Program MBG Berubah, BGN Sesuaikan Insentif Berdasarkan Jumlah Penerima Manfaat

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua BGN Agustina Arumsari. (Posnews/Ist)

Wakil Ketua BGN Agustina Arumsari. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) bersiap merombak skema insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BGN menilai sistem yang selama ini memberikan insentif tetap Rp6 juta per hari kepada setiap dapur tidak lagi mencerminkan beban kerja di lapangan.

Karena itu, BGN akan menyesuaikan besaran insentif berdasarkan jumlah penerima manfaat yang dilayani masing-masing SPPG.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Ketua BGN Agustina Arumsari mengatakan skema baru tersebut akan menciptakan sistem yang lebih adil dan proporsional.

“Saat ini dapur yang melayani 1.500 penerima manfaat maupun 500 penerima manfaat sama-sama menerima insentif Rp6 juta per hari. Ke depan, kami akan melakukan penyesuaian,” kata Agustina di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).

BGN Evaluasi Ribuan Dapur Program MBG

Agustina menjelaskan, BGN saat ini masih memverifikasi data penerima manfaat di berbagai daerah.

Baca Juga :  Skandal Rektor USU: KPK Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Sumut

Setelah proses tersebut rampung, lembaganya akan melakukan penataan ulang terhadap jaringan SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain menyesuaikan besaran insentif, BGN juga membuka peluang menggabungkan sejumlah dapur yang dinilai belum beroperasi optimal atau memiliki cakupan penerima manfaat yang relatif kecil.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari proses refocusing agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif dan efisien.

“Kalau di suatu wilayah jumlah penerima manfaatnya terbatas, kami bisa menggabungkan beberapa SPPG agar layanan lebih optimal,” ujarnya.

Tak Hanya Kuantitas, Kualitas Makanan Juga Dinilai

BGN juga akan mengubah pola penilaian insentif yang selama ini lebih menitikberatkan pada jumlah produksi makanan.

Ke depan, lembaga tersebut akan menerapkan sistem penilaian berbasis indikator komposit atau composite assessment.

Melalui sistem ini, BGN tidak hanya menghitung jumlah porsi makanan yang diproduksi, tetapi juga menilai kualitas layanan secara menyeluruh.

Beberapa indikator yang akan menjadi dasar penilaian antara lain kualitas makanan, keamanan pangan, higienitas dapur, ketahanan pangan, efektivitas distribusi, hingga kepatuhan terhadap standar operasional program.

Baca Juga :  Ancol Gelar Program Liburan Sekolah Terbesar 2026, Ini Daftar Acara Lengkapnya

“Kami ingin sistem penilaian yang lebih komprehensif, bukan hanya menghitung berapa banyak makanan yang dimasak setiap hari,” jelas Agustina.

Dukung Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan salah satu program prioritas nasional.

Saat ini, BGN terus memperluas jangkauan layanan MBG melalui pembangunan dan pengoperasian SPPG di berbagai daerah.

Dengan skema insentif baru, pemerintah berharap setiap dapur dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjaga efisiensi penggunaan anggaran negara.

Selain itu, evaluasi tersebut diharapkan mampu memastikan bantuan gizi benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan, terutama pelajar, balita, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.

BGN menargetkan sistem insentif berbasis kinerja dan jumlah penerima manfaat dapat meningkatkan akuntabilitas serta kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaksa Agung Mutasi 90 Kajari, Jakarta Barat hingga Bekasi Berganti Pimpinan
Putusan MK Soal MBG: Anggaran Pendidikan Tidak Boleh Dikurangi Meski APBN Terbatas
Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang
Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat
Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI
Kasus Narkoba White Rabbit, Bareskrim Limpahkan 3 Tersangka ke Kejaksaan
Menag Ajak Warga Ikut Doa Kebangsaan di Monas 1 Agustus 2026
KPK Sita Uang Rp2 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang, 21 Orang Diamankan

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:00 WIB

Jaksa Agung Mutasi 90 Kajari, Jakarta Barat hingga Bekasi Berganti Pimpinan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:38 WIB

Putusan MK Soal MBG: Anggaran Pendidikan Tidak Boleh Dikurangi Meski APBN Terbatas

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:20 WIB

Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:46 WIB

Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:01 WIB

Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI

Berita Terbaru

Solusi gaming 1080p hemat energi. AMD merilis GPU Radeon RX 9050 berarsitektur RDNA yang hanya mengonsumsi daya 92 Watt. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

AMD Resmi Meluncurkan Kartu Grafis Radeon RX 9050

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:00 WIB

Bencana dahsyat di barat daya Jepang. Gempa bumi bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, merenggut 14 nyawa warga dan memicu ledakan di pusat perbelanjaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

14 Warga Meninggal dan Ledakan Mal Picu Krisis

Jumat, 31 Jul 2026 - 09:30 WIB

Bocoran unik gawai Microsoft. Seorang pengguna internet mengaku menemukan dan menguji prototipe Surface Laptop Ultra bertenaga APU NVIDIA RTX Spark N1X. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Netizen Temukan Prototipe Surface Laptop Ultra di Pinggir Jalan

Jumat, 31 Jul 2026 - 09:16 WIB