ODESA, POSNEWS.CO.ID – Perusahaan pelayaran internasional menghentikan layanan menuju pelabuhan Laut Hitam Ukraina.
Penghentian Operasi Raksasa Pelayaran
Keputusan ini merespons lonjakan serangan militer Rusia di kawasan pesisir.
Raksasa pelayaran Maersk dan Hapag-Lloyd mengonfirmasi penghentian operasi di terminal Chornomorsk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Serangan rudal dan drone Rusia meningkatkan risiko keselamatan pelayaran secara signifikan.
Eskalasi konflik ini mendongkrak harga gandum di pasar internasional secara instan.
Lembaga intelijen maritim Lloyd’s List Intelligence membeberkan laporan lonjakan harga tersebut.
Ukraina menyokong pasokan jagung, gandum, kanola, dan minyak nabati dunia.
Kawasan Odesa menyalurkan sekitar 90 persen total ekspor komoditas Ukraina.
Gabungan produksi Rusia dan Ukraina menguasai 30 persen pasokan gandum global.
Data MarineTraffic menunjukkan ketiadaan kapal komersial yang memasuki pelabuhan Ukraina.
Ancaman Krisis Pangan dan Sidang PBB
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyoroti kelumpuhan koridor maritim ini.
Kondisi darurat ini terjadi tepat pada puncak musim panen raya.
Sybiha menilai gempuran Rusia mengancam ketahanan pangan masyarakat dunia secara langsung.
Oleh karena itu Ukraina mendesak penyelenggaraan Sidang Dewan Keamanan PBB.
PBB menjadwalkan pertemuan darurat tersebut pada tanggal 27 Juli mendatang.
Pasokan pertanian menjadi sumber utama penerimaan devisa bagi pemerintah Kyiv.
Militer Rusia terus mengincar terminal gandum dan kapal komersial di pelabuhan.
Broker pelayaran Odesa Anton Shapran menggambarkan keparahan situasi saat ini.
Shapran menilai kondisi pekan ini merupakan yang terburuk sejak 2022.
Serangan Maut Kapal Cargo Golden Leo
Serangan maut Rusia menghantam kapal kargo Golden Leo pada hari Minggu.
Ledakan rudal merenggut nyawa 10 awak kapal di lepas pantai Odesa.
Korban tewas mencakup empat warga negara India yang bekerja di kapal.
Pemerintah India segera memanggil Duta Besar Rusia guna melayangkan protes keras.
Sebaliknya Ukraina meningkatkan gempuran terhadap kapal tanker armada bayangan Rusia.
Pasukan Ukraina menargetkan jalur pelayaran Rusia di Laut Azov.
Lembaga pemantau Kpler mencatat ketiadaan pengiriman hasil bumi dari Odesa.
Pelabuhan Chornomorsk menghentikan aktivitas ekspor jagung sejak 19 Juli lalu.
Pelabuhan Pivdennyi juga tidak mencatatkan aktivitas ekspor sepanjang pekan ini.
Jalur Alternatif Darat dan Sungai Danube
Perusahaan Hapag-Lloyd mengalihkan jalur pengiriman melalui rute darat dan kereta.
Jalur logistik darat melintasi wilayah Polandia dan Rumania menuju pasar Eropa.
Pihak pengelola juga memanfaatkan jaringan pelabuhan sungai di sepanjang Sungai Danube.
Kapal-kapal kecil tetap membawa komoditas pangan melewati rute sungai tersebut.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













