SAN DIEGO, POSNEWS.CO.ID – Konsumen gawai Android harus bersiap menghadapi potensi lonjakan harga smartphone baru.
Kenaikan Tarif Snapdragon Dua Digit
Qualcomm menaikkan harga produk chipset Snapdragon secara resmi.
Kebijakan kenaikan tarif ini menyasar seluruh pengiriman barang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengembang memberlakukan tarif baru mulai 1 September mendatang.
Laporan media Bloomberg membeberkan bocoran penyesuaian harga tersebut.
Kenaikan biaya komponen menyentuh persentase dua digit.
Manajemen Qualcomm mengaku tidak sanggup menyerap beban biaya.
Oleh karena itu, perusahaan melimpahkan beban biaya ke pelanggan.
Ketergantungan Pada Manufaktur TSMC
Sementara itu, kendala rantai pasok memperparah krisis pasokan komponen.
Qualcomm sangat bergantung pada fasilitas manufaktur milik TSMC.
Padahal, raksasa teknologi lain memperebutkan kapasitas pabrik TSMC.
Apple dan NVIDIA menyedot sebagian besar kapasitas produksi tersebut.
Alhasil, Qualcomm menghadapi keterbatasan opsi dalam jangka pendek.
Perusahaan kini gencar mencari pemasok komponen alternatif lainnya.
Dampak Luar Biasa Bagi Konsumen
Di sisi lain, kebijakan ini memicu dampak sangat luas.
Banyak produsen smartphone mengandalkan chipset Snapdragon pada produk mereka.
Produsen gawai kini menghadapi pilihan yang sangat dilematis.
Vendor harus menanggung beban biaya atau menaikkan harga jual.
Beberapa merek gawai sebenarnya telah menaikkan harga produk.
Kenaikan harga mendominasi segmen entry-level dan kelas menengah.
Kini publik menantikan respons produsen gawai pasca-September mendatang.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













