DPO KKB Papua Tewas Ditembak Aparat Saat Kabur ke Hutan

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo mengamankan lokasi penindakan terhadap DPO KKB di Distrik Dekai, Papua Pegunungan. (Posnews/Ist)

Petugas Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo mengamankan lokasi penindakan terhadap DPO KKB di Distrik Dekai, Papua Pegunungan. (Posnews/Ist)

YAHUKIMO, POSNEWS.CO.ID – Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo menembak mati anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berinisial AP alias Y alias AS yang menjabat Komandan Operasi Batalyon Muara Kali Heluk, Seng, Sulo, Baliem, Indol (HSSBI) Kodap XVI Yahukimo.

Petugas melumpuhkan AP di Jalan Poros Logpon KM 7, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (17/6/2026).

Penyidik memasukkan AP ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena menduga AP terlibat dalam sejumlah aksi penembakan bersenjata yang meresahkan masyarakat Yahukimo.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aparat Gerebek Markas KKB

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa tim gabungan lebih dahulu menggerebek rumah yang diduga menjadi markas sekaligus tempat persinggahan anggota HSSBI Kodap XVI Yahukimo di belakang Gereja Metanoia, Kota Dekai.

Dalam penggerebekan itu, petugas menyita satu butir amunisi kaliber 5,56 mm, sejumlah senjata tajam, busur dan anak panah, telepon genggam, serta berbagai perlengkapan yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek dan Kota Indonesia 28 Maret 2026, BMKG Prediksi Hujan dan Petir

Petugas juga mengamankan pria berinisial HS (28) untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“HS mengakui menyimpan amunisi yang diduga milik salah satu anggota HSSBI berinisial AK,” kata Yusuf, Kamis (18/6/2026).

Penyidik kini menggunakan keterangan HS untuk mengembangkan kasus dan membongkar jaringan kelompok bersenjata yang masih beroperasi di Yahukimo.

Aparat Kejar AP hingga ke Hutan

Setelah mengumpulkan informasi, tim gabungan menemukan keberadaan AP di kawasan Pos Kilo 6, Distrik Dekai.

Saat melakukan pemantauan, petugas melihat AP melintas dengan sepeda motor di Jalan Logpon.

Petugas kemudian menghentikan kendaraan tersebut. Namun, AP mengabaikan perintah petugas, meninggalkan sepeda motornya, lalu berlari menuju kawasan hutan.

Petugas langsung mengejar AP dan melepaskan dua kali tembakan peringatan sesuai prosedur.

“AP tetap berusaha kabur sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur kepolisian,” ujar Yusuf.

Petugas akhirnya melumpuhkan AP. Selanjutnya, petugas mengevakuasi jenazah AP ke RSUD Dekai untuk proses lebih lanjut.

Baca Juga :  Mafia Elpiji 3 Kg Dibongkar Polda Metro, Gas Oplosan Beroperasi 18 Bulan di Jaktim–Depok

Penyidik Kaitkan AP dengan Dua Aksi Penembakan

Penyidik menduga AP terlibat dalam penembakan terhadap Alexander Angket dan Naldy Magosa pada 28 April 2026.

Dalam insiden tersebut, peluru menghantam bahu kanan Alexander dan paha kiri Naldy. Tim medis kemudian menangani kedua korban hingga selamat.

Selain itu, penyidik juga menduga AP terlibat dalam penembakan terhadap Suhardin di kawasan Ruko Blok A, Dekai, pada 30 April 2026.

Dalam kasus itu, proyektil menghantam spidometer sepeda motor korban, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Polisi Sita Barang Bukti

Dari lokasi penindakan, petugas mengamankan lima butir amunisi kaliber 5,56 mm, satu unit telepon genggam Infinix Hot 50 Pro warna silver, serta satu unit sepeda motor yang digunakan AP.

Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan akan terus memburu anggota KKB yang masih menjalankan aksi kekerasan bersenjata di Papua Pegunungan.

Melalui operasi tersebut, aparat berupaya menjaga keamanan, melindungi masyarakat sipil, serta menekan aktivitas kelompok bersenjata di Yahukimo dan wilayah sekitarnya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satu Senjata Api di Sekolah Pondok Pinang Ternyata Milik Pria yang Sudah Meninggal
Pria di Depok Nyaris Tewas, Leher Disayat Cutter Saat Tutup Warung
Sabu, Ganja, dan 30 CD Porno Ditemukan di Sekolah Swasta Jakarta Selatan
Temuan 995 Senjata di Sekolah Jaksel, Polisi Diminta Buka Ruangan Mirip Bunker
Nasabah Dibacok Usai Ambil Uang di Bank, Rp30 Juta Dibawa Kabur
Polres Jakbar Musnahkan Narkoba Rp119 Miliar, Jaringan Internasional Digulung
Fakta Baru Mutilasi Depok, Polisi Dalami Dugaan Tersangka di Grup Komunitas Gay
Mutilasi Depok: Saepul Habisi Kunaefi, Potongan Kaki Dibuang ke Sungai

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Satu Senjata Api di Sekolah Pondok Pinang Ternyata Milik Pria yang Sudah Meninggal

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Pria di Depok Nyaris Tewas, Leher Disayat Cutter Saat Tutup Warung

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Sabu, Ganja, dan 30 CD Porno Ditemukan di Sekolah Swasta Jakarta Selatan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Temuan 995 Senjata di Sekolah Jaksel, Polisi Diminta Buka Ruangan Mirip Bunker

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Nasabah Dibacok Usai Ambil Uang di Bank, Rp30 Juta Dibawa Kabur

Berita Terbaru

Google menghentikan operasional Google Assistant di perangkat Android mulai 4 September dan mengalihkan seluruh perintah suara ke kecerdasan buatan Gemini. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Jumat, 7 Agu 2026 - 16:51 WIB

Tri Waluyo menerima audiensi Koalisi Santri Kota di DPRD DKI Jakarta. (Posnews/MR)

JABODETABEK

PKB DKI Dorong Perda Pesantren untuk 107 Pesantren Jakarta

Jumat, 7 Agu 2026 - 14:43 WIB

Wamendag Dyah Roro Esti membuka Sanur Fashion Week 2026 di Denpasar, Bali. (Posnews/Kemendag)

EKBIS

Sanur Fashion Week 2026 Jadi Panggung Wastra Indonesia

Jumat, 7 Agu 2026 - 14:32 WIB