KUMAMOTO, POSNEWS.CO.ID – Gempa bumi dahsyat kembali mengguncang wilayah barat daya Jepang.
Bencana Gempa M 7,1 dan Ledakan Mal Kashima
Otoritas Prefektur Kumamoto mengonfirmasi kematian 14 warga setempat pada Rabu ini.
Bencana gempa bumi bermagnitudo 7,1 menghantam wilayah tersebut pada Selasa sore.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Guncangan keras memicu ledakan hebat di pusat perbelanjaan Aeon Kashima.
Perdana Menteri Sanae Takaichi mengonfirmasi kematian tiga pekerja di mal tersebut.
Presiden Aeon Co Akio Yoshida menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada keluarga korban.
Yoshida memastikan seluruh pengunjung telah keluar dari gedung sebelum ledakan terjadi.
Namun ledakan gas menghancurkan lantai dua bangunan mal tersebut secara parah.
Pengerahan Pasukan Bela Diri dan Cuaca Panas
Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi menerjunkan 4.600 prajurit Pasukan Bela Diri ke lokasi.
Sebanyak 170 prajurit memimpin operasi pencarian korban di reruntuhan mal.
Takaichi menegaskan bahwa tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan warga.
Suhu udara yang menembus 35 derajat Celsius memperberat kerja tim penyelamat.
Badan meteorologi mengimbau warga mewaspadai risiko penyakit akibat sengatan panas.
Kepolisian Tokyo juga mengirimkan tim penyelamat khusus menggunakan helikopter ke Kumamoto.
Kerusakan Pabrik Yatsushiro dan Kelumpuhan Industri
Bencana ini juga menghancurkan pabrik Nippon Paper Industries di kota Yatsushiro.
Kerusakan cerobong asap pabrik merenggut lima nyawa pekerja setempat.
Gempa bumi turut merusak jaringan listrik dan memadamkan 34.000 rumah warga.
Layanan kereta cepat Shinkansen menghentikan sebagian besar rute perjalanan mereka.
Maskapai Japan Airlines dan All Nippon Airways membatalkan belasan penerbangan domestik.
Produsen otomotif Honda dan Toyota menghentikan sementara operasional pabrik mereka di wilayah tersebut.
Sagawa Express dan Japan Post juga menghentikan layanan pengiriman barang secara total.
Warga Kumamoto mengingat kembali trauma gempa bumi beruntun sepuluh tahun lalu.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













