Serangan Israel Hantam Prosesi Pemakaman di Gaza

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan memuncak di Jalur Gaza. Serangan udara militer Israel menghantam sebuah prosesi pemakaman warga, menewaskan sedikitnya tujuh orang. Dok: Istimewa.

Ketegangan memuncak di Jalur Gaza. Serangan udara militer Israel menghantam sebuah prosesi pemakaman warga, menewaskan sedikitnya tujuh orang. Dok: Istimewa.

NUSEIRAT, POSNEWS.CO.ID – Militer Israel meluncurkan serangan udara maut ke wilayah Jalur Gaza.

Gempuran udara tersebut menghantam prosesi pemakaman warga sipil hari Jumat.

Serangan maut ini menewaskan sedikitnya tujuh orang warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ledakan bom tersebut juga melukai 22 orang lainnya.

Israel Targetkan Kelompok Jihad Islam

Pihak militer Israel mengakui operasi udara di Gaza tengah.

Mereka mengeklaim sasaran serangan merupakan sel teroris Jihad Islam.

Baca Juga :  Belasan Simpatisan ISIS Australia Tetap Terancam Hukuman Berat

Namun militer juga mengetahui potensi jatuhnya korban dari warga sipil.

Rumah Sakit Awda di kamp pengungsian Nuseirat mengonfirmasi data korban.

Warga memakamkan korban meninggal pasca-serangan militer sebelumnya.

Kecaman Hamas dan Pelanggaran Gencatan Senjata

Kelompok pejuang Hamas mengecam keras gempuran keji tersebut.

Mereka melabeli serangan pada prosesi pemakaman sebagai kejahatan kemanusiaan.

Sebelumnya kedua belah pihak menyepakati gencatan senjata pada Oktober.

Perjanjian tersebut bertujuan menghentikan perang hebat selama dua tahun.

Namun ketegangan bersenjata masih terus membayangi warga Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat korban tewas pasca-kesepakatan damai.

Sebanyak 1.123 warga kehilangan nyawa sejak gencatan senjata berjalan.

Baca Juga :  Benteng di Bawah Ballroom: Proyek East Wing White House Senilai $400 Juta

Pasukan Israel juga kehilangan lima tentara akibat serangan milisi.

Peningkatan Intensitas Serangan Militer Israel

Israel gencar meningkatkan intensitas gempuran udara belakangan ini.

Mereka menargetkan pergerakan mobil, tenda pengungsi, hingga gedung permukiman.

Lembaga pemantau ACLED membagikan laporan aktivitas militer terkini.

Israel meluncurkan 40 serangan udara sepanjang bulan Juni lalu.

Jumlah tersebut merupakan rekor tertinggi selama masa gencatan senjata.

Perang ini bermula pasca-serangan milisi Hamas pada Oktober 2023.

Gempuran Hamas menewaskan 1.200 orang dan menyandera 251 warga.

Kini total korban tewas di pihak Gaza melampaui 73.264 jiwa.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin
USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga
Andy Burnham dan Macron Gelar Pertemuan Resmi Pertama

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Minggu, 6 September 2026 - 13:30 WIB

USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan

Berita Terbaru

PM Yunani Kyriakos Mitsotakis janjikan pemangkasan pajak dan kenaikan gaji jelang pemilu, di tengah protes buruh atas biaya hidup tinggi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 Sep 2026 - 17:25 WIB

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. (Posnews/NET)

DAERAH

Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 Sep 2026 - 16:39 WIB