Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ekspor CPO dan produk turunannya Indonesia tumbuh 5,49 persen sepanjang Januari-Juli 2026, didorong penguatan harga komoditas global. Dok: Istimewa.

Ekspor CPO dan produk turunannya Indonesia tumbuh 5,49 persen sepanjang Januari-Juli 2026, didorong penguatan harga komoditas global. Dok: Istimewa.

KUALA LUMPUR, POSNEWS.CO.ID – Bursa komoditas minyak sawit mentah (CPO) mengalami koreksi harga pada awal pekan ini.

Penurunan Kontrak Berjangka Bursa Malaysia

Kontrak utama minyak sawit untuk pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange mencatatkan penurunan.

Harga minyak sawit merosot 49 ringgit atau 1,04 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesi perdagangan resmi menutup posisi harga pada level 4.673 ringgit per ton.

Nilai tersebut setara dengan 1.144,50 dolar AS per ton.

Kondisi ini menarik mundur posisi harga dari rekor tertinggi 15 pekan terakhir.

Pengaruh Harga Minyak Mentah dan Rival Nabati

Kepala Riset Komoditas Sunvin Group Anilkumar Bagani memberikan penjelasan resmi.

Baca Juga :  Mandat Kekuatan Militer: Bahrain Ajukan Resolusi PBB untuk Amankan Selat Hormuz

Bagani menyebut penurunan harga energi global memicu tekanan kuat pada pasar CPO.

Selain itu, penurunan harga minyak nabati pesaing turut memperberat pergerakan pasar.

Harga minyak kedelai di bursa Dalian melandai 1,42 persen.

Kontrak minyak sawit Dalian juga merosot 1,66 persen.

Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade melemah 2,17 persen.

Minyak mentah dunia sendiri anjlok lebih dari 5 persen pada hari Senin.

Penghentian serangan militer AS dan Iran membuka peluang diplomasi kawasan Selat Hormuz.

Pelemahan minyak mentah mengurangi daya tarik CPO sebagai bahan baku biodiesel.

Faktor Penahan Kejatuhan Harga CPO

Meskipun demikian, beberapa sentimen positif berhasil menahan kejatuhan harga lebih dalam.

China terus meningkatkan volume permintaan minyak sawit secara konsisten.

Baca Juga :  Kemlu AS Usulkan Orang Tua Wajib Buktikan Status

Selain itu, pasar menyambut positif potensi lonjakan konsumsi dari mandat B50 Indonesia.

Pengetatan volume ekspor dari Indonesia turut menjaga keseimbangan pasokan global.

Ancaman fenomena iklim El Nino juga membayangi potensi produksi sawit mendatang.

Oleh karena itu, harga CPO terhindar dari penurunan yang lebih drastis.

Penguatan Ringgit dan Kinerja Ekspor Juli

Lembaga survei kargo mencatat kenaikan volume ekspor produk sawit Malaysia.

Pengiriman barang periode 1 hingga 25 Juli melonjak antara 8,1 hingga 15,9 persen.

Pencapaian ekspor ini meningkat pesat ketimbang periode yang sama bulan lalu.

Di sisi lain, nilai mata uang ringgit menguat 0,12 persen terhadap dolar AS.

Penguatan mata uang lokal ini membuat harga CPO terasa lebih mahal bagi pembeli asing.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru

Presiden Xi Jinping menyerukan blok BRICS menjadi juru damai konflik Timur Tengah pada KTT New Delhi serta mempererat hubungan diplomatik dengan India. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:57 WIB

2.713 penari dari 12 negara membawakan Tari Semarak Jali-Jali Betawi di Ancol. (Posnews/Ancol)

JABODETABEK

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:41 WIB

Hakim federal AS membatalkan rencana pemangkasan 50% staf FEMA era pemerintahan Trump. Keputusan ini dinilai menegakkan undang-undang perlindungan FEMA. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:56 WIB