Prabowo Beri Atensi Khusus Kasus Yuvita, Dudung: Hukum Pelaku Seadil-adilnya

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. (Posnews/Biro Pers Istana)

Presiden Prabowo Subianto dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. (Posnews/Biro Pers Istana)

BANDUNG, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap kasus penyekapan dan penganiayaan yang dialami Yuvita Tri Rezeki (29) di Bandung, Jawa Barat.

Presiden meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas perkara tersebut dan menjatuhkan hukuman setimpal kepada pelaku.

Pesan itu disampaikan Presiden melalui Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman saat menjenguk Yuvita di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Kamis (25/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pesan dari beliau disesuaikan dengan prosedur hukum yang berlaku. Agar hukumannya seadil-adilnya dan sekeras-kerasnya,” kata Dudung.

Prabowo Minta Kasus Diusut Tuntas

Dudung menegaskan Presiden menaruh perhatian besar terhadap penderitaan yang dialami Yuvita. Selama sekitar tiga tahun, korban diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan kekasihnya, Taufik Hidayat (30).

Baca Juga :  Komplotan Bersenjata Celurit Rampas Motor Pedagang di Bekasi Timur

Menurut Dudung, Presiden berharap kasus serupa tidak kembali terjadi di Indonesia.

“Beliau sangat peduli dengan kejadian ini dan berharap peristiwa seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.

Dudung: Kondisi Korban Sudah di Luar Batas Kemanusiaan

Dudung juga menyampaikan keprihatinan pemerintah atas kondisi korban. Ia mendukung penuh permintaan keluarga agar pelaku diproses sesuai hukum dan dijatuhi hukuman maksimal.

Menurutnya, kondisi fisik dan psikologis korban menunjukkan dugaan kekerasan yang sudah melampaui batas kemanusiaan.

“Saya mendukung agar pelaku diproses hukum seberat-beratnya. Melihat kondisi korban, perbuatannya sudah di luar batas kemanusiaan,” tegas Dudung.

Masyarakat Diminta Lebih Peduli

Selain itu, Dudung mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Ia meminta warga segera melapor kepada aparat apabila menemukan dugaan kekerasan, penyekapan, atau aktivitas mencurigakan.

Menurutnya, peran masyarakat sangat penting untuk mencegah tindak kekerasan berlangsung dalam waktu lama tanpa terungkap.

Baca Juga :  Dua Tersangka Kekerasan Pengusiran Nenek 80 Tahun Ditangkap Polda Jawa Timur

Biaya Perawatan Korban Dikoordinasikan

Saat mengunjungi korban, Dudung menerima laporan bahwa biaya perawatan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak belum ditanggung BPJS Kesehatan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, ia langsung menghubungi Direktur BPJS Kesehatan untuk mencari solusi agar penanganan korban tidak terkendala biaya.

“Saya mendapat laporan dari Direktur RSHS bahwa kasus penganiayaan terhadap perempuan dan anak belum ditanggung BPJS. Saya langsung menghubungi Direktur BPJS dan beliau merespons dengan cepat,” jelas Dudung.

Selanjutnya, pemerintah akan mengoordinasikan perlindungan dan pembiayaan korban bersama Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Kementerian Kesehatan, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar korban memperoleh pendampingan dan hak-haknya secara optimal.

Kasus ini masih diproses aparat penegak hukum. Polisi sebelumnya telah menetapkan Taufik Hidayat sebagai tersangka atas dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita.

Penyidik juga terus melengkapi berkas perkara untuk proses hukum berikutnya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perancis Batasi Jam Kunjung Wisata dan Polandia Siaga
Hakim Perintahkan Elon Musk Bersaksi Soal Kasus Gratifikasi
Raja Charles III Batal Menetap pada Istana Buckingham
Serangan di Selat Hormuz Paksa PBB Hentikan Evakuasi
Gempa Guncang Venezuela, 188 Warga Tewas
Mahkamah Agung Muluskan Langkah Donald Trump
Gara-Gara Judol, Pria di Sulbar Curi Emas dan Uang Tetangganya
Apple Resmi Naikkan Harga iPad dan Mac Secara Global

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:30 WIB

Perancis Batasi Jam Kunjung Wisata dan Polandia Siaga

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:01 WIB

Hakim Perintahkan Elon Musk Bersaksi Soal Kasus Gratifikasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:30 WIB

Raja Charles III Batal Menetap pada Istana Buckingham

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:01 WIB

Serangan di Selat Hormuz Paksa PBB Hentikan Evakuasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:53 WIB

Gempa Guncang Venezuela, 188 Warga Tewas

Berita Terbaru

Bara musim panas di Eropa. Gelombang panas ekstrem memaksa Perancis membatasi jam kunjung wisata dan beberapa negara siaga menghadapi rekor suhu baru. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Perancis Batasi Jam Kunjung Wisata dan Polandia Siaga

Jumat, 26 Jun 2026 - 12:30 WIB

Konfrontasi di Oakland. Elon Musk memberikan kesaksian dalam persidangan melawan OpenAI, menuduh mantan rekannya mengkhianati misi kemanusiaan demi keuntungan kapitalis bersama Microsoft. Dok: (AP Photo/Godofredo A. Vásquez)

INTERNASIONAL

Hakim Perintahkan Elon Musk Bersaksi Soal Kasus Gratifikasi

Jumat, 26 Jun 2026 - 12:01 WIB

Langkah keterbukaan monarki Inggris. Raja Charles III memilih menetap pada Clarence House dan merilis rincian laporan pajak pribadi untuk pertama kali sejak naik takhta. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Raja Charles III Batal Menetap pada Istana Buckingham

Jumat, 26 Jun 2026 - 11:30 WIB

Ketegangan baru di Selat Hormuz. Organisasi Maritim Internasional (IMO) menghentikan sementara pengawalan kapal pasca-serangan drone misterius terhadap kapal Ever Lovely dekat Oman. Dok: REUTERS/Stringer

INTERNASIONAL

Serangan di Selat Hormuz Paksa PBB Hentikan Evakuasi

Jumat, 26 Jun 2026 - 11:01 WIB

Duka mendalam di Venezuela utara. Gempa bumi kembar merobohkan ribuan bangunan dan mengubur ratusan warga di bawah puing-puing reruntuhan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gempa Guncang Venezuela, 188 Warga Tewas

Jumat, 26 Jun 2026 - 10:53 WIB