Detik-Detik Ledakan Gas Runtuhkan Bangunan di Medan, 1 Tewas 2 Tertimbun

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan menggunakan drone thermal dan peralatan ekstrikasi mencari korban ledakan pipa gas di Medan Polonia. (Posnews/Basarnas)

Tim SAR gabungan menggunakan drone thermal dan peralatan ekstrikasi mencari korban ledakan pipa gas di Medan Polonia. (Posnews/Basarnas)

MEDAN, POSNEWS.CO.ID – Suara ledakan keras tiba-tiba menggelegar di Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2026) sore.

Dalam hitungan detik, sebuah bangunan hancur dan ambruk.

Ledakan itu diduga berasal dari pipa gas tanam. Material bangunan kemudian menimpa sejumlah orang yang berada di lokasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim SAR gabungan langsung diterjunkan. Petugas berpacu dengan waktu di tengah tumpukan beton dan puing untuk menyelamatkan korban.

Namun, operasi pencarian berujung duka. Satu korban ditemukan tewas. Dua orang lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan.

Tujuh Orang Terjebak Saat Ledakan Terjadi

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan menerima laporan kejadian sekitar pukul 18.40 WIB.

Laporan itu disampaikan personel Brimob Polda Sumatera Utara. Tak lama kemudian, tim SAR gabungan bergerak ke lokasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika menyebut tujuh orang berada di lokasi saat ledakan terjadi.

Baca Juga :  Gerebek Studio Porno ‘BangBus’ Bonnie Blue, Polisi Sita Kamera dan Mobil Pikap Bernuansa Vulgar

Empat orang berhasil selamat. Mereka yakni Jeavelin (2), Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir.

Sementara itu, satu korban ditemukan meninggal dunia pada Selasa sekitar pukul 02.20 WIB. Petugas langsung mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara.

“Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian secara intensif dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi reruntuhan bangunan,” kata Hery dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).

Drone Thermal Dikerahkan Cari Korban

Tim SAR tidak mau kehilangan waktu. Petugas langsung mengerahkan peralatan khusus untuk mendeteksi keberadaan korban yang masih tertimbun.

Drone thermal diterbangkan di atas lokasi. Peralatan ekstrikasi juga digunakan untuk membuka material bangunan yang menghalangi proses pencarian.

Tim kemudian membagi operasi menjadi tiga unit.

SRU 1 menyisir area menggunakan drone thermal Basarnas Medan. Perangkat itu digunakan untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban di bawah puing.

Kemudian, SRU 2 menyisir area dengan metode Area Search Rescue. Petugas membagi lokasi menjadi beberapa sektor dan memetakan titik-titik yang berpotensi menyimpan korban.

Baca Juga :  Indonesia Menang Telak di Asia-Pasifik, Melaju ke Presiden Dewan HAM PBB 2026

Sementara itu, SRU 3 bergerak ke titik prioritas. Petugas menggunakan peralatan ekstrikasi untuk membuka akses menuju lokasi yang diduga menjadi tempat korban tertimbun.

Dua Korban Masih Dicari

Hery mengatakan tim SAR terus bekerja maksimal untuk menemukan dua korban yang masih hilang.

Namun, petugas tetap berhati-hati. Kondisi reruntuhan bangunan berpotensi membahayakan keselamatan tim.

“Kami mengoptimalkan penggunaan peralatan Urban Search and Rescue, termasuk drone thermal dan peralatan ekstrikasi, untuk mempercepat proses pencarian,” ujar Hery.

Sampai Selasa pagi, proses pencarian masih berlangsung. Tim SAR gabungan terus menyisir setiap bagian reruntuhan untuk menemukan dua korban yang belum diketahui nasibnya.

Sementara itu, penyebab pasti ledakan masih diselidiki. Petugas masih mengumpulkan informasi untuk memastikan sumber ledakan yang diduga berasal dari pipa gas tanam.

Kini, suasana di lokasi berubah menjadi operasi penyelamatan besar. Di antara puing dan beton yang runtuh, tim SAR terus berpacu dengan waktu untuk membawa dua korban keluar dari reruntuhan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Emas Rp90 Juta Dicuri, Pasutri di Ubud Gunakan Uangnya Operasi Plastik
Kronologi Pengusaha Jakarta Tembak Sekuriti dan WNA di Bar Canggu Bali
Kebakaran Kandang Ayam di Tulungagung, 3.100 Ekor Mati Terpanggang
Dua Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat, 18 Orang Masih Dicari Tim SAR
Penembak Brutal di Canggu Ditangkap! H Dicegat Saat Tiba di Soekarno-Hatta
Anak di Medan Bakar Ayah Kandung Usai Cekcok, Korban Luka di Tangan dan Kaki
Update Bentrok 2 Desa di Adonara Tewaskan 3 Orang, 20 Rumah Dibakar
Pelaku Penembakan Bar Canggu Diduga Kabur ke Luar Bali, Polisi Memburu

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:27 WIB

Emas Rp90 Juta Dicuri, Pasutri di Ubud Gunakan Uangnya Operasi Plastik

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:20 WIB

Detik-Detik Ledakan Gas Runtuhkan Bangunan di Medan, 1 Tewas 2 Tertimbun

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:28 WIB

Kronologi Pengusaha Jakarta Tembak Sekuriti dan WNA di Bar Canggu Bali

Senin, 20 Juli 2026 - 09:36 WIB

Kebakaran Kandang Ayam di Tulungagung, 3.100 Ekor Mati Terpanggang

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:55 WIB

Dua Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat, 18 Orang Masih Dicari Tim SAR

Berita Terbaru