Dari Kampung ke Dunia, Argotelo Buktikan Singkong Indonesia Mendunia

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan, Budi Santoso melihat berbagai produk olahan singkong di Kampung Singkong Salatiga, Jawa Tengah, yang berhasil menembus pasar ekspor ke Australia dan beberapa negara Asia. (Posnews/Ist)

Menteri Perdagangan, Budi Santoso melihat berbagai produk olahan singkong di Kampung Singkong Salatiga, Jawa Tengah, yang berhasil menembus pasar ekspor ke Australia dan beberapa negara Asia. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Berawal dari usaha rumahan dengan kapasitas produksi hanya 10 kilogram singkong per hari, Argotelo asal Salatiga, Jawa Tengah, kini menjelma menjadi UMKM yang menembus pasar internasional.

Berkat inovasi, transformasi digital, dan pemberdayaan masyarakat, produk olahan singkong ini berhasil menembus Australia, serta memperluas pasar ke Singapura, Korea Selatan, dan Hong Kong.

Di balik kesuksesan tersebut berdiri Toni Anandya, pendiri Argotelo yang memulai usahanya pada 2016 dengan modal terbatas. Nama Argotelo berasal dari kata “argo” yang berarti gunung dan “telo” yang berarti singkong.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Filosofi itu mencerminkan harapan agar usahanya menjadi sumber manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin Argotelo memberikan manfaat seluas-luasnya, seperti gunung yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat,” ujar Toni.

Bangkit Berkat Transformasi Digital

Pada awal merintis usaha, Toni menjual produknya dari rumah ke rumah menggunakan sepeda motor. Namun, titik balik terjadi pada 2018 ketika Argotelo mulai memasarkan produknya secara daring.

Keputusan itu terbukti tepat. Saat pandemi Covid-19 melanda, Argotelo sudah memiliki fondasi digital yang kuat sehingga mampu mempertahankan bahkan meningkatkan penjualan.

Baca Juga :  Dua Pria Diciduk Polisi, Kepergok Curi di Tengah HUT RI ke-80 Monas

Saat ini, sekitar 90 persen penjualan Argotelo berasal dari kanal digital.

25 Produk Olahan Singkong

Argotelo terus berinovasi mengolah singkong menjadi berbagai produk bernilai tambah. Kini tersedia 25 varian olahan, antara lain:

  • Gemblong lumer
  • Getuk
  • Singkong fla
  • Stik tela-tela
  • Rondo royal
  • Mento
  • Nugget singkong
  • Molen tape

Seiring meningkatnya permintaan, kapasitas produksi Argotelo melonjak hingga 500 ton per tahun.

Untuk menjaga kualitas produk, perusahaan juga telah mengantongi berbagai legalitas, seperti sertifikat halal, izin BPOM, dan hak merek.

Berdayakan Ratusan Warga

Kesuksesan Argotelo tidak hanya tercermin dari peningkatan produksi, tetapi juga dari dampaknya bagi masyarakat.

Saat ini, perusahaan mempekerjakan 35 karyawan, sekitar 80 persen di antaranya berasal dari lingkungan sekitar.

Argotelo juga menggandeng karang taruna dan kelompok sadar wisata dalam kegiatan produksinya.

Lebih dari itu, Argotelo menginisiasi Kampung Singkong di Salatiga yang kini memberdayakan sekitar 300 warga.

Seluruh kebutuhan singkong dipasok langsung dari petani di wilayah sekitar sehingga turut menggerakkan ekonomi lokal.

Aktif Ikuti Pembinaan Pemerintah

Untuk meningkatkan daya saing, Argotelo aktif mengikuti berbagai program pembinaan dari pemerintah, mulai dari pelatihan pengolahan pangan, higienitas produksi, hingga pemasaran digital dan media sosial.

Pendampingan tersebut membantu Argotelo meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jaringan bisnis.

Baca Juga :  Tapanuli Tengah Darurat: 34 Tewas, 33 Hilang, Ribuan Warga Masih Terisolasi

Komitmen menjaga kualitas mengantarkan Argotelo tampil dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, pameran perdagangan internasional terbesar di Indonesia.

Keikutsertaan dalam ajang tersebut membuka peluang bertemu pembeli dari berbagai negara. Hasilnya, Argotelo berhasil memperoleh mitra bisnis dari Australia dan memperluas jaringan ke Dubai.

“Kami berhasil mengekspor produk ke Australia. Ke depan kami ingin kembali mengikuti pameran internasional agar bisa bertemu lebih banyak buyer,” kata Toni.

Pemerintah Dukung UMKM Go Global

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, saat mengunjungi Kampung Singkong Argotelo pada 18 Juni 2026, mengapresiasi inovasi sekaligus kontribusi Argotelo dalam memberdayakan masyarakat.

Menurutnya, Argotelo membuktikan produk lokal mampu bersaing di pasar internasional apabila didukung inovasi, kualitas, dan pengelolaan usaha yang baik.

“Kami akan terus mendukung Argotelo agar semakin memperluas pasar ekspornya,” ujar Budi Santoso.

Kementerian Perdagangan juga menyediakan berbagai program pendampingan, seperti business matching, coaching ekspor, promosi dagang, hingga partisipasi dalam pameran internasional melalui jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.

Perjalanan Argotelo membuktikan bahwa komoditas sederhana dapat memiliki nilai ekonomi tinggi ketika dipadukan dengan inovasi, digitalisasi, dan semangat pemberdayaan.

Dari lereng pegunungan Salatiga, singkong kini menjadi duta produk lokal Indonesia yang mampu bersaing di pasar dunia. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Vonis Nadiem Makarim: 10 Tahun Penjara dan Rekomendasi Usut Dugaan TPPU
Empat Perwira Resmi Jadi Komjen, Kapolri Promosikan 87 Pati Polri
Selat Hormuz: Iran dan Amerika Serikat Saling Serang
11 Orang Tewas Setelah Pesawat Jatuh Dekat Pemukiman
Polisi Sita Aset Hanania Travel untuk Pulihkan Kerugian Korban Umrah
Gempuran Militer Pakistan: Pasukan Keamanan Tembak 29 Milisi
Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti 4-3
Menteri HAM Pigai Tolak Restorative Justice untuk Kasus Penyekapan YTR di Bandung

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:22 WIB

Dari Kampung ke Dunia, Argotelo Buktikan Singkong Indonesia Mendunia

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:45 WIB

Vonis Nadiem Makarim: 10 Tahun Penjara dan Rekomendasi Usut Dugaan TPPU

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:32 WIB

Empat Perwira Resmi Jadi Komjen, Kapolri Promosikan 87 Pati Polri

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:08 WIB

Selat Hormuz: Iran dan Amerika Serikat Saling Serang

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:55 WIB

11 Orang Tewas Setelah Pesawat Jatuh Dekat Pemukiman

Berita Terbaru

Pecahnya gencatan senjata Timur Tengah. Amerika Serikat dan Iran saling meluncurkan serangan udara di Selat Hormuz, hanya dua minggu setelah menyepakati perdamaian sementara. Dok: REUTERS/Stringer

INTERNASIONAL

Selat Hormuz: Iran dan Amerika Serikat Saling Serang

Selasa, 30 Jun 2026 - 12:08 WIB

Duka di Tomblaine. Sebuah pesawat sekolah terjun payung jatuh dan menewaskan 11 orang sesaat setelah lepas landas di Perancis timur laut. Dok: REUTERS/Christian Hartmann

INTERNASIONAL

11 Orang Tewas Setelah Pesawat Jatuh Dekat Pemukiman

Selasa, 30 Jun 2026 - 11:55 WIB