PYONGYANG, POSNEWS.CO.ID – Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan komitmen kuat untuk menjaga kepentingan bersama dengan Korea Utara. Xi menyampaikan janji tersebut langsung kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada hari Senin.
Tiongkok dan Korea Utara sepakat untuk mempererat hubungan taktis demi melindungi kedaulatan wilayah mereka. Sebab, tantangan geopolitik global saat ini menuntut keselarasan langkah pertahanan dari kedua belah pihak.
Komitmen Perlindungan dan Aliansi Strategis
Xi berjanji tidak akan mengubah dukungan mutlak Tiongkok terhadap kepemimpinan sosialis Kim Jong Un. Selain itu, ia mendesak peningkatan kerja sama di sektor pertanian, teknologi, perdagangan, hingga pertahanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungan Xi selama dua hari ini menjadi perjalanan internasional pertamanya sepanjang tahun ini. Sementara itu, militer Korea Utara melepaskan tembakan meriam sebanyak 21 kali untuk menyambut kedatangan delegasi Tiongkok. Ratusan anak-anak juga menyambut hangat Xi di kompleks Lapangan Kim Il Sung.
Istri Xi, Peng Liyuan, bersama jajaran menteri kabinet Tiongkok turut mendampingi kunjungan kenegaraan penting tersebut. Dengan demikian, kehadiran para pejabat tinggi ini membuktikan keseriusan Beijing dalam membina hubungan bilateral.
Penguatan Poros Melawan Hegemoni Barat
Beberapa analis menilai Tiongkok tetap menganggap Korea Utara sebagai aset pertahanan yang sangat berharga. Sebab, aliansi ini berfungsi sebagai penyeimbang kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan Pasifik.
Tiongkok bersama Rusia dan Iran juga memiliki kepentingan yang sama untuk menekan pengaruh global Washington. Oleh sebab itu, Xi berkomitmen untuk membangun tatanan multilateralisme yang adil bersama para sekutunya.
Namun, Korea Utara juga baru-baru ini memamerkan rencana pembangunan kapal perusak berbobot 10.000 ton. Langkah taktis ini bertujuan untuk menunjukkan taji militer mereka menjelang kedatangan delegasi Tiongkok.
Lembaga riset SIPRI bahkan memproyeksikan kepemilikan senjata nuklir Korea Utara telah meningkat menjadi 60 hulu ledak. Akibatnya, pertumbuhan kekuatan militer ini membuat Kim Jong Un kian percaya diri dalam konfrontasi global.
Pemulihan Jalur Transportasi dan Hubungan Dagang
Tiongkok dan Korea Utara kini gencar membuka kembali jalur perbatasan darat pasca-pandemi. Sebagai contoh, maskapai Air China telah mengaktifkan kembali rute penerbangan antar-ibu kota sejak Maret lalu.
Xi menilai pemulihan jalur transportasi ini menjadi momentum emas untuk memperluas hubungan antarmasyarakat. Pada akhirnya, sinergi pertahanan dan ekonomi ini akan memperkokoh posisi kedua negara di panggung dunia.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












