Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di tengah upaya BNPB menangani karhutla di sejumlah provinsi.

Petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di tengah upaya BNPB menangani karhutla di sejumlah provinsi.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia belum berakhir.

Di tengah upaya pemadaman, ribuan hektare lahan masih terbakar dan menyisakan bara api yang berisiko kembali menyala, terutama di kawasan gambut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 25.409 hektare lahan terbakar hingga Sabtu (24/10/2026) pukul 15.00 WIB. Dari total tersebut, sekitar 17.942 hektare atau lebih dari 70 persen masih belum padam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemantauan melalui sistem informasi geografis juga mendeteksi 13.910 titik panas di berbagai wilayah. Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti pembaruan pemantauan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan petugas terus memperkuat penanganan, terutama di daerah yang masih memiliki area kebakaran luas.

β€œData ini bersifat sementara dan dapat berubah sesuai pembaruan pemantauan,” kata Berton, Minggu (25/10/2026).

Kalimantan Tengah Jadi Prioritas, Ribuan Hektare Masih Membara

Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan beban penanganan karhutla terbesar dalam data tersebut.

BNPB mencatat 8.049 titik panas dengan luas lahan terbakar mencapai 13.944 hektare. Dari jumlah itu, sekitar 11.786 hektare masih belum padam.

Meski demikian, terdapat perkembangan positif. Dibandingkan hari sebelumnya, jumlah titik panas di Kalimantan Tengah turun sekitar 52 persen, sedangkan luas lahan yang belum padam berkurang sekitar 43 persen.

Baca Juga :  Ditangkap Saat Sahur, Begal Modus Fitnah Pelecehan Ternyata Sudah 4 Kali Beraksi

Namun, penurunan tersebut belum cukup untuk menghentikan operasi pemadaman.

Petugas masih harus memastikan bara api benar-benar padam, khususnya di kawasan gambut yang berpotensi menyimpan panas di bawah permukaan tanah.

β€œMeski menunjukkan penurunan, pemadaman dan pendinginan harus terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa, khususnya di lahan gambut,” ujar Berton.

Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat Masih Terancam

Selain Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat juga membutuhkan penanganan intensif.

Di Sumatera Selatan, BNPB mencatat 1.335 titik panas dengan luas lahan terbakar mencapai 3.429 hektare. Sekitar 2.472 hektare di antaranya masih belum padam.

Sementara itu, Kalimantan Barat mencatat 1.137 titik panas dengan luas kebakaran sekitar 2.500 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.547 hektare masih belum padam.

Kebakaran juga masih terpantau di Kalimantan Selatan dan Papua Selatan. Kalimantan Selatan mencatat 362 titik panas dengan luas terbakar 526 hektare, termasuk 317 hektare yang belum padam.

Adapun Papua Selatan mencatat 487 titik panas dengan luas lahan terbakar 310 hektare. Sekitar 117 hektare di antaranya masih belum padam.

BNPB juga melaporkan titik panas dan kebakaran lahan di Sulawesi Tenggara, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, serta Maluku Utara.

Titik Panas Turun Belum Berarti Api Padam

BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak hanya melihat penurunan jumlah titik panas sebagai ukuran keberhasilan penanganan karhutla. Petugas juga perlu menghitung luas lahan yang terbakar dan area yang masih menyisakan api.

Sebab, titik panas yang berkurang belum tentu diikuti penyusutan luas kebakaran. Karena itu, petugas harus memastikan setiap area yang terbakar mendapat penanganan hingga tuntas.

Baca Juga :  Menteri HAM Natalius Pigai Tegas, Pengamat Tak Bisa Dipidana karena Kritik

Untuk mempercepat pemadaman, BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait mengerahkan personel gabungan, melakukan pemadaman darat, serta memanfaatkan helikopter water bombing dan pesawat patroli.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi atmosfer.

Khusus di lahan gambut, petugas harus melakukan pemadaman dan pembasahan berulang. Api dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun bagian atasnya terlihat sudah padam.

Jika bara masih tersisa, kebakaran berpotensi kembali muncul dan memperluas dampak kerusakan.

BNPB juga menyesuaikan penempatan armada udara antardaerah berdasarkan kebutuhan di lapangan. Langkah tersebut tetap memperhitungkan kecukupan dukungan di wilayah asal serta keselamatan penerbangan.

Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan

Di tengah upaya petugas memadamkan kebakaran, BNPB mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan api dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.

Karhutla bukan hanya merusak vegetasi dan ekosistem, tetapi juga dapat menimbulkan asap yang mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat.

Karena itu, pencegahan dan pelaporan dini menjadi bagian penting untuk menekan risiko kebakaran meluas.

BNPB menegaskan, keberhasilan penanganan tidak cukup diukur dari menurunnya jumlah titik panas. Petugas harus memastikan luas lahan yang belum padam terus berkurang dan api tidak kembali muncul.

Dengan kondisi tersebut, pemadaman dan pendinginan masih menjadi pekerjaan penting, terutama di Kalimantan Tengah serta wilayah lain yang menyisakan kebakaran luas. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapal Bawa 1,16 Ton Ketamin, Kapolri Ingatkan Modus Narkotika Cair lewat Vape
Izin Tambang Emas PT KEL di Nabire Dicabut, Satgas Temukan Pelanggaran
25.338 Titik Panas Terdeteksi di Enam Provinsi, Kalteng Terbanyak
Sengketa Lahan Summarecon Berujung Dugaan Suap, KPK Telusuri Uang Rp800 Juta
Aduan Warga Berujung Razia Kalibata City, 45 WNA Jalani Pemeriksaan Imigrasi
Badan Kapal Masih Panas, Polisi Belum Bisa Olah TKP KMP Batumandi
103 Siswa Diduga Keracunan MBG di Bogor, Dapur Penyedia Disetop 20 Hari
11 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Tiga Perusahaan Bermodal Asing

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Kapal Bawa 1,16 Ton Ketamin, Kapolri Ingatkan Modus Narkotika Cair lewat Vape

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Izin Tambang Emas PT KEL di Nabire Dicabut, Satgas Temukan Pelanggaran

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:27 WIB

25.338 Titik Panas Terdeteksi di Enam Provinsi, Kalteng Terbanyak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Sengketa Lahan Summarecon Berujung Dugaan Suap, KPK Telusuri Uang Rp800 Juta

Berita Terbaru

Mode DMZ kembali hadir di Call of Duty Modern Warfare 4. Simak ulasan impresi awal pertempuran extraction di peta Hajin Korea Selatan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Mode DMZ Call of Duty Kembali di Modern Warfare 4

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:00 WIB

 Bandai Namco menetapkan jadwal rilis Dragon Ball Xenoverse 3 pada semester kedua 2027. Simak penjelasan produser Masayuki Hirano. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Bandai Namco Umumkan Jadwal Rilis Dragon Ball Xenoverse 3

Minggu, 25 Okt 2026 - 12:00 WIB

 EA resmi menutup studio BioWare dan membatalkan Mass Effect 5. Simak pengakuan para penulis skenario serta nasib proyek serial. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

EA Resmi Tutup Studio BioWare dan Proyek Mass Effect 5

Minggu, 25 Okt 2026 - 11:00 WIB

 Konsol Xbox Project Helix dirumorkan rilis akhir 2028 dengan proyeksi harga hingga 1.800 Dolar AS. Simak detail spesifikasi chip AMD. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Microsoft Siapkan Konsol Xbox Project Helix Generasi Baru

Minggu, 25 Okt 2026 - 10:00 WIB