NEW DELHI, POSNEWS.CO.ID – Ribuan demonstran pemuda menggelar aksi protes besar-besaran di pusat kota New Delhi.
Bentrokan Mencekam di Jantar Mantar
Massa memadati area demonstrasi Jantar Mantar sejak Rabu sore.
Jumlah demonstran membengkak hingga melampaui 10.000 orang pada malam hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para pemuda mengibarkan bendera India dan menyuarakan tuntutan penegakan keadilan.
Namun aksi damai mendadak berubah menjadi kericuhan pada malam hari.
Sebagian massa melempar batu dan botol plastik ke arah petugas.
Aparat kepolisian langsung membalas gempuran massa menggunakan tongkat dan gas air mata.
Bentrokan tersebut melukai beberapa anggota polisi di lapangan.
Petugas segera melarikan korban luka menuju rumah sakit terdekat.
Tuntutan Mutlak Pengunduran Diri Menteri
Gerakan Cockroach Janta Party (CJP) memimpin aksi massa berani ini.
Pendiri CJP Abhijeet Dipke menegaskan komitmen pantang mundur mereka.
Massa menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan secara mutlak.
Skandal kebocoran soal ujian nasional memicu kemarahan dua juta siswa pada Mei lalu.
Oleh karena itu aksi protes ini telah berlangsung selama 25 hari berturut-turut.
“Kami siap bertahan hingga 25 bulan ke depan,” tegas Dipke di depan massa.
Penutupan Stasiun Metro dan Aksis Oposisi
Eskalasi keamanan memaksa pengelola transportasi mengambil langkah darurat.
Pengelola Delhi Metro menutup 16 stasiun kereta pada hari Kamis.
Langkah taktis ini bertujuan mengamankan area strategis di pusat kota.
Sementara itu partai oposisi memanfaatkan momentum ini untuk menekan pemerintah.
Pemimpin Partai Kongres Rahul Gandhi memimpin demonstrasi di depan kediaman Modi.
Oposisi menghentikan sidang parlemen guna menyuarakan aspirasi para pemuda.
Pemerintahan Modi sebenarnya menawarkan dialog dan janji reformasi sistem ujian.
Namun oposisi dan massa CJP menolak tawaran kompromi tanpa pengunduran diri menteri.
Sinyal Keresahan Generasi Muda India
Fenomena CJP mengindikasikan kekecewaan mendalam generasi muda India.
Para pemuda menghadapi masalah kelangkaan lapangan kerja dan kecurangan ujian.
Alhasil aksi protes ini menjadi ancaman serius bagi kepemimpinan Partai Bharatiya Janata (BJP).
Kini publik menanti keputusan taktis Perdana Menteri Narendra Modi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













