DPO Narkoba Internasional Dibekuk di Riau, Bareskrim Sita Narkotika Senilai Rp137 Miliar

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dua tersangka jaringan narkoba lintas negara, Indra Bayu dan Solihin, diamankan Bareskrim Polri dalam operasi pengembangan kasus penyelundupan narkotika dari Malaysia. (Posnews/Ist)

Dua tersangka jaringan narkoba lintas negara, Indra Bayu dan Solihin, diamankan Bareskrim Polri dalam operasi pengembangan kasus penyelundupan narkotika dari Malaysia. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali memukul telak jaringan narkoba internasional.

Setelah membongkar penyelundupan puluhan kilogram narkotika dari Malaysia ke Indonesia, penyidik akhirnya menangkap dua buronan utama jaringan tersebut di Kabupaten Bengkalis, Riau.

Dua tersangka yang ditangkap yakni Indra Bayu dan Solihin, yang selama ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penyelundupan narkotika lintas negara melalui jalur laut Selat Malaka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perkara ini, Bareskrim Polri menyita barang bukti fantastis berupa 48 kilogram sabu, 15 kilogram ketamin, dan 20.000 butir ekstasi dengan nilai ekonomi mencapai Rp137,48 miliar.

Pengungkapan tersebut diperkirakan menyelamatkan sekitar 314.466 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan panjang terhadap jaringan narkoba internasional yang beroperasi dari Malaysia menuju Indonesia.

Speed Boat dari Malaysia Dikejar di Selat Malaka

Kasus ini bermula pada 18 Mei 2026 ketika Tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri yang dipimpin Kombes Pol Handik Zusen menerima informasi terkait rencana penyelundupan narkotika dari Malaysia melalui jalur laut menuju Bengkalis.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim berkoordinasi dengan Bea Cukai Bengkalis dan menggelar patroli gabungan di perairan Selat Malaka.

Sekitar pukul 23.00 WIB, petugas mencurigai sebuah speed boat yang melaju dari arah Malaysia menuju perairan Bengkalis. Tim kemudian melakukan pengejaran menggunakan kapal patroli Bea Cukai.

Baca Juga :  Kejagung Setor Rp11,4 Triliun ke Negara, Prabowo Sebut Bisa Renovasi 34 Ribu Sekolah

Saat terdesak, para pelaku menghentikan speed boat di kawasan rawa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan.

Namun, sebelum ditangkap, mereka nekat melompat ke laut dan melarikan diri ke hutan bakau yang gelap dan berlumpur.

Meski para pelaku lolos, petugas berhasil mengamankan speed boat beserta dua kardus hitam berisi narkotika.

Puluhan Kilogram Narkoba Disita

Hasil pemeriksaan laboratorium forensik mengungkap dua kardus tersebut berisi:

  • 47,4 kilogram sabu (metamfetamin)
  • 15 kilogram ketamin
  • 20.000 butir ekstasi mengandung MDMA

Seluruh barang bukti kemudian diamankan untuk kepentingan penyidikan dan pemeriksaan laboratorium lanjutan.

Usai mengidentifikasi pelaku, penyidik terus melakukan pengejaran terhadap jaringan yang terlibat.

Hasil pengembangan akhirnya mengarah kepada Indra Bayu, nelayan asal Desa Muntai, Bengkalis, yang diduga berperan sebagai tekong laut sekaligus penguasa speed boat yang digunakan untuk mengangkut narkotika dari Malaysia.

Pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 02.30 WIB, tim yang dipimpin Kompol Tomy Haryono berhasil menangkap Indra Bayu di rumah orang tuanya di Kecamatan Bantan.

Dari hasil interogasi, Indra Bayu mengungkap keterlibatan Solihin, yang berperan mencarikan dan menyewakan speed boat untuk operasi penyelundupan tersebut.

Tak sampai satu jam kemudian, sekitar pukul 03.00 WIB, tim bergerak cepat dan menangkap Solihin di kediamannya di Desa Muntai.

Dijanjikan Rp100 Juta Sekali Kirim

Dalam pemeriksaan awal, Indra Bayu mengaku bekerja bersama dua rekannya, Erwin dan Muhammad Nabil Haryadi, untuk mengambil narkotika dari Malaysia.

Mereka berangkat menggunakan speed boat menuju wilayah Batu Pahat, Malaysia, sebelum menerima dua kardus berisi sekitar 64 kilogram narkotika dari seseorang bernama Wan.

