Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Senin, 20 Juli 2026 - 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah taktis diplomasi Asia Tenggara. KTT ASEAN di Manila menyoroti dampak eskalasi perang Amerika Serikat-Iran serta krisis politik Myanmar. Dok: Istimewa.

Langkah taktis diplomasi Asia Tenggara. KTT ASEAN di Manila menyoroti dampak eskalasi perang Amerika Serikat-Iran serta krisis politik Myanmar. Dok: Istimewa.

MANILA, POSNEWS.CO.ID – Para diplomat senior Asia Tenggara berkumpul di Manila.

Selanjutnya, mereka menggelar pertemuan penting mulai hari Selasa.

Dalam hal ini, ketegangan militer di Timur Tengah menjadi fokus utama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebab, perang Amerika Serikat dan Iran mengancam stabilitas global.

Sementara itu, Filipina memegang keketuaan ASEAN pada tahun ini.

Oleh karena itu, Manila menjadi tuan rumah konferensi selama tiga hari.

Pertemuan akbar ini menghadirkan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Selain itu, utusan China Foreign Minister Wang Yi juga hadir.

Bahkan, diplomat senior Rusia Sergey Lavrov turut meramaikan acara.

Di sisi lain, perwakilan Ukraina Andrii Sybiha menerima undangan khusus.

Namun, Sybiha tidak mengikuti agenda utama KTT ASEAN.

Hingga saat ini, Rubio dan Lavrov belum merencanakan pertemuan bilateral.

Dampak Konflik Energi bagi ASEAN

Rencananya, para menteri akan merilis pernyataan bersama hari Selasa.

Langkah ini menunjukkan kecemasan mendalam wilayah regional.

Oleh sebab itu, ASEAN mendesak kedua pihak segera menghentikan pertempuran.

Baca Juga :  The Great Depression 1929: Runtuhnya Wall Street dan Bangkitnya Hitler

Apalagi, konflik bersenjata mengganggu pelayaran di Selat Hormuz.

Padahal, selat tersebut menyalurkan seperlima pasokan minyak dunia.

Akibatnya, masyarakat Asia Tenggara sangat bergantung pada minyak bumi.

Sebab, perang memicu lonjakan harga barang pokok secara drastis.

Bahkan, Filipina menetapkan darurat energi nasional Maret lalu.

Tentu saja, langkah darurat ini bertujuan mengamankan pasokan kebutuhan warga.

Komitmen Amerika Serikat di Pasifik

Di sisi lain, perang Timur Tengah memecah fokus militer Amerika Serikat.

Alhasil, kondisi ini memicu kekhawatiran sekutu di Asia-Pasifik.

Terutama karena China terus meningkatkan agresivitas di Laut China Selatan.

Selain itu, Beijing juga terus menekan wilayah kedaulatan Taiwan.

Oleh karena itu, kehadiran Marco Rubio bertujuan memberikan jaminan keamanan baru.

Sebab, AS berkomitmen menjaga kestabilan kawasan Indo-Pasifik bebas.

Selanjutnya, Rubio juga akan memimpin pertemuan aliansi keamanan Quad.

Sebagai catatan, aliansi Quad beranggotakan AS, India, Jepang, dan Australia.

Namun, China berulang kali mengkritik keras aliansi tersebut.

Penyelesaian Krisis Myanmar

Sementara itu, ASEAN juga menghadapi tantangan internal yang sangat berat.

Sebab, perang sipil di Myanmar terus memakan korban jiwa.

Baca Juga :  Trump Pilih Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed

Apalagi, militer merebut kekuasaan sah sejak tahun 2021 lalu.

Sejauh ini, pertempuran menewaskan lebih dari delapan ribu warga sipil.

Bahkan, otoritas menahan hampir dua puluh dua ribu orang.

Namun, rencana perdamaian lima poin ASEAN belum membuahkan hasil.

Sebab, pemerintah militer mengabaikan kesepakatan damai tersebut secara sepihak.

Oleh karena itu, ASEAN melarang kehadiran delegasi politik Myanmar di Manila.

Meskipun begitu, Menteri Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro tetap memimpin perundingan.

Sebelumnya, Lazaro menemui perwakilan Myanmar secara khusus di Bangkok.

Sayangnya, langkah diplomasi ini memicu kritik keras organisasi kemanusiaan.

Sebab, aktivis menilai pertemuan tersebut memberikan panggung bagi militer.

Namun demikian, Lazaro menegaskan pentingnya diplomasi dengan semua pihak.

Kode Etik Laut China Selatan

Selain agenda tersebut, para menteri juga akan menemui Menlu Wang Yi.

Tujuannya, mereka membahas percepatan kesepakatan kode etik pelayaran.

Sebab, aturan ini bertujuan mencegah bentrokan militer di laut.

Saat ini, sengketa wilayah melibatkan China, Brunei, Malaysia, dan Vietnam.

Bahkan, Filipina dan Taiwan juga mengklaim kepemilikan wilayah tersebut.

Alhasil, ketegangan terus meningkat antara pasukan Filipina dan China.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara
Tensi Hormuz Membara: Gempuran Udara dan Rudal Iran
6 Warga Meninggal dan Puluhan Rumah Hancur di Chupaca
Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik: Zelenskyy Desak Sekutu
Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang Total

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:30 WIB

Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris

Senin, 20 Juli 2026 - 22:25 WIB

Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:17 WIB

Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Senin, 20 Juli 2026 - 10:44 WIB

9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara

Berita Terbaru

Langkah baru sang tentara bayaran. Ryan Reynolds membidik berbagai kisah klasik dari komik orisinal untuk petualangan Deadpool berikutnya. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Ambisi Ryan Reynolds: Deadpool Keempat Siap Disajikan

Selasa, 21 Jul 2026 - 12:32 WIB

Ambisi menguasai pasar yang terhalang hukum. Hakim federal menghentikan sementara proses akuisisi raksasa Paramount terhadap Warner Bros akibat kekhawatiran monopoli. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Selasa, 21 Jul 2026 - 11:29 WIB