LONDON, POSNEWS.CO.ID – Tingkat inflasi tahunan Inggris mencatatkan penurunan yang cukup signifikan pada bulan Juni.
Penurunan harga bahan bakar minyak mendorong penurunan angka inflasi nasional tersebut.
Perkembangan positif ini memberikan angin segar bagi kepemimpinan Perdana Menteri Andy Burnham.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Badan Pusat Statistik Inggris (ONS) merilis laporan resmi mengenai angka inflasi hari Rabu.
Indeks Harga Konsumen menunjukkan kenaikan sebesar 2,6 persen dalam 12 bulan hingga Juni.
Angka ini melandai dari posisi 2,8 persen pada bulan Mei sebelumnya.
Capaian tersebut sukses melampaui prediksi para analis pasar keuangan global.
Para pengamat sebelumnya memproyeksikan penurunan inflasi hanya menyentuh angka 2,7 persen.
Penurunan harga bensin dan solar menjadi pemicu utama pereda inflasi tersebut.
Harga minyak mentah dunia sempat merosot pasca-kesepakatan gencatan senjata AS dan Iran.
Pemangkasan Pajak Listrik dan Subsidi Tarif Bus
Perkembangan ekonomi ini memperkuat langkah taktis Perdana Menteri Andy Burnham.
Burnham resmi mengawali masa tugas sebagai perdana menteri pada hari Senin lalu.
Ia langsung meluncurkan serangkaian program guna meringankan beban hidup warga.
Pemerintah menghapus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk tagihan listrik rumah tangga.
Kebijakan insentif pajak ini akan berlaku mulai bulan Oktober mendatang.
Pemerintah memproyeksikan program pemangkasan pajak menelan biaya 850 juta poundsterling.
Selain itu, pemerintah menetapkan batas tarif maksimal bus sebesar 2 poundsterling.
Menteri Keuangan John Healey menyambut gembira kabar penurunan inflasi nasional ini.
“Masyarakat mengharapkan berita baik mengenai penurunan inflasi ini,” ujar Healey.
Healey menegaskan komitmen pemerintah untuk mengutamakan kesejahteraan buruh dan pekerja.
Ancaman Lonjakan Inflasi Susulan Akibat Konflik Teluk
Meskipun demikian, para ahli memperkirakan tren penurunan inflasi hanya berjalan singkat.
Pertempuran baru di Timur Tengah kembali menggagalkan perjanjian damai AS dan Iran.
Eskalasi militer tersebut mendongkrak kembali harga minyak mentah di bursa internasional.
Kondisi ini berpotensi memicu lonjakan harga energi rumah tangga pada musim gugur.
Kepala Ekonom Inggris Capital Economics Paul Dales membagikan analisis ekonominya.
Dales memprediksi inflasi Inggris akan kembali melampaui 3,0 persen pada September.
Ia bahkan memperkirakan angka inflasi menyentuh 3,5 persen pada awal tahun depan.
Kenaikan inflasi tersebut memaksa Bank Sentral Inggris mengerek suku bunga acuan.
Komitmen Disiplin Anggaran di Tengah Target Industri
Di sisi lain, pemerintah juga fokus memberikan kemudahan bagi pelaku usaha kecil.
Burnham ingin meringankan beban pajak pengusaha dari era pemerintahan sebelumnya.
Namun, Burnham tetap menjaga disiplin anggaran negara yang sangat ketat.
Ia menyeimbangkan penerimaan pajak dengan pengeluaran operasional pemerintah harian.
Data resmi menunjukkan angka pinjaman pemerintah Inggris mengalami penurunan pada Juni.
Penurunan pinjaman ini memberikan ruang gerak finansial bagi Menteri Keuangan John Healey.
Strategi jangka panjang Burnham mencakup reindustrialisasi Inggris secara masif.
Pemerintah juga merancang pembangunan perumahan publik guna memenuhi kebutuhan warga.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













