Sejarah Lahirnya Uruk, Metropolitan Pertama di Muka Bumi Oleh:

Jumat, 26 Desember 2025 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Lupakan New York atau Tokyo. 6.000 tahun lalu, Uruk sudah jadi metropolitan pertama. Simak sejarah

Ilustrasi, Lupakan New York atau Tokyo. 6.000 tahun lalu, Uruk sudah jadi metropolitan pertama. Simak sejarah "kegilaan" manusia meninggalkan desa demi membangun peradaban kota. Dok: Istimewa.

BAGHDAD, POSNEWS.CO.ID – Ribuan tahun lamanya, manusia hidup menyebar di pertanian kecil yang terisolasi. Mereka bekerja keras di ladang sendiri hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar perut mereka.

Namun, sekitar 6.000 tahun silam, sebuah revolusi senyap terjadi di lembah sungai Mesopotamia (kini Irak). Orang-orang mulai meninggalkan kenyamanan rumah keluarga dan desa mereka.

Mereka berkumpul bersama orang asing untuk menciptakan sesuatu yang jauh lebih kompleks dan sulit: sebuah kota. Kota itu bernama Uruk. Seketika, eksperimen sosial ini mengubah arah sejarah peradaban manusia selamanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Metropolitan Kuno Berpenduduk 40.000

Uruk terletak sekitar 250 kilometer di selatan Baghdad modern. Meskipun kini hanya tersisa reruntuhan, jejak kebesarannya masih terlihat jelas.

Pada puncaknya sekitar 5.000 tahun lalu, Uruk menjadi rumah bagi lebih dari 40.000 orang. Luas wilayahnya mencapai 600 hektare yang dikelilingi tembok kota. Sebagai perbandingan, populasi sebesar itu sangatlah masif untuk ukuran zaman kuno.

Arkeolog menemukan bukti pembangunan intensif selama berabad-abad. Warga Uruk meratakan bangunan lama dan mendirikan struktur baru di atasnya. Mereka terus bereksperimen dengan material dan teknik arsitektur untuk mengekspresikan struktur sosial baru yang revolusioner.

Baca Juga :  Kronologi Pesepeda Tewas Tabrak Bus Listrik TransJakarta di Sudirman, Korban Pejabat SKK Migas

Lingkungan Keras Pemicu Inovasi

Mengapa mereka rela meninggalkan desa yang tenang? Jawabannya bukan karena kenyamanan, melainkan karena keterpaksaan bertahan hidup di lingkungan yang keras.

Mesopotamia adalah tempat ekstrem. Gurun tandus dan lahan basah yang tidak produktif mengapit jalur sempit lembah sungai yang subur. Curah hujan sangat minim, sehingga pertanian biasa mustahil dilakukan.

Oleh karena itu, manusia dipaksa berinovasi. Mereka menciptakan sistem irigasi canggih dengan memanfaatkan air Sungai Tigris dan Efrat. Namun, membangun dan merawat bendungan serta kanal membutuhkan tenaga kerja yang sangat besar.

Satu keluarga petani tidak akan sanggup melakukannya sendiri. Maka, mereka harus bekerja sama dengan tetangga dan orang asing. Pola ketergantungan inilah yang menjadi jantung peradaban kota.

Surplus Makanan dan Spesialisasi Kerja

Kerja keras kolektif itu membuahkan hasil manis. Pertanian intensif menghasilkan surplus makanan yang melimpah.

Cadangan pangan ini memungkinkan manusia bertahan di tahun-tahun paceklik. Lebih jauh lagi, surplus ini membebaskan sebagian penduduk dari kewajiban bertani.

Lantas, lahirlah konsep spesialisasi pekerjaan. Muncul profesi baru seperti tentara, pembangun, musisi, dokter, hingga peramal nasib. Singkatnya, ini adalah awal mula industri dan konsumerisme.

Namun, kebebasan ini memiliki harga. Penduduk kota kini bergantung sepenuhnya pada institusi yang memberi mereka makan, bukan lagi pada hasil keringat sendiri di ladang.

