CARACAS, POSNEWS.CO.ID – Tim penyelamat mancanegara berpacu dengan waktu untuk mencari korban selamat pasca-gempa kembar pada wilayah Venezuela. Namun, harapan keluarga korban kian memudar seiring berjalannya waktu. Otoritas mengonfirmasi jumlah korban meninggal kini melonjak hingga mencapai 1.450 jiwa pada Minggu sore. Sementara itu, ribuan keluarga masih melaporkan kehilangan anggota kerabat mereka secara massal.
Banyak warga mengkritik lambatnya penanganan bencana oleh pemerintah pimpinan Presiden Interim Delcy Rodriguez. Akibatnya, masyarakat berinisiatif melakukan penyelamatan mandiri menggunakan alat seadanya sebelum bantuan asing tiba. Guncangan susulan berkekuatan 4,2 dan 4,5 magnitudo kembali mengguncang wilayah utara Venezuela pada Minggu pagi. Guncangan baru ini merusak lebih banyak bangunan yang sebelumnya sudah retak.
Pembatasan Akses dan Penanganan Medis Darurat
Saat ini, militer menjaga ketat akses masuk ke Provinsi La Guaira sebagai daerah bencana utama. Pengendara wajib membawa surat izin khusus dari komando militer wilayah Caracas untuk melintasi pos penjagaan. Rumah Sakit Domingo Luciani pada wilayah Caracas menerima ratusan pasien rujukan dengan luka berat. Untungnya, banjir donasi alat medis dari masyarakat membantu dokter mengatasi kelangkaan pasokan obat darurat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Krisis ini menjadi ujian berat bagi Presiden Delcy Rodriguez yang menjabat sejak Januari tahun lalu. Langkah Amerika Serikat menggulingkan Nicolas Maduro sebelumnya memicu perpecahan politik yang tajam dalam negeri. Badan Migrasi PBB memproyeksikan sekitar 6,8 juta warga menghadapi dampak buruk dari bencana alam ini. Kini, organisasi internasional mulai menyalurkan bantuan makanan guna mengantisipasi lonjakan pengungsi baru.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












