Rusia Hadapi Krisis Energi Pasca-Serangan Drone

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lompatan perang asimetris. Gempuran drone Ukraina membakar kilang minyak utama Rusia pada wilayah selatan saat Vladimir Putin mengakui negaranya menghadapi masa sulit. Dok: Istimewa.

Lompatan perang asimetris. Gempuran drone Ukraina membakar kilang minyak utama Rusia pada wilayah selatan saat Vladimir Putin mengakui negaranya menghadapi masa sulit. Dok: Istimewa.

MOSKOW, POSNEWS.CO.ID – Pasukan militer Ukraina meluncurkan serangan pesawat tanpa awak secara besar-besaran ke wilayah Rusia.

Serangan udara itu membakar kilang minyak utama pada wilayah bagian selatan Rusia.

Pihak otoritas Rusia mengonfirmasi kematian dua warga sipil akibat gempuran udara itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Vladimir Putin Akui Masa Sulit Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui bahwa negaranya kini sedang menghadapi masa sulit.

Meskipun begitu, ia berjanji pemerintah akan tetap memenuhi semua kewajiban sosial bagi masyarakat.

Ukraina gencar meningkatkan serangan jarak jauh ke fasilitas energi dan industri militer Rusia.

Langkah taktis ini bertujuan untuk memotong sumber pendanaan perang milik Kremlin.

Gempuran udara ini sekaligus menekan pasokan bahan bakar militer Rusia secara signifikan.

Baca Juga :  Viral BKT Sempat Lumpuh Pagi, Polisi Bongkar Penyebab Kemacetan Parah

Target Utama Kilang Minyak Slavyansk

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuliskan keberhasilan serangan udara ini melalui aplikasi Telegram.

Ia mengklaim pasukan berhasil menghantam dua kilang minyak penting pada wilayah Rusia.

“Setiap serangan akan mengurangi sumber daya mesin perang Rusia,” tegas Zelenskyy.

Gubernur Krasnodar Veniamin Kondratyev melaporkan kebakaran hebat pada kilang minyak Slavyansk-na-Kubani.

Reruntuhan drone Ukraina memicu kobaran api pada fasilitas penyulingan minyak itu.

Serangan itu juga menewaskan satu warga sipil pada wilayah Slavyansk.

Krisis Energi dan Pembatasan Bensin

Zelenskyy menyebut kilang minyak kedua pada wilayah Yaroslavl juga mengalami gempuran drone.

Gubernur Yaroslavl Mikhail Evraev mengonfirmasi penutupan sementara beberapa ruas jalan raya utama.

Pemerintah juga menghentikan operasional bandara Yaroslavl demi alasan keamanan penerbangan sipil.

Serangan drone Ukraina memicu krisis energi yang parah pada wilayah semenanjung Crimea.

Otoritas setempat bahkan melarang penjualan bensin kepada warga sipil sejak pekan lalu.

Baca Juga :  Musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Runtuh, Basarnas Kerahkan Alat Ekstrikasi Khusus

Kini, krisis energi juga merembet hingga ke wilayah Siberia yang sangat jauh.

Gubernur Irkutsk Igor Kobzev membatasi pembelian bahan bakar minyak bagi setiap kendaraan.

Pengendara hanya boleh membeli maksimal lima puluh liter bensin per hari.

Beberapa jaringan stasiun pengisian swasta juga menghentikan penjualan karena kehabisan pasokan.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak kini meninjau ulang seluruh kesepakatan ekspor bensin.

Langkah ini bertujuan untuk mengamankan kebutuhan bahan bakar dalam negeri Rusia.

Saling Balas Serangan Udara

Sementara itu, serangan bom udara Rusia menewaskan dua warga sipil pada kota Zaporizhzhia, Ukraina.

Kepala administrasi militer Ivan Fedorov melaporkan enam belas warga lainnya mengalami luka.

Pada wilayah perbatasan Belgorod, serangan drone Ukraina juga merenggut satu korban jiwa.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah melumpuhkan dua ratus tiga belas drone Ukraina.

Sebaliknya, Ukraina menembak jatuh seratus dua puluh lima drone dan tujuh rudal Rusia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempuran Militer Pakistan: Pasukan Keamanan Tembak 29 Milisi
Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti 4-3
Menteri HAM Pigai Tolak Restorative Justice untuk Kasus Penyekapan YTR di Bandung
Sidang Vonis Nadiem Makarim Digelar Hari Ini, Hakim Putus Kasus Chromebook
Polisi Libatkan Ahli Forensik Usut Kelayakan Truk Penyebab Kecelakaan di Bekasi
Brasil Tekuk Jepang 2-1 pada Babak 32 Besar Piala Dunia
Korban Meninggal Gempa Venezuela Hingga 1.450 Jiwa
Denda $99 Juta Menanti: Australia Perketat Aturan Batas Umur

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:49 WIB

Gempuran Militer Pakistan: Pasukan Keamanan Tembak 29 Milisi

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:10 WIB

Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti 4-3

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:05 WIB

Menteri HAM Pigai Tolak Restorative Justice untuk Kasus Penyekapan YTR di Bandung

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:46 WIB

Sidang Vonis Nadiem Makarim Digelar Hari Ini, Hakim Putus Kasus Chromebook

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:37 WIB

Rusia Hadapi Krisis Energi Pasca-Serangan Drone

Berita Terbaru

Operasi pembalasan di perbatasan. Pasukan keamanan Pakistan meluncurkan operasi darat dan serangan udara taktis guna melumpuhkan 29 milisi bersenjata. Dok: (AP Photo)

INTERNASIONAL

Gempuran Militer Pakistan: Pasukan Keamanan Tembak 29 Milisi

Selasa, 30 Jun 2026 - 10:49 WIB

Kejutan terbesar di Piala Dunia 2026. Kiper Paraguay Orlando Gill tampil heroik dan menyingkirkan raksasa Jerman lewat drama adu penalti yang menegangkan. Dok: (AP Photo/Petr David Josek)

INTERNASIONAL

Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti 4-3

Selasa, 30 Jun 2026 - 09:10 WIB

Lompatan perang asimetris. Gempuran drone Ukraina membakar kilang minyak utama Rusia pada wilayah selatan saat Vladimir Putin mengakui negaranya menghadapi masa sulit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Rusia Hadapi Krisis Energi Pasca-Serangan Drone

Selasa, 30 Jun 2026 - 08:37 WIB