Budi Santoso Dorong Ekspor Daerah, 7 IPSKA Baru Resmi Beroperasi

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan tujuh IPSKA baru di Banyumas untuk mempermudah layanan Surat Keterangan Asal (SKA) dan mendorong ekspor UMKM ke pasar global. (Posnews/Ist)

Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan tujuh IPSKA baru di Banyumas untuk mempermudah layanan Surat Keterangan Asal (SKA) dan mendorong ekspor UMKM ke pasar global. (Posnews/Ist)

BANYUMAS, POSNEWS.CO.ID – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak pelaku usaha, termasuk UMKM, memanfaatkan Surat Keterangan Asal (SKA) untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Ajakan itu disampaikan Mendag saat meresmikan tujuh Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) baru secara serentak dari Pendopo Si Panji, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026).

Selain Banyumas, Kemendag juga meresmikan IPSKA di Garut, Semarang, Natuna, Morowali, Halmahera Utara, dan Sorong.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“IPSKA yang semakin dekat dengan pelaku usaha akan mempermudah akses layanan ekspor. Karena itu, kami ingin semakin banyak produk Indonesia bersaing di pasar global,” kata Budi Santoso.

Permudah Ekspor dan Pangkas Biaya

IPSKA menerbitkan SKA, memverifikasi asal barang, serta memastikan dokumen ekspor memenuhi ketentuan perdagangan internasional.

Melalui SKA, eksportir dapat memanfaatkan tarif preferensi dari berbagai perjanjian dagang Indonesia dengan negara mitra.

Alhasil, produk Indonesia menjadi lebih kompetitif karena mendapat keringanan bea masuk di negara tujuan.

Baca Juga :  Terungkap! Pacar Gelap Ibu Korban Jadi Pelaku Penyiraman Air Keras di Sumedang

Saat ini Indonesia telah mengimplementasikan 20 perjanjian perdagangan internasional melalui skema FTA, PTA, dan CEPA.

Kini Tersedia 103 IPSKA di Indonesia

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengungkapkan, tujuh IPSKA baru memperluas layanan ekspor di daerah.

Dengan tambahan tersebut, Indonesia kini memiliki 103 IPSKA yang tersebar di berbagai wilayah.

“Kami berharap semakin banyak pelaku usaha memanfaatkan fasilitas perdagangan untuk meningkatkan ekspor daerah maupun nasional,” ujar Tommy.

Sistem e-SKA Bikin Ekspor Lebih Cepat

Selain memperluas jaringan IPSKA, Kemendag juga mengembangkan sistem elektronik Surat Keterangan Asal (e-SKA).

Melalui fitur otomatisasi, eksportir dapat langsung memperoleh tarif preferensi ketika syarat asal barang terpenuhi.

Sepanjang 2025, tingkat pemanfaatan SKA preferensi mencapai 75,6 persen. Saat ini fasilitas tersebut berlaku untuk ekspor ke Uni Emirat Arab, Hong Kong, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Australia, dan Pakistan.

Kemendag juga menargetkan perluasan layanan otomatisasi ke India, Mozambik, dan Cile dalam waktu dekat.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyebut kehadiran IPSKA akan memangkas waktu dan biaya pengurusan dokumen ekspor.

Baca Juga :  Iran Siap Negosiasi, Trump Tetapkan Deadline Rahasia

“Pelayanan kini lebih dekat, cepat, dan efisien. Ini menjadi langkah nyata meningkatkan kemudahan berusaha di Banyumas,” ujarnya.

Wakil Bupati Morowali Iriane Ilyas juga optimistis IPSKA akan memperkuat ekspor komoditas unggulan daerah seperti nikel, pala, rumput laut, cengkeh, dan kelapa sawit.

Sementara itu, Bupati Natuna Cen Sui Lan mengaku pelaku usaha kini tidak perlu lagi mengurus SKA ke Batam atau Tanjung Pinang.

Pelaku Usaha Rasakan Manfaat Langsung

Chief Operations Officer PT Coco Sugar Indonesia, Supriyanti, menyambut baik hadirnya IPSKA Banyumas.

Menurutnya, layanan yang lebih dekat akan mempercepat pengurusan dokumen ekspor gula kelapa yang telah dipasarkan ke lebih dari 50 negara.

Hal senada disampaikan Gladis Permata Mandasari dari PT Pundi Indokayu Industri.

Ia menilai keberadaan IPSKA Banyumas membuat proses pengambilan dokumen SKA jauh lebih cepat dibanding sebelumnya.

Dengan bertambahnya IPSKA dan penguatan layanan digital, pemerintah berharap ekspor daerah semakin tumbuh, UMKM naik kelas, dan produk Indonesia semakin dikenal di pasar dunia. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kreator Indonesia Raup Peluang Rp17 Miliar di Pameran Seoul 2026
Budi Santoso Tegaskan Komitmen Indonesia Perkuat Sistem Perdagangan BRICS
Mendag Budi Santoso Dorong Sistem Perdagangan Berbasis Aturan untuk UMKM
Indonesia dan Mesir Percepat Perundingan Dagang PTA dan FTA
Sanur Fashion Week 2026 Jadi Panggung Wastra Indonesia
Wamendag Lepas Ekspor 3,5 Ton Salak Bali ke Tiongkok, Nilainya Rp232 Juta
Camilan Asal Tangerang Tembus Arab Saudi, Ekspor Perdana Bernilai Rp288 Juta
IFW 2026 Jadi Panggung Wastra Indonesia Mendunia

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Kreator Indonesia Raup Peluang Rp17 Miliar di Pameran Seoul 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Budi Santoso Tegaskan Komitmen Indonesia Perkuat Sistem Perdagangan BRICS

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Mendag Budi Santoso Dorong Sistem Perdagangan Berbasis Aturan untuk UMKM

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:10 WIB

Indonesia dan Mesir Percepat Perundingan Dagang PTA dan FTA

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Sanur Fashion Week 2026 Jadi Panggung Wastra Indonesia

Berita Terbaru

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menolak peta jalan 15 poin usulan Donald Trump untuk Gaza. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Netanyahu Tolak Rencana Damai Gaza Terbaru dari Trump

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:00 WIB

Karhutla Bromo Meluas, 742 Hektare TNBTS Terbakar, Water Bombing Terus Digencarkan. (Posnews/BPBD Jatim)

DAERAH

BNPB: Kebakaran Bromo Capai 742 Hektare, TNBTS Masih Ditutup

Selasa, 11 Agu 2026 - 10:15 WIB

NVIDIA menjual kartu grafis GeForce RTX 50 Series di harga normal pada QuakeCon 2026. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

NVIDIA Jual RTX 50 Series di Harga Normal

Selasa, 11 Agu 2026 - 10:00 WIB