, 19 Agu 2026 - 09:48 WIB