MOSKOW, POSNEWS.CO.ID – Warga kota Moskow menggelar aksi gerakan sipil yang sangat langka.
Gelombang Petisi Warga dan Ancaman Pembongkaran
Masyarakat mengumpulkan lebih dari 21.000 tanda tangan lewat dua petisi online.
Langkah berani ini bertujuan menyelamatkan kompleks pabrik bersejarah Elektrozavod.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bangunan ini berdiri megah dengan arsitektur neo-Gothik dan mosaik warna-warni.
Selain itu, kompleks tua ini pernah memproduksi peralatan listrik untuk seluruh Uni Soviet.
Fasilitas ini bahkan menghasilkan lampu khusus untuk bintang merah di atas Istana Kremlin.
Namun kebakaran hebat melahap bangunan ini pada awal tahun 2025 lalu.
Oleh sebab itu, kompleks pabrik berdiri kosong tanpa penghuni sejak saat itu.
Selanjutnya, penyelenggara aksi Alya menyuarakan kekecewaan warga atas proyek apartemen tinggi.
Sebab, warga menolak kehadiran gedung-gedung pencakar langit yang merusak pemandangan kota.
Risiko Penangkapan dan Perubahan Undang-Undang
Meskipun demikian, aksi protes warga ini membawa risiko keamanan yang sangat tinggi.
Bahkan, pihak kepolisian sempat menahan seorang perempuan pada 24 Juli lalu.
Aparat mengamankan perempuan tersebut saat menggelar aksi unjuk rasa tunggal.
Unjuk rasa tersebut memprotes rancangan undang-undang baru cagar budaya.
Pasalnya, aturan baru memperbolehkan pemerintah daerah mencabut status warisan sejarah secara sepihak.
Oleh karena itu, aktivis Galina dan Alya memilih menyembunyikan nama belakang demi keamanan diri.
Sementara itu, kelompok Archnadzor menilai perubahan hukum tahun 2024 mempersempit ruang gerak warga.
Alhasil, pemerintah semakin membatasi peluang masyarakat dalam mengawal kelestarian kota.
Janji Pengembang Etalon Group dan Sejarah Kota
Di sisi lain, perusahaan pengembang Etalon Group menyampaikan penjelasan resmi kepada kantor berita TASS.
Manajemen Etalon Group berjanji mempertahankan fasad dan ciri khas bangunan lama.
Selain itu, pengembang ingin memadukan bangunan bersejarah ke dalam lingkungan modern.
Namun para aktivis tetap meragukan niat baik perusahaan tersebut.
Oleh sebab itu, ahli arsitektur industri Inna Krylova menekankan nilai sejarah besar pabrik ini.
Sejarah mencatat sebanyak 23.000 buruh pernah bekerja di tempat ini.
Bahkan, Krylova menyebut Elektrozavod sebagai sebuah kota mandiri di dalam kota Moskow.
Kini warga terus memperjuangkan penyelamatan cagar budaya berharga tersebut.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













