JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Suasana perayaan ulang tahun nenek mendadak berubah menjadi misteri.
Atlet golf perempuan Jesslyn Wijaya Lay diduga dibawa paksa dari sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Jesslyn diduga dibawa oleh dua pria bertubuh besar sebelum acara keluarga tersebut dimulai. Setelah itu, keluarga dan teman-temannya tidak lagi dapat menghubungi atlet golf tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Polisi membenarkan laporan dugaan penculikan itu. Namun, penyidik masih mengumpulkan bukti dan menelusuri kronologi untuk memastikan fakta sebenarnya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan pihaknya masih menangani laporan tersebut.
“Iya betul, masih proses,” kata Roby kepada wartawan, Senin (20/7/2026).
Roby menegaskan, penyidik masih bekerja untuk mengungkap fakta di balik hilangnya Jesslyn.
“Sampai dengan saat ini masih kita lakukan penyelidikan untuk mencari fakta-faktanya,” ujarnya.
Jesslyn Diduga Dibawa ke Mobil Hitam
Peristiwa itu terjadi pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB. Saat itu, Jesslyn menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di Restoran Saung Kita.
Namun, sesaat sebelum acara dimulai, dua pria bertubuh besar diduga menutup mata Jesslyn.
Mereka kemudian mengangkat korban dan membawanya ke sebuah mobil berwarna hitam.
Mobil tersebut kemudian meninggalkan lokasi.
Berdasarkan keterangan saksi, sekitar lima pria berada di lokasi saat dugaan penculikan itu terjadi. Polisi masih mendalami identitas dan peran masing-masing orang.
Ponsel Jesslyn Tak Bisa Dihubungi
Sejak peristiwa tersebut, keluarga dan teman-teman Jesslyn tidak lagi dapat menghubunginya.
Telepon seluler milik korban juga tidak dapat diakses seperti biasanya. Kondisi itu membuat keluarga khawatir dan melaporkan dugaan penculikan tersebut kepada polisi.
Kini, Polres Metro Jakarta Pusat masih menelusuri kasus tersebut.
Penyidik mengumpulkan keterangan saksi dan bukti pendukung untuk mengungkap keberadaan Jesslyn serta memastikan rangkaian kejadian yang sebenarnya. **
Editor : Hadwan