Baca Juga :  Gegara Charger Hilang, Tiga ART di Bogor Diduga Aniaya Rekan Kerja hingga Tewas

Indra Bayu mengaku jaringan tersebut dikendalikan oleh buronan berinisial Atuk Ham. Sebagai imbalan, masing-masing kurir dijanjikan bayaran hingga Rp100 juta apabila berhasil mengirim barang ke Indonesia.

Sementara itu, Solihin menerima upah Rp10 juta karena mencarikan speed boat yang digunakan dalam operasi penyelundupan tersebut.

Terungkap Terlibat Kasus 27 Kg Sabu Tahun Lalu

Penyidik juga menemukan fakta bahwa Indra Bayu bukan pemain baru dalam bisnis narkoba.

Dalam pemeriksaan, ia mengakui pernah terlibat dalam kasus penyelundupan 27 kilogram sabu di Bengkalis pada 2025.

Saat pengungkapan kasus tersebut, beberapa pelaku berhasil ditangkap, namun Indra Bayu dan Erwin melarikan diri.

Temuan itu kini menjadi bagian dari pendalaman penyidik untuk mengungkap seluruh aktivitas jaringan narkoba yang beroperasi di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Bareskrim Kejar Empat Buronan Internasional

Bareskrim Polri kini memburu empat pelaku yang masih buron, yakni:

  1. Erwin (tekong/kurir)
  2. Muhammad Nabil Haryadi alias Nabil (kurir)
  3. Atuk Ham (pengendali jaringan di Indonesia)
  4. Wan (pengendali jaringan di Malaysia)

Selain itu, penyidik juga melakukan pemeriksaan digital forensik terhadap sejumlah telepon genggam yang disita untuk menelusuri jalur komunikasi dan aliran transaksi jaringan narkoba tersebut.

Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menegaskan pihaknya akan terus memburu seluruh anggota sindikat hingga ke akar-akarnya.

“Pengungkapan ini tidak berhenti pada dua tersangka. Kami terus mengembangkan jaringan, memburu para DPO, dan mengungkap seluruh mata rantai penyelundupan narkotika lintas negara ini,” tegasnya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Isu Aksi Besar Agustus 2026 Ramai, Polda Metro Bentuk Tim Preventive Strike
Polisi Dalami Jejak Digital Sutrimo yang Tewas di Klinik Kebayoran Baru
769 Kasus Terungkap, Kriminalitas Jakarta Masih Mengkhawatirkan
Bea Cukai Bongkar Fakta Baru Pilot Malaysia Kurir Narkoba 25 Kg, Diupah Rp220 Juta
Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah
Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga
Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol
Polisi Bongkar Gudang Obat Keras di Tanah Abang, Tangkap 5 Orang

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:08 WIB

Isu Aksi Besar Agustus 2026 Ramai, Polda Metro Bentuk Tim Preventive Strike

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:39 WIB

Polisi Dalami Jejak Digital Sutrimo yang Tewas di Klinik Kebayoran Baru

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:26 WIB

769 Kasus Terungkap, Kriminalitas Jakarta Masih Mengkhawatirkan

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:27 WIB

Bea Cukai Bongkar Fakta Baru Pilot Malaysia Kurir Narkoba 25 Kg, Diupah Rp220 Juta

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WIB

Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah

Berita Terbaru

Dell resmi merilis trio laptop gaming Alienware terbaru yang mengusung chipset Intel Core Ultra 9 dan kartu grafis hingga Nvidia GeForce RTX 5090. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Dell Rilis Trio Alienware 16X Aurora, Area-51 16, dan Area-51

Minggu, 2 Agu 2026 - 15:12 WIB

Langkah taktis raksasa teknologi. Apple menunjuk Samsung Display sebagai pemasok tunggal panel OLED touchscreen untuk MacBook OLED dan iPhone Ultra. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Apple Tunjuk Samsung Display Garap Panel MacBook OLED

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:06 WIB

Inovasi gawai modular dua fungsi. HoverAir merilis konsep Versa yang menggabungkan kamera gimbal genggam dan drone terbang pintar dalam satu perangkat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

HoverAir Memperkenalkan Perangkat Modular Versa

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:00 WIB

Peta baru industri hiburan interaktif. Krisis memori RAM global, kebijakan tarif impor, serta inflasi mengakhiri era konsol gaming murah 500 dolar AS secara permanen. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Krisis Memori dan Tarif Global Dorong Harga Gawai Gaming

Minggu, 2 Agu 2026 - 12:00 WIB