JAKARTA, POSNEWS.CO.ID β Indonesia dan Maroko sepakat memperkuat perdagangan, investasi, dan kerja sama sektor swasta.
Kedua negara juga mendorong percepatan negosiasi Preferential Trade Agreement (PTA) untuk memperluas akses pasar di Asia, Afrika, dan Eropa.
Komitmen itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri saat bertemu Wakil Perdagangan Luar Negeri Maroko Omar Hejira, Kamis (9/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Indonesia dan Maroko Saling Buka Akses Pasar
Roro menegaskan Indonesia dan Maroko memiliki posisi strategis di jalur perdagangan global.
Indonesia menjadi pintu masuk pasar ASEAN yang berpenduduk lebih dari 680 juta jiwa, sedangkan Maroko menjadi gerbang menuju Afrika, Eropa, dan kawasan Mediterania.
“Indonesia merupakan mitra dagang terbesar ketiga Maroko di ASEAN. Potensi perdagangan dan investasi kedua negara masih sangat besar,” ujar Roro.
PTA dan Sertifikasi Halal Perkuat Kerja Sama
Roro menyambut penandatanganan Mutual Recognition Agreement (MRA) Jaminan Produk Halal antara BPJPH dan IMANOR Maroko pada Mei 2026.
Menurutnya, kesepakatan itu menjadi modal untuk melanjutkan negosiasi PTA Indonesia-Maroko yang sempat tertunda sejak 2018.
“PTA dan pengakuan sertifikasi halal akan memperkuat kepercayaan pelaku usaha sekaligus meningkatkan perdagangan bilateral,” katanya.
Kemendag Undang Maroko ke TEI 2026
Kemendag juga mengundang pelaku usaha Maroko mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD, Tangerang, pada 14β18 Oktober 2026.
Pameran bertema “The Ultimate Hub for Global Sourcing” itu menjadi ajang promosi produk ekspor Indonesia sekaligus memperluas kerja sama bisnis.
Omar Hejira mendukung percepatan negosiasi PTA dan berharap perundingan kembali dimulai pada awal 2027.
Ia juga mengajak pelaku usaha Indonesia berinvestasi di Maroko menjelang Piala Dunia 2030 yang akan digelar bersama Spanyol dan Portugal.
Menurut Omar, Maroko siap menjadi pintu masuk produk Indonesia ke pasar Afrika.
Perdagangan Tumbuh 42 Persen
Perdagangan Indonesia-Maroko terus meningkat. Nilainya mencapai USD 235 juta pada 2025 atau naik 33,04 persen dibandingkan 2024.
Sementara itu, sepanjang JanuariβMei 2026, perdagangan kedua negara mencapai USD 158,1 juta, meningkat 41,95 persen secara tahunan.
Indonesia juga mencatat surplus perdagangan USD 74,8 juta pada 2025.
Ekspor Indonesia didominasi kopi, ban, minyak dan lemak nabati, margarin, produk olahan makanan, serta batu bara. Sebaliknya, Indonesia mengimpor pupuk, aluminium, tekstil, dan bahan baku industri dari Maroko.
Investasi langsung Maroko ke Indonesia naik dari USD 1,4 juta pada 2024 menjadi sekitar USD 5,4 juta pada 2025.
Sepanjang 2021β2025, total investasi Maroko mencapai USD 8,4 juta melalui 122 proyek, menunjukkan hubungan ekonomi kedua negara semakin kuat. **
Editor : Hadwan












