JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi perampokan brutal mengguncang kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat. Dua pelaku diduga menyatroni sebuah rumah dan menyerang seorang tamu hingga kritis.
Korban berinisial MAH mengalami tujuh luka tusuk di leher dan punggung sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa mencekam itu terjadi pada Selasa (16/6/2026). Hingga kini, polisi masih memburu para pelaku yang berhasil kabur setelah membawa kabur sejumlah perhiasan emas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan dugaan tindak pidana perampokan tersebut.
“Informasi awal mengarah pada perampokan. Saat ini kami masih melakukan pendalaman,” kata Roby, Kamis (18/6/2026).
Korban Sedang Bertamu Saat Diserang
Polisi mengungkapkan korban bukan penghuni rumah yang menjadi lokasi kejadian. Saat itu, MAH sedang berkunjung ke rumah rekannya berinisial T yang berada di kawasan Menteng.
Ketika korban berada di dalam rumah, dua pelaku tiba-tiba masuk dan langsung melancarkan aksinya.
Berdasarkan keterangan saksi, pelaku menyekap korban sebelum melakukan penganiayaan dan menggasak perhiasan emas milik pemilik rumah.
“Menurut keterangan saksi, ada dua pelaku yang datang lalu menyekap korban. Saat petugas tiba di lokasi, korban sudah hampir tidak sadarkan diri sehingga belum bisa dimintai keterangan,” ujar Roby.
Ditusuk Berkali-kali, Korban Sempat Kritis
Serangan yang dilakukan pelaku tergolong sadis. Korban mengalami tujuh luka tusuk di bagian leher dan punggung, serta sejumlah luka akibat pukulan benda tumpul.
Akibat luka serius tersebut, korban sempat berada dalam kondisi kritis dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Meski demikian, kondisi korban dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan positif.
“Kemarin korban dalam kondisi kritis. Namun, hari ini kondisinya mulai membaik. Ada tujuh luka tusuk dan beberapa luka pukulan,” jelas Roby.
Emas Pemilik Rumah Hilang
Selain menganiaya korban, pelaku juga membawa kabur sejumlah emas milik pemilik rumah.
Polisi masih mendata nilai kerugian dan jumlah pasti perhiasan yang hilang dalam aksi tersebut.
“Yang hilang berdasarkan informasi sementara adalah emas milik saksi atau pemilik rumah, bukan milik korban,” tambahnya.
Polisi Buru Dua Pelaku
Saat ini, Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat masih mengumpulkan alat bukti dan memburu dua pelaku yang diduga terlibat dalam perampokan berdarah tersebut.
Penyidik juga mendalami motif pelaku, termasuk kemungkinan apakah korban dan pemilik rumah telah menjadi target sebelumnya.
Kasus ini kembali menambah daftar aksi kriminal yang menyasar rumah tinggal di Jakarta. Polisi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. **
Editor : Hadwan












