Iran Akhiri Gelombang Pertama Serangan ke Israel

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan membara di Timur Tengah. Iran mengumumkan berakhirnya gelombang serangan rudal ke Israel sambil memperingatkan aksi militer susulan jika agresi di Lebanon berlanjut. Dok: Istimewa.

Ketegangan membara di Timur Tengah. Iran mengumumkan berakhirnya gelombang serangan rudal ke Israel sambil memperingatkan aksi militer susulan jika agresi di Lebanon berlanjut. Dok: Istimewa.

TEHRAN, POSNEWS.CO.ID – Militer Iran resmi mengumumkan berakhirnya gelombang pertama serangan udara ke wilayah Israel sejak kesepakatan gencatan senjata April lalu. Namun, mereka mengancam akan segera meluncurkan serangan balasan baru jika Israel tetap menggempur wilayah Lebanon.

Saling Serang Target Vital dan Desakan Trump

Israel meluncurkan serangan balasan setelah pihak Tehran menembakkan rentetan rudal pada hari Minggu malam. Sebab, Iran berdalih serangan tersebut merupakan balasan atas aksi pengeboman udara Israel di pinggiran Beirut.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mendesak kedua belah pihak untuk segera menghentikan baku tembak secara total. Sebab, konflik bersenjata ini langsung mengerek harga minyak mentah dunia naik sebesar 4 persen. Akibatnya, ketegangan ini mengancam kelancaran proses perundingan damai global yang sedang berjalan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Militer Israel menggempur pabrik petrokimia di wilayah barat daya Iran yang dituding memproduksi rudal balistik. Sebaliknya, Garda Revolusi Iran (IRGC) membalas dengan menyerang fasilitas serupa milik Israel di kota Haifa. Dengan demikian, aksi ini menandai kontak senjata langsung pertama antara kedua negara sejak bulan April kemarin.

Baca Juga :  20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Syarat Gencatan Senjata dan Blokade Pelabuhan

Komando militer Iran menegaskan bahwa mereka telah memberikan respons menyakitkan atas agresi Israel di Lebanon hulu. “Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menghentikan sementara operasi militer saat ini,” tulis pernyataan resmi tersebut. Namun, mereka memperingatkan akan meluncurkan serangan yang jauh lebih menghancurkan jika Israel tidak menghentikan agresi di Lebanon selatan.

Trump menyatakan melalui media sosial bahwa kedua belah pihak sebenarnya menginginkan gencatan senjata segera. Meskipun begitu, ia menegaskan blokade pelabuhan Iran oleh militer AS akan tetap berjalan hingga tercapainya kesepakatan damai.

Baca Juga :  Whoosh Diserbu Turis Malaysia Saat Libur Nataru, KCIC Catat Lonjakan Penumpang

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengaku sedang bertukar pesan dengan Washington. Namun, ia menyebut proses komunikasi tersebut berlangsung di tengah atmosfer kecurigaan yang sangat tinggi.

Keterlibatan Milisi Houthi Yaman

Sementara itu, kelompok Houthi di Yaman berjanji akan menghentikan pelayaran kapal-kapal Israel di Laut Merah. Selain itu, mereka juga mengeklaim telah meluncurkan dua rudal balistik ke wilayah Israel secara langsung.

Langkah taktis Houthi ini berpotensi mengacaukan jalur pelayaran alternatif minyak mentah dunia. Sebab, blokade Iran atas Selat Hormuz memaksa kapal tangki mencari rute alternatif yang lebih aman. Pada akhirnya, dunia kini menanti apakah jalur diplomasi tertutup ini mampu meredakan badai perang energi global tahun 2026.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dudung Ungkap BGN Siap Suspensi dan Tutup SPPG Bermasalah
Xi Jinping Kunjungi Korea Utara demi Perkuat Poros Pertahanan
KPK Telusuri Hubungan Silmy Karim dan Andrej Frey dalam Skandal Izin Tinggal WNA
Bagaimana Cara Menentukan Harga TBS Sawit?
Satpol PP Segel Helen’s Night Mart Usai Viral Dugaan Pesta Gay di Karawang
Prakiraan Cuaca Jabodetabek 9 Juni 2026, Langit Berawan dan Minim Potensi Hujan
Pemilu Armenia Jadi Saksi Perjuangan Pashinyan Dekati Barat
Penjaga Pantai Taiwan Usir Empat Kapal Tiongkok

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:58 WIB

Dudung Ungkap BGN Siap Suspensi dan Tutup SPPG Bermasalah

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:14 WIB

Xi Jinping Kunjungi Korea Utara demi Perkuat Poros Pertahanan

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:08 WIB

Iran Akhiri Gelombang Pertama Serangan ke Israel

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:09 WIB

KPK Telusuri Hubungan Silmy Karim dan Andrej Frey dalam Skandal Izin Tinggal WNA

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:03 WIB

Bagaimana Cara Menentukan Harga TBS Sawit?

Berita Terbaru

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman. (Posnews/KSP)

NASIONAL

Dudung Ungkap BGN Siap Suspensi dan Tutup SPPG Bermasalah

Selasa, 9 Jun 2026 - 10:58 WIB

Konsolidasi aliansi di Asia Timur. Presiden Tiongkok Xi Jinping memulai kunjungan kenegaraan ke Pyongyang guna mempererat kemitraan taktis di tengah kebuntuan negosiasi nuklir dengan AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Xi Jinping Kunjungi Korea Utara demi Perkuat Poros Pertahanan

Selasa, 9 Jun 2026 - 10:14 WIB

Ketegangan membara di Timur Tengah. Iran mengumumkan berakhirnya gelombang serangan rudal ke Israel sambil memperingatkan aksi militer susulan jika agresi di Lebanon berlanjut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Akhiri Gelombang Pertama Serangan ke Israel

Selasa, 9 Jun 2026 - 09:08 WIB

Menjamin keadilan transaksi hulu. Penjelasan rumus resmi penentuan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit berbasis Indeks K dan harga CPO global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bagaimana Cara Menentukan Harga TBS Sawit?

Selasa, 9 Jun 2026 - 08:03 WIB