Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Krisis kesehatan di Afrika Tengah. Republik Demokratik Kongo menghadapi peningkatan tajam kasus Ebola jenis Bundibugyo di tengah hambatan konflik bersenjata. Dok: Istimewa.

Krisis kesehatan di Afrika Tengah. Republik Demokratik Kongo menghadapi peningkatan tajam kasus Ebola jenis Bundibugyo di tengah hambatan konflik bersenjata. Dok: Istimewa.

KINSHASA, POSNEWS.CO.ID – Otoritas kesehatan Republik Demokratik Kongo melaporkan lonjakan kasus penularan virus Ebola secara signifikan pada hari Jumat kemarin. Sebab, jumlah kasus konfirmasi positif kini telah menembus angka 689 kasus dengan 139 korban jiwa.

Transmisi Komunitas dan Risiko Perluasan Wilayah

Laporan hari Kamis mencatat penambahan sebanyak 17 kasus konfirmasi baru dan 5 kasus kematian baru. Akibatnya, data kumulatif menunjukkan adanya transmisi komunitas yang terus berjalan aktif dari minggu ke minggu.

Seluruh kasus baru ini terjadi di Provinsi Ituri yang menjadi pusat penularan utama wabah. Sementara itu, penularan aktif galur Bundibugyo ini telah meluas ke 29 zona kesehatan.

Penyebaran virus tersebut meliputi wilayah Provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan secara bersamaan. Dengan demikian, otoritas juga mencatat 168 kasus suspek dengan 64 kasus kematian dalam proses penyelidikan.

Kendala Keamanan dan Keterbatasan Fasilitas Medis

Namun, tim medis menghadapi berbagai tantangan operasional yang sangat berat dalam menekan laju penularan. Sebab, masyarakat lokal menunjukkan penolakan terhadap uji klinis pasca-kematian pada jenazah keluarga mereka.

Selain itu, pusat perawatan Ebola memiliki kapasitas tampung yang sangat minim saat ini. Akibatnya, Kivu Utara juga menghadapi kelangkaan pasokan alat pelindung diri dan pencegah infeksi.

Sistem pengawasan penyakit yang lemah serta kekurangan dana sebesar 21,5 juta dolar AS memperburuk keadaan. Pada akhirnya, kondisi ini mengancam keselamatan jutaan warga sipil di wilayah timur kedaulatan Kongo.

Baca Juga :  CUACA HARI PAHLAWAN: Jabodetabek Bersiap Diguyur Hujan, Warga Diminta Waspada

Dampak Buruk terhadap Kamp Pengungsian

Lembaga Pengungsi PBB menyatakan kekhawatiran mendalam mengenai dampak buruk wabah terhadap kelompok rentan. Sebab, petugas mengonfirmasi dua kematian akibat Ebola di dalam kamp pengungsian internal di Ituri.

Pemerintah Kongo mengumumkan status darurat wabah ke-17 ini sejak pertengahan Mei lalu. Sebelumnya, dunia pertama kali mengenal virus mematikan ini di dekat Sungai Ebola tahun 1976.

Kini, pemerintah bersama mitra internasional terus memperkuat pelacakan kontak erat dan pengujian laboratorium. Pada akhirnya, langkah cepat ini bertujuan untuk menghentikan penularan lintas batas negara secara efektif.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23
Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal
BIGBANG Resmi Umumkan Jadwal Tur Dunia
PM Jepang Sanae Takaichi Mulai Kunjungan Sejarah ke Eropa
Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako Mulai Kunjungan

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:52 WIB

Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:44 WIB

Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:34 WIB

Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal

Berita Terbaru

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan. (Posnews/BPJPH)

NASIONAL

Pelaku Usaha Diingatkan, Wajib Halal Mulai Berlaku Oktober 2026

Minggu, 14 Jun 2026 - 16:56 WIB

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. (Posnews/Ist)

NASIONAL

Gunakan Visa Turis untuk Cari Uang, 25 WNA Langsung Dideportasi

Minggu, 14 Jun 2026 - 16:23 WIB

Diplomasi meja makan di Versailles. Presiden AS Donald Trump akan menghadiri jamuan makan malam mewah dari Presiden Prancis Emmanuel Macron pasca-KTT G7. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Jun 2026 - 16:14 WIB