Bulog Permudah Pedagang Pasar Pesan Beras SPHP Tanpa Aplikasi Klik SPHP

Jumat, 29 Agustus 2025 - 06:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Bulog memfasilitasi pedagang pasar memesan beras SPHP tanpa menggunakan aplikasi Klik SPHP. (Dok-Istimewa)

Petugas Bulog memfasilitasi pedagang pasar memesan beras SPHP tanpa menggunakan aplikasi Klik SPHP. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Perum Bulog mempermudah pedagang pasar tradisional memesan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tanpa repot menggunakan aplikasi Klik SPHP. Kini, pedagang cukup menghubungi petugas Bulog yang ditugaskan di pasar, baik lewat WhatsApp maupun secara langsung.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, kebijakan ini dibuat karena banyak pedagang kecil, terutama lansia, kesulitan menggunakan aplikasi digital. “Mayoritas pedagang di pasar tradisional rata-rata kepala tujuh. Mereka tidak terbiasa dengan handphone,” jelas Rizal, Senin malam (25/8/2025) di Jakarta.

Dengan mekanisme baru, petugas Bulog akan mengkoordinasikan satu atau beberapa pasar, menerima pesanan dari pedagang, lalu memasukkan data ke Klik SPHP. “Pengecer cukup WA ke petugas, misal ‘Mas, saya pesan sekian hari ini’. Petugas yang memasukkan data dan menindaklanjuti pesanan,” terangnya.

Agar tertib administrasi, setiap pemesanan tetap harus didukung surat kuasa dari pedagang. Rizal menekankan, sistem manual ini akan memudahkan pedagang tanpa mengurangi ketertelusuran. “Petugas pesan melalui Klik SPHP, lalu beras langsung diantar ke masing-masing pengecer,” ujar Rizal.

Namun, jumlah petugas Bulog terbatas sehingga satu petugas bisa menangani beberapa pasar. “Satu orang pegang dua pasar, bukan satu pasar saja,” jelasnya.

Baca Juga :  Rekrutmen KAI 2025: Kesempatan Karier untuk Lulusan SLTA, D3, dan D4/S1

Mekanisme baru ini masih dalam tahap konsep dan diajukan ke Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk revisi. Rizal juga meluruskan isu yang beredar soal kewajiban memfoto pembelian beras SPHP. Menurutnya, hal itu hanya berlaku untuk program bantuan pangan, bukan SPHP.

“Klik SPHP hanya untuk pencatatan pesanan, bukan foto atau serah terima barang. Sistem ini tetap bisa digunakan sebagai bukti ketertelusuran,” pungkas Rizal. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi
Kabar Gembira! Tiket Kapal ASDP Diskon Besar Selama Libur Sekolah 2026
Donald Trump Desak Rusia Akhiri Perang Pasca-Pertemuan
MenHAM Pigai: MBG Justru Wujud Pemenuhan Hak Dasar, Bukan Pelanggaran HAM
Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen
Dedi Mulyadi dan AM Hendropriyono Bahas Revitalisasi Wayang, Soroti Moral Bangsa
Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo
Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:49 WIB

Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:32 WIB

Kabar Gembira! Tiket Kapal ASDP Diskon Besar Selama Libur Sekolah 2026

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:46 WIB

Donald Trump Desak Rusia Akhiri Perang Pasca-Pertemuan

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:14 WIB

Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:13 WIB

Dedi Mulyadi dan AM Hendropriyono Bahas Revitalisasi Wayang, Soroti Moral Bangsa

Berita Terbaru

Menyambut perubahan zaman. CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan pentingnya adaptasi teknologi kecerdasan buatan (AI) di tengah kekhawatiran krisis energi nasional. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi

Rabu, 17 Jun 2026 - 08:49 WIB

Peluang damai di Evian. Presiden AS Donald Trump mendesak Rusia menghentikan perang setelah menggelar pertemuan konstruktif bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Dok:   DOMINIQUE JACOVIDES/Pool via REUTERS

INTERNASIONAL

Donald Trump Desak Rusia Akhiri Perang Pasca-Pertemuan

Rabu, 17 Jun 2026 - 07:46 WIB