Baca Juga :  Wapres Gibran Tinjau Pos Pengungsian Banjir di Bekasi, Polres Siagakan Pengamanan dan Bantuan

Kuil: Bank dan Penguasa Ekonomi

Institusi yang paling berkuasa saat itu bukanlah istana raja, melainkan kuil agama. Bangunan kuil berbentuk piramida raksasa (ziggurat) mendominasi lanskap kota.

Kuil memiliki gudang penyimpanan raksasa untuk hasil panen. Seiring waktu, kuil mengambil alih kepemilikan lahan pertanian dan mempekerjakan staf administrasi yang banyak.

Warga wajib menyumbangkan tenaga untuk bekerja di kuil. Akibatnya, kuil menumpuk kekayaan agrikultur yang luar biasa. Kekayaan ini memungkinkan kuil berfungsi sebagai “bank primitif” yang memberikan pinjaman kepada warga di masa sulit.

Penemuan Tulisan di Tanah Liat

Bagaimana kita tahu semua detail ini? Beruntung, bangsa Sumeria menemukan teknologi pencatatan yang revolusioner: tulisan.

Berbeda dengan papirus Mesir yang rapuh, catatan Mesopotamia tertulis di atas lempengan tanah liat basah yang kemudian dibakar. Faktanya, kebakaran arsip kuno justru “memanggang” lempengan itu sehingga menjadi awet hingga ribuan tahun.

Catatan awal ini sebagian besar berisi daftar pembukuan sederhana. Akan tetapi, dalam beberapa ratus tahun, sistem tulisan berkembang menjadi alat canggih untuk merekam konsep abstrak, hukum, dan sastra yang kita pelajari hari ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Helikopter Pemadam Tabrakan di Yunani
Israel Gempur Gaza 2 Hari Berturut-turut, 18 Warga Tewas
Bom Bunuh Diri Guncang Unjuk Rasa Anti-Militan di Pakistan
Trump Tunda Serangan Militer dan Buka Perundingan dengan Iran
Plt Jaksa Agung AS Batalkan Dana Ganti Rugi Trump Rp29 Triliun
Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal
Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot
Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:18 WIB

Dua Helikopter Pemadam Tabrakan di Yunani

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Israel Gempur Gaza 2 Hari Berturut-turut, 18 Warga Tewas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Bom Bunuh Diri Guncang Unjuk Rasa Anti-Militan di Pakistan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Tunda Serangan Militer dan Buka Perundingan dengan Iran

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Plt Jaksa Agung AS Batalkan Dana Ganti Rugi Trump Rp29 Triliun

Berita Terbaru

Tom Holland mengonfirmasi pengetahuan tentang jadwal debut Miles Morales di MCU saat mempromosikan film Spider-Man: Brand New Day yang mencetak rekor pendapatan box office. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Tom Holland Tahu Jadwal Debut Miles Morales di MCU

Selasa, 4 Agu 2026 - 10:00 WIB

Tabrakan dua helikopter pemadam kebakaran di Yunani menewaskan dua kru di tengah krisis kebakaran hutan hebat dan gelombang panas ekstrem yang melanda berbagai negara Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Dua Helikopter Pemadam Tabrakan di Yunani

Selasa, 4 Agu 2026 - 09:18 WIB

Jet tempur Israel melancarkan gelombang serangan udara di Gaza dan menewaskan sedikitnya 18 warga Palestina di saat AS mendorong rencana pelepasan senjata Hamas. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Israel Gempur Gaza 2 Hari Berturut-turut, 18 Warga Tewas

Selasa, 4 Agu 2026 - 08:00 WIB

Pelaku bom bunuh diri menyerang unjuk rasa anti-militan di Lembah Swat hingga menewaskan 14 warga dan polisi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bom Bunuh Diri Guncang Unjuk Rasa Anti-Militan di Pakistan

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:34 WIB

Survei Reuters/Ipsos menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Donald Trump anjlok ke angka 35 persen akibat krisis harga energi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Tunda Serangan Militer dan Buka Perundingan dengan Iran

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB