LABUHANBATU SELATAN, POSNEWS.CO.ID – Warga Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, dibuat geger setelah seekor buaya muara berukuran sekitar 5 meter tersangkut jaring nelayan di Sungai Barumun, Jumat (24/7/2026).
Buaya berukuran jumbo itu ditemukan di wilayah Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Kampung Rakyat.
Awalnya, nelayan bernama Arman mengira jaring yang dipasangnya menangkap ikan berukuran besar. Namun, saat menarik jaring, ia justru melihat seekor buaya telah terlilit di dalamnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ya, memang tadi dapat pas lagi menjaring cari ikan,” kata Arman, Jumat (24/7/2026).
Buaya Sempat Mengamuk saat Dievakuasi
Penemuan buaya tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar. Nelayan dan warga kemudian berusaha menarik satwa liar itu ke tepi sungai.
Setelah berhasil mendekatkannya ke daratan, warga segera menghubungi perangkat desa dan Polsek Kampung Rakyat.
Proses evakuasi berlangsung menegangkan. Buaya itu sempat berontak dan nyaris menghantam warga yang berada di sekitar lokasi.
Beruntung, tidak ada warga yang terluka. Warga kemudian menjauh dari lokasi dan menunggu petugas datang untuk menangani buaya tersebut.
Petugas Polsek Kampung Rakyat akhirnya mengevakuasi buaya dari lokasi.
Selanjutnya, satwa tersebut akan diserahkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara untuk mendapatkan penanganan sesuai prosedur.
Warga Diminta Waspada
Kemunculan buaya di Sungai Barumun bukan kali pertama terjadi. Warga sebelumnya juga beberapa kali melaporkan kemunculan buaya di sejumlah wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai tersebut.
Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sungai Barumun diminta meningkatkan kewaspadaan.
Warga juga diimbau tidak mendekati atau mencoba menangkap buaya tanpa bantuan petugas.
Jika kembali melihat kemunculan satwa liar, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat desa, kepolisian, atau petugas konservasi.
Langkah tersebut penting untuk mencegah warga maupun satwa liar mengalami cedera dalam proses penanganan. **
Editor : Hadwan













