Gagal Amankan Kursi DK PBB: Sikap Jerman Terhadap Ukraina dan Israel

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Pukulan diplomasi bagi Berlin. Jerman gagal mengamankan kursi Dewan Keamanan PBB akibat aksi lobi Rusia serta komitmen kuat Jerman terhadap pertahanan Ukraina dan Israel. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Pukulan diplomasi bagi Berlin. Jerman gagal mengamankan kursi Dewan Keamanan PBB akibat aksi lobi Rusia serta komitmen kuat Jerman terhadap pertahanan Ukraina dan Israel. Dok: Istimewa.

BERLIN, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Jerman gagal mengamankan kursi non-permanen di Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu waktu setempat. Akibatnya, kekalahan memalukan ini menjadi pukulan telak bagi pemerintahan Kanselir Friedrich Merz yang sedang menghadapi krisis domestik.

Tudingan Lobi Rusia dan Komitmen Terhadap Israel

Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, memberikan penjelasan lengkap mengenai hasil pemungutan suara di New York tersebut. Menurutnya, dukungan kuat Jerman terhadap Ukraina memicu kemarahan Rusia di panggung diplomasi internasional. Sebab, Rusia secara aktif menghasut negara-negara anggota PBB untuk tidak memilih Jerman.

Baca Juga :  AS Peringatkan Warganya di Venezuela Jadi Target Buruan Milisi

Selain itu, Wadephul menilai tanggung jawab historis Jerman terhadap Israel juga turut menggerus perolehan suara mereka. Namun, ia menegaskan Jerman tidak akan pernah melepaskan tanggung jawab moral tersebut demi kepentingan politik praktis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kritik Tajam dari Oposisi dan AfD

Kekalahan memalukan ini langsung memicu gelombang kritik tajam dari berbagai faksi politik di dalam negeri Jerman. Sebagai contoh, wakil ketua fraksi Partai Hijau, Agnieszka Brugger, menyebut pemerintah terlalu pasif dalam meluncurkan lobi.

Sementara itu, partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) menilai hasil ini sebagai bukti kegagalan kebijakan luar negeri. Politisi AfD, Markus Frohnmaier, menuduh pemerintah pimpinan Merz telah mengisolasi Jerman dari pergaulan internasional. Di sisi lain, Frohnmaier beserta rombongan parlemen AfD justru menghadiri forum ekonomi rancangan Vladimir Putin di St Petersburg.

Baca Juga :  Keir Starmer Bertahan di Tengah Isu Kudeta Internal Partai

Merz Tetap Optimis Jaga Multilateralisme

Kanselir Friedrich Merz berupaya meredam kekecewaan publik dengan memberikan ucapan selamat kepada Austria dan Portugal. Dengan demikian, kedua negara tetangga tersebut akan mengemban tugas di Dewan Keamanan untuk periode dua tahun ke depan.

Merz menegaskan bahwa kegagalan ini tidak akan mengubah arah kebijakan luar negeri Jerman secara drastis. Oleh karena itu, Jerman berkomitmen untuk tetap menjadi pilar utama yang andal dalam sistem multilateral PBB.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin
USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terbaru

Tim penyelamat Nepal gencar mencari korban banjir bandang usai dua pekerja PLTA ditemukan hidup, sementara korban tewas kedua negara tembus 1.325 jiwa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 Sep 2026 - 18:27 WIB

PM Yunani Kyriakos Mitsotakis janjikan pemangkasan pajak dan kenaikan gaji jelang pemilu, di tengah protes buruh atas biaya hidup tinggi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 Sep 2026 - 17:25 WIB