Pemerintah Bersiap Gulirkan Kebijakan Biodiesel B50

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Siasat hemat bahan bakar fosil. Kementerian Perkebunan dan Komoditas Malaysia memproyeksikan peningkatan campuran biodiesel B12 dan B15 hemat 386 juta liter solar per tahun. Dok: Istimewa.

Siasat hemat bahan bakar fosil. Kementerian Perkebunan dan Komoditas Malaysia memproyeksikan peningkatan campuran biodiesel B12 dan B15 hemat 386 juta liter solar per tahun. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Indonesia mencatatkan hasil positif dalam uji coba jalan bahan bakar biodiesel dengan campuran minyak sawit lebih tinggi. Langkah taktis ini menjadi bagian dari persiapan akhir menjelang peluncuran program secara resmi.

Pemerintah bersiap menerapkan kebijakan mandatori B50 yang mencampur 50 persen biodiesel berbasis kelapa sawit dengan 50 persen solar konvensional. Saat ini, Indonesia masih menerapkan bauran bahan bakar nabati sebesar 40 persen atau B40.

Optimisme Keberhasilan Uji Coba B50

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan laporan perkembangan uji coba tersebut kepada publik di Jakarta. Bahlil menjelaskan bahwa petugas telah menguji B50 pada berbagai jenis kendaraan berat, kapal laut, hingga kereta api.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengujian tersebut juga menyasar berbagai peralatan berat pada sektor pertambangan dan mesin pertanian secara luas. Oleh karena itu, Bahlil menyatakan rasa sangat optimistis mengenai peluncuran resmi kebijakan B50 pada tanggal 1 Juli mendatang.

Baca Juga :  Tragedy of the Commons: Masalah Lingkungan dari Sudut Pandang Ekonomi

Penerapan kebijakan baru ini akan memotong atau bahkan menghentikan total impor solar konvensional dari luar negeri. Pemerintah terutama mengincar penghentian impor untuk solar dengan kualitas Cetane 48 atau C48.

Penghematan Anggaran Subsidi dan Devisa Negara

Staf Khusus Menteri ESDM Eniya Listiani Dewi mengungkapkan keuntungan finansial lain dari penerapan program B50 tersebut. Kebijakan B50 justru akan meringankan beban keuangan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS.

BPDPKS mengelola dana pungutan ekspor sawit untuk membiayai program bahan bakar nabati dan peremajaan kebun rakyat. Program B40 saat ini membutuhkan alokasi dana sebesar 47 triliun rupiah setiap tahun. Nilai tersebut setara dengan 2,6 miliar dolar AS.

Eniya meyakini kebijakan B50 akan memangkas kebutuhan dana kelolaan tersebut menjadi hanya 32 triliun rupiah. Angka baru ini setara dengan 1,8 miliar dolar AS.

Baca Juga :  Cekcok Izin Sakit, Pegawai Kafe di Jatingara Dihantam Piring - Luka Kepala 4 Jahitan

Pemerintah memproyeksikan kebijakan mandatori B50 ini mampu menyelamatkan devisa negara hingga 157,28 triliun rupiah tahun ini. Nilai penghematan devisa tersebut setara dengan 8,8 miliar dolar AS. Angka penyelamatan devisa ini melesat tajam dari pencapaian tahun lalu sebesar 133,3 triliun rupiah.

Nilai Tambah Sawit di Tengah Krisis Global

Bersama Malaysia, Indonesia menguasai sebagian besar pasokan minyak kelapa sawit di pasar komoditas global. Kebijakan B50 juga akan memberikan nilai tambah sebesar 24,68 triliun rupiah bagi minyak sawit mentah domestik. Nilai tambah ini setara dengan 1,4 miliar dolar AS.

Pemerintah gencar mempercepat program ini setelah perang Iran memicu lonjakan harga minyak mentah dunia melampaui 100 dolar AS per barel. Pada akhirnya, kedaulatan bahan bakar nabati akan melindungi ketahanan ekonomi nasional dari fluktuasi harga energi global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

7 Oktober! Sidang Perdana Febrie Adriansyah Dimulai, Jaksa Bacakan Dakwaan
Suyudi Jadi Kapolri, Siapkan Konsolidasi Internal dan Lanjutkan Program Listyo Sigit
Prabowo Lantik 18 Pejabat, Suyudi Jadi Kapolri dan Listyo Sigit Pimpin KSP
Suyudi Soroti No Viral No Justice, Laporan Warga Harus Ditangani Tanpa Menunggu Viral
Komisi III DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Calon Kapolri, Ini Tahap Selanjutnya
Hari Kesaktian Pancasila 2026, Prabowo Khusyuk Berdoa di Sumur Lubang Buaya
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Ditahan, Polisi Cari Pihak Lain yang Bertanggung Jawab
Klaster Mewah Lapas Cibinong Dibongkar, TV hingga Kulkas Diangkut

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:20 WIB

7 Oktober! Sidang Perdana Febrie Adriansyah Dimulai, Jaksa Bacakan Dakwaan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Suyudi Jadi Kapolri, Siapkan Konsolidasi Internal dan Lanjutkan Program Listyo Sigit

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Prabowo Lantik 18 Pejabat, Suyudi Jadi Kapolri dan Listyo Sigit Pimpin KSP

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Suyudi Soroti No Viral No Justice, Laporan Warga Harus Ditangani Tanpa Menunggu Viral

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Komisi III DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Calon Kapolri, Ini Tahap Selanjutnya

Berita Terbaru

Emulator SharpEmu berhasil menjalankan 6 game PS5 pada 60 FPS. Simak pembaruan shader SPIR-V, dukungan Vulkan, dan analisis teknisnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Emulator SharpEmu Berhasil Jalankan Enam Game PS5

Jumat, 2 Okt 2026 - 16:46 WIB

Turtle Beach merilis pengontrol nirkabel bertema Animal Crossing untuk Nintendo Switch 2. Simak fitur RGB, daya tahan baterai, dan harganya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Turtle Beach Merilis Aksesori Pengontrol Animal Crossing

Jumat, 2 Okt 2026 - 15:39 WIB

Razer meluncurkan keycap koleksi Hello Kitty and Friends berkonsep blind box. Simak varian Sanrio, edisi langka chrome, dan harga resminya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Razer Meluncurkan Keycap Koleksi Hello Kitty and Friends

Jumat, 2 Okt 2026 - 14:29 WIB