Kamar Indekos Jadi Markas Sabu, Pasutri di Bekasi Diciduk Polisi

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, pasangan suami istri ditangkap. (Posnews/iStock)

Ilustrasi, pasangan suami istri ditangkap. (Posnews/iStock)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Begini lah kalau pemikiran sudah jalan buntu. Bukannya mencari nafkah dengan cara halal, pasangan suami istri (pasutri) berinisial BA (51) dan YZ (41) justru kompak menjalankan bisnis haram narkoba.

Aksi mereka akhirnya berakhir setelah Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membekuk keduanya di sebuah rumah indekos di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Pasangan tersebut diduga menjadikan kamar indekos sebagai tempat penyimpanan sekaligus lokasi transaksi sabu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari tangan keduanya, polisi menyita lima paket sabu siap edar dengan berat bruto 5,65 gram.

Penangkapan bermula dari laporan warga yang mencurigai adanya aktivitas peredaran narkoba di lingkungan tersebut.

Baca Juga :  Jalan Tembus Kelapa Gading Diprotes Warga, Camat Tegaskan Program Sesuai Aturan

Setelah melakukan penyelidikan, polisi bergerak cepat dan menangkap pasangan itu tanpa perlawanan.

“Kami berhasil mengamankan dua pelaku berinisial BA dan YZ dengan barang bukti sabu seberat 5,65 gram,” kata Kanit Unit 4 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKP Angga, Selasa (9/6/2026).

Suami-Istri Kompak Edarkan Sabu

Saat menggeledah lokasi, petugas menemukan lima paket sabu yang telah dikemas dalam plastik klip.

Polisi juga menyita timbangan digital, plastik klip kosong, serta dua telepon genggam yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dengan pembeli.

Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa BA dan YZ tidak sekadar menyimpan narkoba, tetapi aktif menjalankan peredaran sabu secara bersama-sama.

Penyidik kini mendalami peran masing-masing tersangka, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan pemasok yang berada di atas mereka.

Baca Juga :  Pemprov DKI Buka CFD Baru di Rasuna Said, Jam Operasional Bakal Diubah

Terancam Hukuman Berat

Saat ini, kedua tersangka mendekam di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi juga mengembangkan kasus tersebut guna membongkar mata rantai peredaran narkoba yang lebih luas.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa jaringan narkoba kerap melibatkan orang-orang terdekat, bahkan pasangan suami istri.

Karena itu, polisi mengajak masyarakat aktif melaporkan aktivitas mencurigakan demi memutus peredaran narkotika yang terus mengancam generasi muda.

Atas perbuatannya, BA dan YZ terancam dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara belasan hingga puluhan tahun. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Komunikasi dengan AS Saat Rusia Hantam Kharkiv
Pengendara Vario Tewas Terlindas Mobil di Ciampea Bogor Usai Gagal Salip Bus
Kerusuhan Belfast Pecah: Massa Anti-Imigran Bakar Kendaraan
AS Gempur Iran Pasca Penembakan Helikopter Apache
Pesta Gay Viral di Karawang Jadi Alarm Pengawasan Tempat Hiburan Malam
Sony Sonjaya Bongkar 26 Nama dalam Kasus Korupsi MBG
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Diselimuti Awan Seharian
Presiden Lebanon Joseph Aoun Desak Jalur Diplomasi

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:13 WIB

Zelenskyy Komunikasi dengan AS Saat Rusia Hantam Kharkiv

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:09 WIB

Pengendara Vario Tewas Terlindas Mobil di Ciampea Bogor Usai Gagal Salip Bus

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:50 WIB

Kerusuhan Belfast Pecah: Massa Anti-Imigran Bakar Kendaraan

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:48 WIB

AS Gempur Iran Pasca Penembakan Helikopter Apache

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:48 WIB

Pesta Gay Viral di Karawang Jadi Alarm Pengawasan Tempat Hiburan Malam

Berita Terbaru

Upaya diplomasi di tengah perang udara. Presiden Volodymyr Zelenskyy berkomunikasi dengan utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner saat Rusia kembali menggempur Kharkiv. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Komunikasi dengan AS Saat Rusia Hantam Kharkiv

Rabu, 10 Jun 2026 - 11:13 WIB

Ketegangan imigrasi di Irlandia Utara. Demonstran anti-imigran mengamuk dan membakar kendaraan di Belfast setelah polisi mendakwa seorang pria asal Sudan atas kasus penikaman brutal. Dok: REUTERS/Isabel Infantes

INTERNASIONAL

Kerusuhan Belfast Pecah: Massa Anti-Imigran Bakar Kendaraan

Rabu, 10 Jun 2026 - 10:50 WIB

Ilustrasi, Ketegangan baru di Selat Hormuz. Amerika Serikat meluncurkan serangan balasan ke Iran setelah penembakan jatuh helikopter Apache di tengah ancaman pecahnya aliansi AS-Israel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Gempur Iran Pasca Penembakan Helikopter Apache

Rabu, 10 Jun 2026 - 09:48 WIB