Korban Meninggal Gempa Venezuela Hingga 1.450 Jiwa

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Duka mendalam di Venezuela utara. Gempa bumi kembar merobohkan ribuan bangunan dan mengubur ratusan warga di bawah puing-puing reruntuhan. Dok: Istimewa.

Duka mendalam di Venezuela utara. Gempa bumi kembar merobohkan ribuan bangunan dan mengubur ratusan warga di bawah puing-puing reruntuhan. Dok: Istimewa.

CARACAS, POSNEWS.CO.ID – Tim penyelamat mancanegara berpacu dengan waktu untuk mencari korban selamat pasca-gempa kembar pada wilayah Venezuela. Namun, harapan keluarga korban kian memudar seiring berjalannya waktu. Otoritas mengonfirmasi jumlah korban meninggal kini melonjak hingga mencapai 1.450 jiwa pada Minggu sore. Sementara itu, ribuan keluarga masih melaporkan kehilangan anggota kerabat mereka secara massal.

Banyak warga mengkritik lambatnya penanganan bencana oleh pemerintah pimpinan Presiden Interim Delcy Rodriguez. Akibatnya, masyarakat berinisiatif melakukan penyelamatan mandiri menggunakan alat seadanya sebelum bantuan asing tiba. Guncangan susulan berkekuatan 4,2 dan 4,5 magnitudo kembali mengguncang wilayah utara Venezuela pada Minggu pagi. Guncangan baru ini merusak lebih banyak bangunan yang sebelumnya sudah retak.

Baca Juga :  Jaringan Narkoba Bidik DWP 2025 Bali, Bareskrim Ungkap Modus Tempel, COD, dan Rekening

Pembatasan Akses dan Penanganan Medis Darurat

Saat ini, militer menjaga ketat akses masuk ke Provinsi La Guaira sebagai daerah bencana utama. Pengendara wajib membawa surat izin khusus dari komando militer wilayah Caracas untuk melintasi pos penjagaan. Rumah Sakit Domingo Luciani pada wilayah Caracas menerima ratusan pasien rujukan dengan luka berat. Untungnya, banjir donasi alat medis dari masyarakat membantu dokter mengatasi kelangkaan pasokan obat darurat.

Krisis ini menjadi ujian berat bagi Presiden Delcy Rodriguez yang menjabat sejak Januari tahun lalu. Langkah Amerika Serikat menggulingkan Nicolas Maduro sebelumnya memicu perpecahan politik yang tajam dalam negeri. Badan Migrasi PBB memproyeksikan sekitar 6,8 juta warga menghadapi dampak buruk dari bencana alam ini. Kini, organisasi internasional mulai menyalurkan bantuan makanan guna mengantisipasi lonjakan pengungsi baru.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti 4-3
Menteri HAM Pigai Tolak Restorative Justice untuk Kasus Penyekapan YTR di Bandung
Sidang Vonis Nadiem Makarim Digelar Hari Ini, Hakim Putus Kasus Chromebook
Rusia Hadapi Krisis Energi Pasca-Serangan Drone
Polisi Libatkan Ahli Forensik Usut Kelayakan Truk Penyebab Kecelakaan di Bekasi
Brasil Tekuk Jepang 2-1 pada Babak 32 Besar Piala Dunia
Denda $99 Juta Menanti: Australia Perketat Aturan Batas Umur
AS dan Iran Sepakati Perundingan Darurat di Qatar

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:10 WIB

Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti 4-3

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:05 WIB

Menteri HAM Pigai Tolak Restorative Justice untuk Kasus Penyekapan YTR di Bandung

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:46 WIB

Sidang Vonis Nadiem Makarim Digelar Hari Ini, Hakim Putus Kasus Chromebook

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:37 WIB

Rusia Hadapi Krisis Energi Pasca-Serangan Drone

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:35 WIB

Polisi Libatkan Ahli Forensik Usut Kelayakan Truk Penyebab Kecelakaan di Bekasi

Berita Terbaru

Kejutan terbesar di Piala Dunia 2026. Kiper Paraguay Orlando Gill tampil heroik dan menyingkirkan raksasa Jerman lewat drama adu penalti yang menegangkan. Dok: (AP Photo/Petr David Josek)

INTERNASIONAL

Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti 4-3

Selasa, 30 Jun 2026 - 09:10 WIB

Lompatan perang asimetris. Gempuran drone Ukraina membakar kilang minyak utama Rusia pada wilayah selatan saat Vladimir Putin mengakui negaranya menghadapi masa sulit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Rusia Hadapi Krisis Energi Pasca-Serangan Drone

Selasa, 30 Jun 2026 - 08:37 WIB