Mahasiswa Kepung Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan untuk Pemerintah Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, demo mahasiswa di depan gedung   DPR/MPR RI. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, demo mahasiswa di depan gedung DPR/MPR RI. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gelombang kritik terhadap kebijakan pemerintah kembali menguat.

Sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai kampus di Jabodetabek bersiap menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026).

Aksi ini menjadi puncak konsolidasi yang digelar di Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu (10/6/2026) malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahasiswa menilai kondisi ekonomi nasional semakin berat, sementara berbagai kebijakan pemerintah belum mampu menjawab keresahan masyarakat.

Massa berencana berkumpul sebelum Salat Jumat, kemudian bergerak menuju Bundaran HI untuk menyampaikan tuntutan secara terbuka.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (FMN), Sympati Dimas Rafi’i, mengatakan aksi tersebut lahir dari konsolidasi sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil.

Konsolidasi itu melibatkan BEM fakultas se-UI, BEM IPB, Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta, UIN Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pancasila, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), serta FMN.

“Besok kami berkumpul sebelum Jumat dan melaksanakan Salat Jumat di kawasan HI sebelum aksi dimulai,” kata Dimas, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga :  Teror Senjata Api di Dekai Yahukimo, Polisi Sisir Kota Buru Pelaku

Soroti Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah

Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menilai tekanan ekonomi masih dirasakan masyarakat, mulai dari tingginya harga kebutuhan pokok, biaya hidup, hingga daya beli yang belum pulih sepenuhnya.

Mereka juga menilai pemerintah perlu lebih terbuka terhadap kritik publik dan memperkuat kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil.

“Indonesia negara yang kaya, tetapi masih banyak rakyat yang belum menikmati kesejahteraan secara merata,” ujar Dimas dalam video yang beredar.

Selain isu ekonomi, mahasiswa juga menyoroti berbagai kebijakan strategis pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Lima Tuntutan Mahasiswa

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah.

Pertama, meminta pemerintah menghentikan pemborosan anggaran negara. Kedua, menuntut penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).

Ketiga, mendesak evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Keempat, meminta penghentian praktik militerisme di ruang sipil.

Baca Juga :  Kasus Asabri: Febrie Adriansyah Diperiksa 10 Jam, Ini Hasilnya

Kelima, mendesak Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi berbagai kebijakan yang dinilai memicu keresahan masyarakat.

Potensi Gelombang Aspirasi

Aksi di Bundaran HI diperkirakan melibatkan ratusan mahasiswa dan elemen masyarakat yang telah mengikuti konsolidasi selama beberapa hari terakhir.

Pengamat menilai demonstrasi ini menjadi indikator meningkatnya dinamika politik dan sosial di tengah tantangan ekonomi nasional.

Karena itu, pemerintah dituntut memperkuat komunikasi publik serta membuka ruang dialog yang lebih luas agar aspirasi masyarakat tersalurkan secara konstruktif.

Sementara itu, aparat keamanan telah menyiapkan pengamanan guna memastikan aksi berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas di pusat ibu kota.

Mahasiswa menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang dijamin konstitusi dan diharapkan menjadi pengingat bagi pemerintah untuk lebih responsif terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Mahasiswa Siap Aksi di Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan
KPK Belum Dalami Dugaan Amplop untuk Menhut, Fokus Kasus Kuansing
Jual Beli Data hingga Judol Meresahkan, Kapolri dan Menkomdigi Perkuat Kolaborasi
MUI Soroti Klaim Imam Mahdi di Bangkalan, Korban Rugi Rp1,3 Miliar
Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun
Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK
Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam
Kapal Bawa 1,16 Ton Ketamin, Kapolri Ingatkan Modus Narkotika Cair lewat Vape

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Ribuan Mahasiswa Siap Aksi di Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:24 WIB

KPK Belum Dalami Dugaan Amplop untuk Menhut, Fokus Kasus Kuansing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Jual Beli Data hingga Judol Meresahkan, Kapolri dan Menkomdigi Perkuat Kolaborasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:36 WIB

MUI Soroti Klaim Imam Mahdi di Bangkalan, Korban Rugi Rp1,3 Miliar

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun

Berita Terbaru